Anything

Sangiran Sebagai Situs Prasejarah Dunia

selamat siang, semuaaaa! ^_^ sekarang gue mau posting kelanjutan makalah kelompok Museum Sangiran nih. gue bakalan ngepost hasil presentasi kelompok gue. semoga bermanfaat! 😉

*********************

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK PRA SEJARAH INDONESIA

“SANGIRAN SEBAGAI SITUS PRASEJARAH DUNIA”

gedung uny

KELOMPOK 1

  1. Eka Tamara (Penyaji 1)
  2. Fajar Wisnu Wijayanto (Penyaji 4)
  3. Maristha Dian Ayu Putri (Penyaji 3)
  4. Muhammad Syahrul Jihad (Notulis)
  5. Nur Ahsan Qomarrudin (Penyaji 2)
  6. Risda Amanda (Moderator)
  7. Wisnu Panji Pramono (Penyaji 5)

KELAS A PENDIDIKAN SEJARAH

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2013

###########

 I.            RINGKASAN MATERI MUSEUM PURBAKALA

Museum Purbakala Sangiran merupakan museum yang menyimpan beragam kelompok fosil yang sangat berpengaruh besar dalam penelitian zaman pra sejarah khususnya bidang arkeologi karena menyumbang fosil dari 50% fosil dunia dan 65% di Indonesia.

Fosil-fosil yang ditemukan berasal dari lapisan-lapisan yang memiliki karakteristik yang berbeda, mengingat dahulunya kawasan Sangiran atau dikenal sebagai Kubah Sangiran (dalam bahasa Inggris disebut Dome Sangiran) merupakan sebuah lautan. Akan tetapi karena bencana letusan gunung berapi, lautan tersebut berubah menjadi daratan.

Secara garis besar, fosil yang paling banyak adalah kelompok fosil Hominid Purba atau manusia purba. Disusul kemudian fosil dari kelompok binatang bertulang belakang (vertebrata), kelompok fosil binatang air, kelompok fosil batuan, dan kelompok fosil alat bantu atau alat perlengkapan hidup.

II.            SESI PERTAMA TANYA JAWAB

Untuk sesi pertama, ada tiga pertanyaan yang diajukan, yakni :

  1. a.      Annisa Briliyaningtyas Swari

“Tadi kelompok Anda menjelaskan bahwa fosil-fosil yang ditemukan di Sangiran sangat banyak dan beragam jenisnya. Dari sini saya ingin tahu, dari mana sajakah sumber-sumber fosil tersebut? Apa hanya dari Sangiran?”

Pertanyaan dari Annisa Briliyaningtyas Swari  dijawab oleh penyaji kedua, Nur Ahsan Qomarrudin.

“Sumber fosil-fosil tersebut berasal dari lapisan-lapisan tanah yang ada di Kubah Sangiran. Mengingat dulunya kawasan tersebut merupakan sebuah lautan yang berubah menjadi daratan, maka karakteristik dari tiap-tiap lapisan tanah juga berbeda. Hal inilah yang menyebabkan fosil-fosil yang ditemukan beragam. Contohnya, untuk kelompok fosil binatang laut banyak ditemukan di lapisan paling bawah Kubah Sangiran.”

  1. b.      Juan Krisna Akhiru

“Sepengetahuan saya, selain memiliki ruang pameran fosil-fosil, Museum Sangiran juga memiliki perpustakaan. Apa sajakah koleksi-koleksi buku yang ada di perpustakaan Museum Sangiran tersebut?”

Pertanyaan dari Juan Krisna Akhiru dijawab oleh penyaji keempat, Fajar Wisnu Wijayanto.

“Dari apa yang sudah kelompok kami ketahui, buku-buku koleksi perpustakaan Museum Sangiran kebanyakan berisi tentang buku-buku kelompok pengetahuan zaman pra sejarah dan arkeologi.”

  1. c.      Krisna Aditya Wicaksana

“Kelompok Anda tadi menjelaskan bahwa kebanyakan fosil di Museum Sangiran merupakan kelompok fosil Hominid Purba. Bisa tolong dijelaskan lebih lanjut mengenai fosil tersebut dan apa sajakah jenisnya?”

