Cerita Hati

Diary or Spam? (part 1)

minna-san, pernah gak kalian ngerasa berada di titik terendah dan seolah-olah seluruh dunia menjauhi lo? sakit badan, jiwa, raga, hati, pikiran, SEMUANYA. its so damn complicated.

 

tahun 2014 ini sejujurnya gue udah nemuin apa yang gue cari. ambisi, impian, harapan, dan mungkin juga : cinta.

 

18 tahun menghirup nafas dari-NYA rasanya gue udah cukup umur untuk ngebahas apa yang gue rasain sekarang.

 

cinta.

kalo boleh jujur, begitu banyak hal yang berseliweran di otak gue saat kata ‘magis’ itu muncul. sayangnya, gak satupun yang bisa gue jabarkan dengan mudah. atau paling gak, membuat orang yang gue cintai sadar, tau, kalo disudut kota istimewa bernama Yogyakarta, gue selalu nunggu dia. 🙂

 

cinta.

lo tau, saat gue nulis postingan ini, fisik gue sama sekali ga bersahabat sama gue. dan alam seakan berkonspirasi untuk semakin mengurung gue ke dasar jurang terdalam yang disebut : cemburu.

 

ya, gue cemburu sama lo. gue cemburu liat lo deket sama dia. gue cemburu liat lo bisa ketawa lepas sama cewekyang bukan gue, —besides your mother or sisters, of course!

 

cemburu.

konyol rasanya saat cewek berusia 18 tahun yang udah menyandang gelar ‘MAHAsiswi’ mendadak galau tak berujung pangkal cuman gara-gara cemburu yang juga gak jelas asal muasalnya. well yeah, that girl is me!

 

cemburu.. cinta..

mana yang lebih dulu, antara cemburu kemudian cinta, atau cinta dulu baru kemudian muncul apa yang disebut cinta?

 

gue yakin seribu persen lo ga yakin mana jawaban yang tepat untuk pertanyaan —yang menurut gue— sederhana. 🙂

 

lo pernah ngerasain gimana rasanya jatuh cinta sama seseorang yang berhati ‘malaikat’ dan parahnya, sifat baiknya itu gak cuman ditunjukin pada satu orang? pernah ngerasain kayak yang gue rasain? gue harap sih, jangan. its useless, I tell you.

 

haaaahhh….. sejujurnya gue gak ngerti kenapa mendadak gue bisa kena serangan ‘virus merah jambu’ menyebalkan ini lagi? terakhir gue ngerasain hampir 6 tahun lalu. disaat yang sama, seorang cowok that might I call him as my first love stolen my heart and then he broke it up.

 

tapi gue juga bukan ‘peri’ yang bisa mengontrol kekuasaan tertinggi milik-NYA : hati, perasaan, atau mungkin, cinta. bahkan malaikat ciptaan-NYA pun gak punya kekuasaan seperti itu. is it true, minna? 🙂

 

rasa-rasanya, pengaruh novel ‘CINTA.’ -nya Bernard Batubara yang gue baca semalem masih membekas deh. gak heran otak —atau mungkin hati?— gue mendadak korslet gini.

 

tapi, gue berterimakasih sama Bara-oniisan yang udah ngebuka pikiran gue tentang apa itu cinta. 🙂

paling gak, ada satu haiku yang dibuat Nessa —salah satu tokoh utama novel Cinta.— yang sangat membekas dihati gue.

 

“My favorite past is the night, while yours is morning. If loving you isn’t right, I don’t care because it’s so amazing.”

 

ya, gue berharap gue bisa selalu mencintai lo seperti gue mencintai malam. dan gak peduli seberapa sakit yang lo torehkan, gue selalu tau bahwa lo cuma buat gue, Tenshi-kun.  ♥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s