Buah Pena

Antara Cinta, Ego, dan Anganku

 

Riakan rasa bersembunyi dihati

Agungkan sepi, menggaung keras di batin

Hati yang pedih, tersayat rasa takut

Malam demi malam terasa dilema untuk esok

Akankah harapan itu ada?

Tuk sekejap saja sampaikan rintihan kalbu

Jala yang terajut, terputus perlahan

Untaian ego terkungkung erat mengalahkan segalanya

Lentera jala itu, padam meredup

Inikah akhir dari asa terkubur ku?

Ah, kerisauan ini menusuk sembilu hati

Nada empati lagu itu terngiang kembali

Terasa menyindir, ataukah bersimpati?

Oase mimpiku bergejolak, tak sabar menanti ujung angan ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s