Anything

Hasil Laporan Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Sejarah

  1. PROSES

 

  1. Pembicara                   :
  • Prof. Dr. Bambang Purwanto, MA                    (UGM)
  • Prof. Dr. Singgih Tri S.                         (UNDIP)
  • Prof. Dr. Dudung Abdurrahman, M.Hum          (UIN SUKA Yogyakarta)
  • Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd                      (UNY)

 

  1. Topik                          :

Seminar Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah (HMIS) Fakultas Ilmu Sosial, UNY, pada Kamis, 8 Mei 2014 lalu ini mengangkat topik Historiografi Indonesia : Indonesiasentris dan Perspektif Baru Penulisan Sejarah. Seminar Nasional ini bertempat di Ruang Auditorium UNY.

Secara ringkas, acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Semnas, yakni Saudara Abdul Rouf, Koordinator Wilayah IKAHIMSI II, saudara Sugiarto, dan bapak rector UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. Seminar Nasional (semnas) tersebut dibersamai oleh saudara Rimbawana dan saudari Merci selaku pembawa acara. Adapun moderator dalam seminar tersebut yakni Ibu Dyah Ayu Anggraini Ikaningtyas, S.S, MA, dari dosen ilmu sejarah UNY.

 

  1. Panitia Seminar          :

Panitia yang terlibat dalam Seminar Nasional ini terdiri dari organisasi HMPS dan HMIS. Daftarnya sebagai berikut :

Nama Jabatan CP
1 Prima Abadi Sulistyo Ketua Pelaksana 085746444642
2 Abdul Rouf Wakil Pelaksana 085643104050
3 Diandra Arumsari Sekretaris 085799349266
4 Ayu Nenden Masden Badinah Sekretaris 089674595520
5 Siti Musyarofah Bendahara 087882477479
6 Ari Sadewa Bendahara 08562635473
7 Irfandi Cahyanto Sie. Acara 089672151551
8 Risda Amanda Sie. Acara 085641143187
9 Daeng  Odhi Rochman Triwicaksono Sie. Acara 087739858267
10 Rizky Rendy Handoyo Sie. Acara 085729165693
11 Kurniati Sie. Acara 085729723320
12 Brillianto Yusuf Ervanda Sie. Dana Usaha 085702404708
13 Eka Tamara Sie. Dana Usaha 087737946156
14 Fatimah Dayaning Pertiwi Sie. Dana Usaha 081226292914
15 Salma Abidah Sie. Dana Usaha 085708360519
16 Aris Setiawan Rimbawana Sie. Dana Usaha 085745241598
17 Lutfi Irwan Darmawan Sie. Perkap 089635100346
18 Arkan Ma’ruf Sie. Perkap 085749155757
19 Andi Nurrahmawan Sie. Perkap 085743060671
20 Nanang Setiawan Sie. Perkap 087838689332
21 Eko Cahyadi Sie. Perkap 08999729781
22 Esti Nurjanah Sie. Konsumsi 085643248855
23 Suranti Wusandari Sie. Konsumsi 085799299305
24 Sri Lestari Sie. Konsumsi 085729832510
25 Arief Wibowo Sie. Konsumsi 087719276789
26 Marni Sie. Konsumsi 087812806961
27 Endah Puspitasari Sie. Konsumsi 081914858193
28 Nurvia Yuliastuti Sie. PDD 083840245624
29 Pujiono Sie. PDD 083840294550
30 Shela Rahmawati Sie. PDD 08994254395
31 Singgih Mustofa Ahmad Sie. PDD 085743075436
32 Krisdianto Sie. Humas 085643577045
33 Anggi Akhmad Sie. Humas 085725299624
34 Bayu Antoro Sie. Humas 085799117295
35 Alfian Juli Fauzi Sie. Humas 085729412580
36 Ratih Wulandari Sie. Humas 083840697475
37 Mochammad Wahyu Pratama Sie. Humas 087758889067

 

  1. Peserta Seminar         :
  • Perwakilan delegasi dari HMPS, HMIS, Sejarah Kebudayaan Islam se-DIY-Jawa Tengah.
  • Dekan FIS UNY, dosen dari prodi pendidikan sejarah dan ilmu sejarah.
  • Mahasiswa pendidikan sejarah dan ilmu sejarah FIS UNY angkatan 2011, 2012, dan 2013.
  • Guru-guru sejarah SMA sederajat sekitar DIY.
  • Peserta umum (mahasiswa/pelajar/masyarakat umum).

