Anything

Tugas Mata Kuliah “Dasar-Dasar Ilmu Sejarah”

oi, oi, oi, minna-san!!! jumpa lagi dengan postingan2 aneh gue! 😀 weits, tapi khusus hari ini —berarti besok2 kagak!— gw bakal ngepost something yang agak ‘berat’. dari judulnya, udah pada bisa nebak kan, gw mau posting apa?? 🙂 oke deh, biar ga kelamaan, lets check this out!!! ^o^

*******************************************************************

TUGAS MATA KULIAH “DASAR-DASAR ILMU SEJARAH”

Nama               : Risda Amanda

Prodi/Kelas     : Pendidikan Sejarah / A

NIM                : 13406241007

Pada Studium General atau Kuliah Umum kebanyakan gambaran mengenai sejarah tidak seperti yang diharapkan mahasiswa baru. Berkaitan dengan hal ini, sejarah yang berasal dari beberapa bahasa, antara lain :

1.  Bahasa Arab           :

a. Syajara, berarti terjadi

b. Syajarah, berarti pohon

c. Syajarah annasab, berarti pohon silsilah

2.  Bahasa Inggis, history

3. Bahasa Latin atau Yunani, historia, yang dalam bahasa Yunani histor atau istor berarti     orang pandai ; memang tidaklah dimaksudkan untuk memberi penjelasan pada umumnya. Akan tetapi, walau gambaran sejarah yang ada di benak mahasiswa baru berbeda dengan kenyataan, para mahasiswa baru tersebut sudah memiliki pengalaman dari apa yang mereka dapatkan melalui pembelajaran di sekolah.

Mungkin banyak diantara mahasiswa baru yang belum mengetahui penggunaan kata sejarah, yang memang belum mereka dapatkan melalui pembelajaran di sekolah. sejauh apa yang kita ketahui, sejarah merupakan semua hal yang sudah terjadi di masa lampau. Padahal, konteks aslinya tidak sesederhana itu.

Sejarah sendiri dibagi menjadi dua, yakni sejarah obyektif yang terjadi di luar pengetahuan manusia, dan sejarah subyektif yang terjadi sepengetahuan manusia. Istilah Sejarah Nasional yang sering kita dengar mengacu pada sejarah subyektif. Di samping itu, penggunaan kata sejarah yang lain sering kita temui pada istilah profesi yang berkaitan dengan kesejarahan. Contohnya : Guru Sejarah, Pencatat Sejarah, dan sebagainya.

Berkenaan dengan penggunaan istilah-istilah sejarah yang berbeda, berikut akan saya coba jabarkan beberapa contohnya :

  1. Guru Sejarah

Istilah sejarah kita dengar pertama kali saat usia SD, yakni saat guru menerangkan mengenai rasa cinta terhadap bangsa, negara, dan pahlawan. Perkembangan pemahaman mengenai sejarah diberikan berbeda-beda oleh guru sejarah sesuai tingkatan anak didiknya. Saat SD kita diberikan pemahaman sejarah melalui pendekatan estetis. Lalu saat SMP diberikan melalui pendekatan etis. Kemudian saat SMA diberikan melalui pendekatan kritis. Sampai pada akhirnya kita menjadi mahasiswa, kita akan diberikan pemahaman mengenai sejarah melalui pendekatan akademis.

2.  Pegawai Sejarah

Berkenaan dengan istilah ini, yang ada di mindset kita adalah sekelompok orang yang berprofesi dan memiliki keahlian dalam bidang kesejarahan dan kepurbakalaan. Mereka-mereka inilah yang bertanggung jawab untuk ikut menanamkan kesadaran sejarah dikalangan masyarakat luas dan juga harus memberi pemahaman mengenai perbedaan sejarah anasional dan ahistoris.

3. Pencatat Sejarah

Istilah ini digunakan pada mereka yang berprofesi sebagai pencatat suatu kegiatan penting, dan biasanya berhubungan dengan kemiliteran.

4.  Pelaku Sejarah dan Saksi Sejarah

Istilah ini digunakan pada mereka yang berperan langsung dengan suatu peristiwa sejarah.

5. Peneliti Sejarah dan Penulis Sejarah

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu kelompok yang bekerja untuk meneliti dan menulis sejarah yang kemudian mempublikasikannya agar masyarakat luas bisa ikut menikmati sejarah tersebut.

Sejauh apa yang kita pahami selama ini, sejarah adalah semua peristiwa yang terjadi di masa lampau. Padahal kita sendiri tidak mengetahui apakah kejadian itu benar-benar terjadi atau hanya mitos belaka.

Berangkat dari ‘mitos’ inilah yang sering disejajarkan dengan sejarah. Sehingga, sejarah memiliki beberapa arti negatif. Selain mitos, sejarah juga sering disamakan dengan filsafat, ilmu alam, dan sastra.

Sejatinya, sejarah merupakan ilmu tentang manusia, ilmu tentang waktu, ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya, dan terperinci.

Karena, secara garis besar sejarah terikat pada prosedur penelitian ilmiah dan penalaran yang berdasarkan fakta atau kebenaran yang benar-benar terjadi.

Maka jelaslah, dari keterkaitan tersebut sejarah tidak termasuk dalam mitos, filsafat, ilmu alam, dan sastra. Alasannya, karena mitos merupakan suatu kejadian yang dipercaya benar-benar terjadi di masa lampau tanpa adanya bukti yang jelas. Contoh yang paling sering kita dengar adalah cerita mengenai Dayang Sumbi.

Lalu, sejarah bukan termasuk filsafat, karena sejarah akan menjadi abstrak jika dicampur adukkan dengan filsafat yang bersifat ‘memoralkan dan abstrak’. Kemudian, sejarah juga bukan ilmu alam yang memiliki hukum pasti tanpa memedulikan siapa, tempat, waktu, dan suasana, serta berlaku mutlak. Yang terakhir, sejarah bukanlah sastra, sebab sejarah tidak lahir dari pemikiran pengarangnya yang terilhami dari rasa simpati pada keadaan di sekitarnya.

Akhirnya, dari apa yang sudah saya baca, saya memahami satu hal mengenai sejarah. Yakni sejarah merupakan suatu yang nyata, sekali terjadi (eir maliq), unik, dan benar-benar terjadi di masa lalu. Sejarah juga memberikan pemahaman bagaimana kita belajar untuk mereka ulang masa lalu melalui fakta-fakta sejarah yang ada.

Sumber : Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. PT. Bentang Pustaka. Juni 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s