Anything

Peran Segitiga Universitas dalam Mengkritisi Lembaga Pendidikan FIS UNY

Segitiga universitas merupakan istilah ‘spontan’ saya untuk menggambarkan peranan dosen, mahasiswa, dan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) dalam suatu universitas. Ketiga elemen tersebut memegang peranan penting dalam mengkritisi lembaga pendidikan tempatnya bernaung. Saya mencoba menggali seberapa besar peranan segitiga universitas tersebut dalam mengkritisi lembaga pendidikan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

fis

PELAYANAN FIS KEPADA DOSEN, MAHASISWA, DAN ORMAWA.

Layanan FIS untuk dosen dirasakan sudah cukup baik. Bu Nur Hidayah, dosen dasar-dasar ilmu politik mengatakan bahwa pelayanan dari FIS untuk dosen seperti presensi kelas sudah cukup baik, kegiatan yang diajukan ORMAWA juga di support dengan baik oleh FIS. Untuk mahasiswa juga sudah terlayani cukup baik, walaupun ada beberapa keluhan dari mahasiswa yang mengatakan bahwa pelayanan pegawai kurang ramah. Sementara itu menurut Agung Dirga Kusuma, yang saat ini menjabat Ketua BEM FIS 2013 berpendapat bahwa memang pelayanan FIS sudah cukup baik dan terintegrasi, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu disoroti, antara lain mengenai kurangnya perhatian terhadap fasilitas untuk mahasiswa seperti masalah AC, LCD Proyektor, sampai mepetnya info untuk mahasiswa, seperti undangan beasiswa, atau acara dari pihak pusat UNY.

Siti Sifaul Mufidah berkata, “Pelayanan FIS cukup baik, cuman kurang adanya koordinasi soal pembagian jadwal mata kuliah dan ruang kelas yang terkadang masih suka bentrok, terutama diawal-awal semester.” Masih dikatakan oleh mahasiswi pendidikan IPS 2013 yang akrab disapa Sifa, pelayanan FIS memang perlu adanya peningkatan terhadap koordinasi antara mahasiswa, dosen, ataupun ORMAWA agar tidak miss communication.

 

INTERAKSI SEGITIGA UNIVERSITAS DI FIS UNY

            Banyaknya kegiatan dilingkup FIS nyatanya tidak semua diketahui oleh dosen, padahal yang mengadakan adalah mahasiswa dari prodinya sendiri. Diakui oleh Bu Nur, kalau interaksi antara dosen ke mahasiswa dan atau ORMAWA menurutnya cukup. Hal ini dikarenakan masih minimnya koordinasi mahasiswa kepada pihak jurusan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa juga harus lebih pro-aktif kepada dosen, baik untuk masalah perkuliahan dan atau konsultasi kemahasiswaan lainnya.

            “Interaksi antara mahasiswa, ORMAWA, dan dosen menurut saya sudah cukup bagus, ya. Contohnya saat kami dari BEM FIS mengadakan seminar atau workshop kami sering mengundang dosen sebagai pembicara.” ujar Dirga mengenai interaksi segitiga universitas. Senada dengan Dirga, Sifa juga mengungkapkan bahwa interaksi antara ORMAWA dengan mahasiswa serta dosen sudah bagus, hanya terkadang masih suka mengalami miss-com.

PEMILWA DAN PERANAN SEGITIGA UNIVERSITAS

            Berbicara tentang suatu lembaga, tentu ada kebijakan birokrasi. Berawal dari kebijakan birokrasi tersebut, UNY termasuk juga FIS sedang hangat-hangatnya suasana PEMILWA (Pemilu Mahasiswa). Event tahunan yang digelar untuk memilih ‘wakil-wakil rakyat’ di universitas ini memang menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh hampir semua mahasiswa. “Kalau saya sendiri sangat antusias mengikuti pemilwa FIS ini. Akan tetapi saya tidak merasakan euphoria dari mahasiswa FIS sendiri. Bisa dilihat sampai saat ini suasana FIS masih ayem-ayem saja. Kurang gregetlah pemilwa tahun ini,” tutur Dirga.

            “Saya pribadi kurang tahu mengenai pemilwa ini. Apakah itu merupakan program dari mahasiswa, atau bagaimana. Tapi kalau melihat dari segi waktu, pemilwa ini terlalu cepat, ya? Saya sebagai dosen kadang bingung kalau menyadari bahwa kok ya tahu-tahu ketua HIMA ini kok sudah ganti?” beliau melanjutkan, “Saran saya, waktu kerja kepengurusan hasil pemilwa itu terlalu cepat. Idealnya dua tahun,”

            “Aku sih antusias ya, sama pemilwa FIS ini. Karena aku sendiri tergabung dalam KPU. Sejauh yang aku tahu juga pemilwa ini memiliki peranan yang cukup besar dalam mengkritisi FIS sendiri.” kata Sifa.

            Saat dimintai pendapat mengenai kinerja lembaga pendidikan FIS secara keseluruhan, seluruh responden saya mengemukakan bahwa kinerja FIS secara keseluruhan sudah bagus. Diharapkan peningkatan dalam segi pelayanan agar lebih humanis dan bersahabat. Sementara untuk peranan dosen, mahasiswa, dan ORMAWA juga sudah terintegrasi dengan baik. Hanya terkadang masih perlu introspeksi mengenai masalah koordinasi dengan pihak kampus agar tidak terjadi miss communication yang merugikan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s