Pertanyaan dari Krisna Aditya Wicaksono dijawab oleh penyaji ketiga,  Maristha Dian Ayu Putri

Hominid Purba merupakan nama Latin dari kelompok fosil Manusia Purba. Jadi, kelompok fosil tersebut adalah fosil-fosil yang berasal dari manusia-manusia purba, seperti Pithecantropus, Homo Sapiens, dan sebagainya. Untuk contoh yang lainnya, Anda bisa membuka makalah halaman 4.”

III.          SESI kEDUA TANYA JAWAB

Untuk sesi kedua, ada tiga pertanyaan, antara lain :

  1. a.      Krisdianto

“Kelompok Anda tadi menyebutkan bahwa Museum Sangiran sudah tercatat sebagai World Heritage List. Nah, saya ingin tahu, menurut Anda apakah Museum Sangiran sudah layak menjadi keajaiban dunia yang baru? Tolong berikan alasannya.”

Pertanyaan dari Krisdianto dijawab oleh penyaji pertama, Eka Tamara.

“Sejauh ini dari apa yang kami ketahui, untuk menjadi salah satu keajaiban dunia yang baru tidaklah mudah. Banyak syarat yang harus dipenuhi. Walaupun Musum Sangiran sudah tercatat di UNESCO sebagai salah satu World Heritage List tapi masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi salah satu keajaiban dunia yang baru. Seperti contoh adalah dalam hal pengembangan fasilitas. Akan tetapi bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan Museum Sangiran akan menjadi salah satu keajaiban dunia baru.”

  1. b.      Dika Agien Baehaqi

“Disini saya akan menanyakan dua hal, yang pertama mengenai bencana alam gunung meletus yang Anda sampaikan. Apakah dari ketiga gunung tersebut meletusnya secara bersamaan atau tidak? Lalu faktor apa saja yang menyebabkan beragamnya fosil-fosil di Sangiran?”

Pertanyaan dari Dika Agien Baehaqi dijawab oleh penyaji ketiga,  Maristha Dian Ayu Putri.

“Sejauh pengetahuan saya, yang namanya gunung meletus itu tidak secara bersamaan, walaupun ada lebih dari satu gunung yang meletus. Dalam hal ini adalah Gunung Merbabu, Gunung Lawu, dan Gunung Merapi. Pastilah ada jeda, walaupun sejenak. Untuk faktor yang mempengaruhi mengapa fosil-fosil di Sangiran sangat beragam, Anda bisa membaca di makalah halaman 3, karena tadi pada sesi pertama juga sudah ada yang menanyakan hal yang sama.”

  1. c.     Ada Kurnia

“Anda tadi menyebutkan bahwa di kelompok fosil binatang vertebrata kebanyakan merupakan fosil spesies gajah. Apakah fosil-fosil gajah tersebut berasal dari periode yang sama?”

Pertanyaan dari Ada Kurnia dijawab oleh penyaji kelima, Wisnu Panji Pramono.

“Fosil-fosil gajah tersebut bukanlah fosil gajah yang seperti kita ketahui selama ini. Seperti contoh, Anda bisa melihat gambar fosil gajah dari zaman es, atau yang lebih dikenal dengan sebutan mammoth di makalah halaman 5. Jadi, fosil-fosil gajah tersebut merupakan fosil gajah pada periode zaman es dan kala Pleistosen.”

IV.          KESIMPULAN

Dari sesi tanya jawab tersebut, kelompok kami mengambil kesimpulan bahwasanya masih banyak kalangan masyarakat, dalam hal ini adalah mahasiswa Pendidikan Sejarah belum cukup memahami mengenai kehidupan zaman pra sejarah khususnya bidang arkeologi yang berupa temuan fosil-fosil di Museum Sangiran.

Maka dari itu, kehadiran Museum Purbakala Sangiran sangat diharapkan mampu untuk membuka cakrawala pengetahuan kepurbakalaan bagi masyarakat luas, mengingat betapa pentingnya sejarah peradaban di masa lalu. Juga agar dapat meningkatkan kepedulian terhadap peninggalan-peninggalan di zaman pra sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s