Anything

Mengimplementasikan Semangat Ahmad Dahlan untuk Memajukan Pendidikan Indonesia Melalui Bermacam Organisasi

Minna-san, kali ini gue mau share tugas pas gue OSPEK dulu. Ini penugasan OSPEK jurusan, dan gugus gue dapet tugas buat bikin artikel tentang KH. Ahmad Dahlan. Well, semoga tugas gue ini bermanfaat! 😉

 

******

Kyai Haji Ahmad Dahlan, seorang ulama besar di Indonesia yang sekaligus pendiri organisasi keagamaan Muhammadiyah. Organisasi tersebut memiliki peranan yang besar terhadap penyebaran dakwah Islam di negara ini.

ah

Kyai yang lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 ini memang berasal dari keluarga cendekiawan muslim. Memiliki nama asli Muhammad Darwis, beliau sudah memiliki jiwa kepemimpinan sejak kecil. Sifatnya yang supel dan terbuka dengan pembaruan-pembaruan mengantarkannya ke Mekkah dan mendalami Islam selama lima tahun.

Saat di Mekkah inilah beliau banyak bertemu dengan ulama dan cendekiawan muslim terkenal. Apa yang ia pelajari dan temukan di Mekkah menumbuhkan semangat pembaruan untuk melepaskan tradisi lama yang membelenggu dan nyatanya justru tidak sesuai syariat islam.

Semangat pembaruan Ahmad Dahlan dimulai dari khutbah pertamanya sebagai khotib amin Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. Keberanian dan ketegasannya melawan arus dalam menyampaikan ketidaksetujuannya, seperti upacara dan sesajen yang justru menyulitkan umat Islam itu sendiri, menarik perhatian Sultan. Sehingga beliau pun dikirim lagi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Kunjungan keduanya ke Mekkah mempertemukannya dengan ulama besar Syaikh Rasyid Ridha yang mengajarkan Ahmad Dahlan tentang bid’ah. Bahwasanya bid’ah tidak selalu buruk, ada juga bid’ah khasanah seperti pemakaian sendok, alas kaki, dan teknologi-teknologi lainnya, asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Sayangnya, dimasanya waktu itu, banyak yang menganggap beliau sesat serta dianggap menyalahi aturan. Maka, untuk menghindari konflik, beliau akhirnya mengundurkan diri dan mendirikan organisasi Muhammadiyah bersama para pengikutnya untuk melebarkan sayap dakwah islam.

mu

Dari lahirnya Muhammadiyah inilah Ahmad Dahlan semakin memantapkan perjuangannya untuk memajukan pendidikan Indonesia yang juga dibersamai dengan keteguhan nilai-nilai syariat Islam.

Eksistensi organisasi tersebut juga tidak hanya sebatas memajukan pendidikan serta dakwah islam saja, melainkan juga bidang-bidang yang lainnya. Dengan pemahamannya terhadap bunyi firman-firman Allah swt yang tertera di Al-Qur’an, terutama surat Al-Maun dan An-Nahl, Ahmad Dahlan bersama dengan istrinya juga mendirikan panti asuhan, rumah sakit, masjid, dan sebagainya. Bahkan, istri beliau yang lebih dikenal dengan sebutan Nyai Ahmad Dahlan tersohor sebagai wanita yang cerdas dan penuh semangat. Ini dibuktikan dengan Nyai dengan adanya organisasi Aisyiyah yang menanamkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Pada masa itu, pendidikan anak usia dini sangatlah baru. Hal ini semakin mengukuhkan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang memiliki sumbangsih besar terhadap Indonesia.

ny

Semangat untuk terus memajukan islam melalui pendidikan serta organisasi-organisasi naungan Muhammadiyah inilah yang perlu kita implementasikan ke diri kita.

Bermacam caci, hujatan, sampai ancaman pembunuhan yang diterima Ahmad Dahlan dan istrinya tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus memajukan Muhammadiyah. Tidak mengherankan jika Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan mendapat gelar pahlawan nasional. Sampai saat ini, di Indonesia baru ada dua pasang suami-istri yang mendapat gelar pahlawan nasional, yakni Teuku Umar-Cut Nyak Dien dan KH. Ahmad Dahlan-Nyai Ahmad Dahlan.

Sebagai mahasiswa, apalagi mahasiswa kampus merah, kampus pergerakan, kita seyogyanya mengimplementasikan betul semangat Ahmad Dahlan untuk berjuang bagi negara tercinta ini. Jadilah aktivis hebat! Hidupilah organisasi yang kita ikuti dan beri kontribusi terbaik kita untuk Indonesia!

Akhirnya, satu pesan yang Ahmad Dahlan sampaikan sebelum beliau wafat pada 23 Februari 1923 kepada pengikutnya yang sangat mengena bagi semua orang, terutama warga Muhammadiyah.

“Aku titipkan Muhammadiyah padamu. Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah.”

Hidup Mahasiswa Indonesia!

Salam Pergerakan!

 

Sumber :

1. http://books.google.com/books?isbn=9797094979 (diakses pada tanggal 18 Agustus 2013 pukul 13.15)

2. http://kompasiana.com/Ahmad-Dahlan-Sang-Pencerah (diakses pada tanggal 18 Agustus 2013 pukul 13.20)

3. http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan (diakses pada tanggal 18 Agustus 2013 pukul 13.25)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s