Anything

UTS Dasar-dasar Ilmu Sosiologi : Pengantar Sosiologi sampai Sosialisasi

UTS DASAR-DASAR ILMU SOSIOLOGI

 

Nama   : Risda Amanda                                              Prodi   : Pendidikan Sejarah

NIM    :13406241007                                                 Kelas   : A

 

********************************************************

1.      Mengapa kita sulit meletakkan garis pemisah antara masyarakat dengan kebudayaan?

–> Karena masyarakat dan kebudayaan merupakan mata rantai yang tidak bisa dilepaskan. Keduanya memiliki hubungan yang erat, sebab masyarakat (manusia) merupakan unsur pembentuk awal dari suatu kebudayaan. Kebudayaan yang terus menerus berkembang juga merupakan hasil pemikiran manusia untuk kelangsungan hidupnya.

 2.      Bagaimana keterkaitan antara sosiologi dengan ilmu antropologi dengan ilmu antropologi dengan sejarah? Jelaskan dan beri contoh masing-masing dalam keterkaitan tersebut?

–> Ilmu sosiologi memiliki keterkaitan dengan ilmu antropologi adalah dalam hal subyek penelitiannya, dimana sama-sama mengkaji tentang manusia. Akan tetapi, ilmu antropologi lebih mengkhususkan penelitiannya mengenai hasil fisik akhir dari manusia, contohnya : kebudayaan, ciri-ciri fisik suatu etnis, dan lainnya. Ilmu antropologi memberi sumbangan pada ilmu sosiologi dalam hal fakta-fakta kebudayaan dari suatu masyarakat. Kemudian hubungan timbal balik ilmu sosiologi kepada ilmu antropologi adalah dalam hal kajian kontemporer mengenai fenomena-fenomena sosial.

–> Ilmu sosiologi dengan ilmu sejarah memiliki hubungan dalam hal keterkaitan antara fakta masyarakat zaman dahulu yang berperan atau mempengaruhi fenomena masyarakat masa kini. Jadi, jika di ibaratkan, ilmu sejarah menjadi “Old Story of People” sedangkan ilmu sosiologi merupakan “New Story of People”.

 3.      Mengapa proses sosialisasi itu penting bagi pembentukan kepribadian manusia? Jelaskan dan beri contoh dalam kehidupan masyarakat.

–> Proses sosialisasi itu penting bagi pembentukan kepribadian manusia dikarenakan sosialisasi merupakan media awal sebagai tumbuh dan berkembangnya perilaku dalam kepribadian seseorang. Sosialisasi menjadi sarana atau media untuk mengajarkan seseorang mengenai nilai dan norma yang berlaku di masyarakat sebagai bekal untuk menjalani kehidupannya.

–> Contoh nyata pentingnya proses sosialisasi dalam kehidupan masyarakat dapat kita implementasikan melalui proses sosialisasi yang terjadi di sebuah keluarga. Keluarga, merupakan tempat dimana sosialisasi yang paling utama dan pertama terjadi dalam pengaruhnya untuk membentuk kepribadian seseorang.

4. Mengapa proses sosial itu dikatakan sebagai kunci dalam kehidupan sosial? Jelaskan analisis Anda.

–> Proses sosial yang juga disebut sebagai interaksi sosial menjadi kunci dalam kehidupan sosial sebab tanpa adanya interaksi mustahil kita bisa memiliki kehidupan yang utuh sebagai manusia. Artinya, sebagai makhluk sosial kita membutuhkan suatu proses untuk berinteraksi dengan masyarakat sehingga bisa menciptakan suatu kehidupan sosial.

5.     Proses sosialisasi primer dikatakan sebagai dasar dari proses sosialisasi sekunder. Mengapa demikian? Jelaskan dan beri contoh konkretnya!

–> Proses sosialisasi primer menjadi dasar dari proses sosialisasi sekunder karena seseorang mendapatkan “ilmu kehidupan” pertama kali saat lahir, yang berarti dari lingkungan keluarga. Proses tersebut dinamakan sosialisasi primer, karena terjadi pertama kali serta menjadi fondasi kehidupan anak kedepannya. Saat sudah cukup umur kemudian akan ada proses sosialisasi sekunder, dimana secara bertahap seseorang akan mengenal kehidupan bermasyarakat.

–>Dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial, maka perlu adanya implementasi dari proses sosialisasi primer untuk bekal sosialisasi sekunder. Contoh nyatanya misal seorang mahasiswa X yang dibesarkan di lingkungan keluarga militer akan memiliki pola interaksi yang mencolok saat di lingkungan kampus atau kehidupan sosialnya. Mahasiswa X yang dibesarkan di lingkungan keluarga militer dan menerapkan disiplin serta kemandirian yang tinggi akan membentuk mahasiswa tersebut menjadi sosok yang juga disiplin dan mandiri. Sayangnya, karena terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri, mahasiswa X cenderung bersifat individual serta kurang bisa bekerja sama. Orang tua mahasiswaa X yang menerapkan pola asuh dan didik dengan kemiliteran tinggi membuatnya lebih senang mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Hal inilah yang perlu dibenahi, sebab kita hidup tidak akan mungkin bisa berdiri sendiri. Contoh kasus tersebut menjelaskan bahwa proses sosialisasi primer menjadi dasar seseorang dalam melakukan interaksi sekundernya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s