Anything

Peran Pemuda Berkarya Dalam Tulisan

Bulan Oktober identik dengan bulan bahasa, bulan dimana lomba-lomba yang berkaitan dengan bahasa dan atau sastra memang sering diadakan pada bulan ini. Bulan oktober juga identik dengan pemuda. Ya, sumpah pemuda yang tepat berusia 85 tahun di 2013 ini memang menjadi momentum penting penyatuan semangat kebangsaan pemuda Indonesia. Fusi pemuda Indonesia itu pun juga diwujudkan dalam bentuk sumpah, —sumpah yang salah satu isinya adalah memegang teguh bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan, bahwa sejak zaman dahulu pemuda dan bahasa sudah memiliki ikatan yang erat.

sp

Lalu, yang sekarang menjadi pertanyaan adalah : “Apakah ikatan erat antara pemuda dengan bahasa masih ada?” Pertanyaan tersebut sebetulnya sangat sederhana. Tapi saya yakin, jawaban yang diberikan belum tentu sama.

Pemuda dan bahasa jika diibaratkan itu seperti mata rantai, keduanya saling berhubungan dan (semestinya) tidak bisa putus. Kenyataannya? Belum tentu begitu.

Pemuda zaman sekarang cenderung lebih menyukai sesuatu yang instan, pun dalam hal bahasa atau tulisan, atau sastra. Sekarang coba saja dilakukan survei terhadap pemuda-pemuda bangsa, “Apakah ada diantara mereka yang tidak menyukai Facebook atau jejaring sosial lain?”.

sosmed

Fenomena sosial media tidak bisa kita diskreditkan sebagai ‘wabah yang mematikan’ kreativitas pemuda dalam berkarya dengan bahasa. Toh pada kenyataannya, dengan adanya sosial media yang sudah seperti jamur di musim hujan, piranti tersebut sangat membantu dalam kehidupan sosial mereka. Akan tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah kurangnya nilai estetika dan budaya yang tidak bisa ditemui secara instan melalui sos-med.

Jika kita mau mem-flash back zaman saat Indonesia masih terkungkung dalam penjajahan, tentu kita akan langsung menyadari betapa bahasa dan pemuda sangat berjaya pada masa itu. Sebutlah saja salah satu novelis besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Beliau merupakan salah satu pemuda kebangsaan Indonesia yang berulang kali disebut namanya sebagai salah satu nomine penerima nobel sastra.

pat

Buah penanya berjumlah puluhan dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Yang perlu kita renungi disini adalah karya-karya beliau tersebut hampir semuanya lahir saat di pengasingan, di bui.

Itu cerita pemuda dan bahasa zaman dahulu. Tentu masih banyak pemuda Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia melalui tulisan. Selain Pramoedya, kita juga mengenal Marah Rusli, Ahmad Tohari, Marga T, Arswendo Atmowiloto, dan lainnya. Ya, beliau-beliaulah yang sudah berkiprah besar dalam sendi bahasa dan kesusasteraan Indonesia.

mr

Dewasa ini kita menyadari betul bahwa belum banyak pemuda Indonesia yang mau ‘total’ dalam berkarya, pun salah satunya dalam bentuk tulisan yang sebetulnya sangat sederhana, akan tetapi memiliki makna yang besar.

Beberapa tahun lalu Indonesia pernah bangga, karena salah satu pemudanya berhasil melanglang buana melalui tulisan dengan mengangkat kearifan lokal. Tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata sukses diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Menyusul kemudian novel yang juga fenomenal, 5 CM, milik Donny Dirgantoro.

dd

Tulisan-tulisan yang lahir dari tangan pemuda Indonesia memiliki ‘kekuatan magis’ yang bisa menghipnotis siapa saja yang membacanya. Berangkat dari latar belakang kesamaan yang sama, sebagai korban penjajahan, pemuda Indonesia dari zaman sumpah pemuda sampai sekarang berusaha untuk ‘berjuang’ melalui tulisan, hal yang belum tentu terlintas di benak para tunas muda sekarang ini.

Ya, pemuda dan bahasa akan selalu memiliki keterkaitan satu sama lain. Seperti mata rantai, jika salah satunya putus, maka yang satunya pun akan putus. Jika pemuda belum bisa memaknai bahasa sebagai salah satu media yang bisa menjunjung tinggi martabat bangsa, jangan heran jika beberapa tahun mendatang bahasa kebangsaan kita akan lenyap.

mr 2

HIDUP PEMUDA!

SATU BANGSA, SATU BAHASA!

INDONESIA!

sp 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s