Cerita Hati

Genap sebulan berumur 19 tahun itu rasanya………………. ^_^ (the special person—last part)

Hello, everybody!!! See you again with me! Makasih ya, udah mau setia nungguin kehadiran gue :3 *plaak!* Seperti yang udah gue janjikan, sebelum bulan April ini kelar, gue akan melanjutkan cerita gue yang kemaren. Pasti udah pada penasaran yaaaa~ ketauan kok! Hahaha…

Di cerita bagian dua ini, gue yakin lo udah bisa mengira-ngira apa yang mau gue share. The Special Person berarti ‘seseorang yang istimewa’.

Iya, gue udah tau itu berarti ‘seseorang yang istimewa’. Tapi, yang gue kepo adalah : siapa orang yang istimewa itu???

Well, thanks for the question, minna! And now, I’ll tell you about ‘that person’ =)

Sulung Anas Abdillah. Yeah, dialah ‘seseorang yang istimewa’ itu. Karateka sabuk cokelat tigkat akhir yang tinggal nunggu ujian sabuk hitam. Cowok dari fakultas kuning (baca : Fakultas Ilmu Keolahragaan) yang ambil prodi spesialisasi kepelatihan Karate! And also, he’s mine. ^_^

1836669_568999263197137_1192755982_o_001

Anyway minna-san, you just need to call him Anas. Walaupun beberapa orang (termasuk Pembina karate kita) yang manggil dia Sulung.

The Special Person yang hadir di umur baru gue ini bener-bener meninggalkan ‘kesan’ tersendiri buat gue. Ya, Anas hadir tanpa gue sadari. I mean, gue emang udah kenal dia lama, tepatnya tahun lalu, pas awal-awal kita jadi MaBa. Anas temen yang baik. Dan yang bikin gue adore him very much karena dia gak sombong. Sampai sekarang gue masih inget, awal mula gue kenal sama dia. First impression yang dia kasih masih terekam jelas di otak gue. Dan mungkin karena itu juga akhirnya gue bisa pacaran sama dia. =)

Tapi gue gak pernah nyangka dia bakal jadi ‘the special person’ dalam hidup gue. Mengingat selama ini kita Cuma sebatas kenal dan tau nama masing-masing. Pas di karate gue ga begitu sering ngobrol sama dia, pun sebaliknya. Kita hanya sekedar tukar senyum dan sapa aja. Sampai suatu saat, di 2014 ini, gue akhirnya resmi jadi pengurus di karate.

Siapa sangka, dengan sahnya gue jadi bagian dari kepengurusan karate ternyata membawa efek yang lain? Well, kalo tambah sibuk sih jangan ditanya! Maksud gue, efek lain untuk gue, terutama hati gue.

Ceritanya, setelah gue resmi jadi pengurus karate —tepatnya sebagai coordinator humas, dimana gue punya kewajiban utama untuk menjadi ‘jembatan’ antara pengurus dengan anggota. Singkatnya, pas proker perayaan HUT ke 39 tahun Karate bulan lalu, gue bertugas mengabarkan (baca : nge-sms-in) anggota untuk hadir dan ikut meramaikan acara itu. Karena gue juga udah sering ngontak Anas tentang segala info tentang karate, jadilah gue akrab sama dia.

Pas hari H, karena diwajibkan untuk bawa kado silang, mendadak Anas sms gue. Awalnya gue ga pernah nyangka, cuman dari sms yang berbunyi : “Ris, kamu punya kertas Koran? Aku minta dong. Buat bungkus kadonya nih.” Kita malah jadi deket. 🙂

Awalnya sih, kedekatan kita menimbulkan ‘pro-kontra’ antara gue, Candra, sama Celda. Mereka tau kalo Anas lagi ‘modus’ ke gue. Mereka juga tau, kalo perlahan gue mulai luluh dan kehadiran Anas lama-lama mengikis tempatnya Tenshi-kun yang lebih dulu gue suka.

Sebetulnya Candra ga terlalu masalah, gue mau deket sama siapa aja. Cuma mungkin dia agak shock —yang gue yakin si Celda juga ngerasain hal yang sama— karena mendadak gue sama Anas deket. Emang sih, awalnya mereka menentang, karena mereka takut kalo ini cuman ‘euphoria’ sesaat gue aja. Mengingat, hubungan PDKT gue sama Tenshi-kun yang maju-mundur ga jelas! And honestly, I was so confuse, too.

Gue sempet ngerasa bingung, takut, cemas, kalo apa yang gue rasain ke Anas ternyata bener seperti apa yang Candra dan Celda bilang. Tapi, sekali lagi. Pepatah jawa yang berbunyi : “Witing tresno jalaran soko kulino.” Itu emang bener. Seseorang yang ‘istimewa’ bisa tergantikan dengan seseorang yang selalu ada. Yang dimana untuk kasus ini adalah perumpamaan untuk Tenshi-kun dan Anas.

Tenshi-kun emang (pernah) jadi orang yang ‘istimewa’ di hati gue. Awalnya ya karena ‘witing tresno jalaran soko kulino’ juga. Kedekatan kita di kelas, jadi MC, dan sering jadi satu tim dalam kepanitiaan ataupun tugas kelompok, bikin dia istimewa buat gue. Terlebih lagi, he’s smart and handsome. 😀

Tapi, setelah gue deket sama Anas, entah kenapa hadir satu perasaan yang teramat berbeda. Ada perasaan ganjil yang gue rasain saat deket sama Anas. But, I can’t feel the same way when I’m with Tenshi-kun. Gue juga gak tau harus mendefinisikan jenis perasaan itu seperti apa. Yang jelas, gue menikmati debaran keras yang aneh (tapi menyenangkan) pada jantung gue saat gue bersama Anas. Perasaan yang gak gue dapet pas lagi sama Tenshi-kun!

Semakin gue deket sama Anas, semakin sadar juga apa yang sebenernya gue rasain ke Tenshi-kun . keduanya berbeda. SANGAT berbeda.

Awalnya gue yakin, gue suka sama Tenshi-kun and I hope one day he’ll be mine. Tapi kemudian, gue sadar, keyakinan gue untuk Tenshi-kun salah. Gue cuman sekedar ‘suka’ sama dia. Not as boyfriend, but just as best friend. Gue mengagumi Tenshi-kun karena personality dia. He’s very nice, kind, smart, mature, wise, and also handsome. He’s just like so damn perfect! Di lain sisi, udah jelas banget kan, cowok kayak dia banyak yang ‘suka’? =)

Thanks for you, Anas, to open my eyes and my heart. Kedekatan gue sama Anas bikin gue sadar, kalo Tenshi-kun bener-bener cuman sekedar orang yang gue kagumi dan juga sebagai sahabat cowok yang baik. Yang selalu jadi temen sharing and maybe partner-in-crime for me.

Bersama Anas, gue menemukan suatu hal yang lama ‘terkubur’. Cinta. Dia satu-satunya orang yang bisa bikin gue sport jantung dengan cuman duduk sebelahan. Bahkan, WS dan DS (they were my boyfriend, FYI.) gak pernah bikin jantung gue jumpalitan. Sounds so weird, huh? But, it’s the reality. 🙂

Yaaa… kenyataan yang terjadi sekarang adalah, semenjak kejadian minta-kertas-koran itu, gue semakin deket sama Anas. Sampai pada akhirnya, sekitar seminggu setelah gue ultah, we’re getting relationship. ^_^

??????????????????????

Thanks for my God, Allah swt, yang udah mengirimkan ‘malaikat baru’ untuk menggantikan kedudukan Tenshi-kun di hati gue, tepat di umur baru gue ini. Terima kasih karena telah mengirimkan ‘imam’ buat gue. Both of us, really hopes that we’ll be a couple. I’ll be his wife, and he’ll be my husband. We really hope that in our future, about 3-5 years later we can live happily ever after. Aamiin ya rabbal alamiin. Aamiin ya Allah. Aamiin! O:)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s