 

  1. RINGKASAN HASIL SEMINAR

Dalam seminar nasional tersebut, beberapa hasil yang dapat penulis rangkum yaitu sebagai berikut :

a)      Jika dilihat dari sisi perspektif kesejarahan, Indonesia kurang mendapat jejak sejarah kemaritiman yang baik. Padahal, dari aspek geografis, Indonesia seharusnya memiliki sejarah maritim dan juga historiografi yang berkaitan dengannya. Kenyataannya, sejarah maritim tersebut masih kalah jumlah dibandingkan dengan sejarah Indonesia lainnya. Contohnya saja, sejarah desa, sejarah ekonomi, dan sebagainya.

b)      Pionir dalam karya-karya historiografi maritim Indonesia lahir dari sejarawan-sejarawan asing. Dipelopori oleh van Leur, perkembangan karya mengenai sejarah maritim Indonesia kemudian terus berlanjut sejak tahun 1934.

c)      Dalam karyanya, van Leur menjelaskan bahwa sangat sulit untuk menegakkan atau menguasai perairan (lautan Asia, yang dalam hal ini lautan Indonesia) dikarenakan bangsa pribumi Indonesia sendiri sudah sangat maju dan menguasainya.

d)      Pada akhirnya, menyadari akan fakta tersebut, pemerintah Belanda kemudian menjadikan bangsa pribumi Indonesia sebagai partner bisnis di lautan. Hal ini tidak lepas karena Belanda sendiri tidak bisa menaklukan lautan Indonesia.

e)      Perkembangan karya historiografi maritim selanjutnya dari Melink-Roelofsz, yang pada tahun 1962 membahas karya mengenai historiografi maritime Asia dalam kajian perkembangan perdagangan.

f)        Karya-karya mengenai sejarah dan historiografi maritim yang ditulis oleh sejarawan-sejarawan Eropa ini membuktikan bahwa bangsa Asia, khususnya Indonesia, sejatinya mempunyai jejak sejarah maritime yang sangat kompleks. Hal ini dibuktikan bahwa jauh sebelum kedatangan bangsa Belanda, bangsa pribumi Indonesia sudah mengenal perdagangan melalui jalur laut dengan kapal-kapal besar yang sudah setara dengan kapal-kapal dagang milik Eropa.

g)      Saat pemerintahan colonial Belanda mulai masuk di Indonesia, tepatnya pada masa kekuasaan VOC, van Leur mempunyai peranan penting dalam perkembangan sejarah maritime Indonesia. Beliau selalu mendorong para sejarawan muda untuk ikut meneliti sejarah maritime di Indonesia. Beberapa diantara peneliti atau sejarawan muda tersebut yakni : Gerrit J. Knaap dan L. Nagtegaal.

h)      Memasuki tahun 1950, terjadi perkembangan mengenai sejarah maritime yang sangat pesat didunia. Penyebabnya yaitu dorongan yang dilakukan oleh kelompok sejarawan terkenal, Annales, di Perancis.

i)        Salah satu sejarawan dari kelompok tersebut, Fernand Braudel, membuat penelitian mengenai pengaruh letak geografis suatu Negara terhadap aspek perekonomian masyarakatnya. Hal ini perlu digarisbawahi karena menjadi tonggak perkembangan sejarah maritime secara total atau menyeluruh.

j)        Sama seperti van Leur, hasil karya Fernand Braudel ini juga memberikan inspirasi dan dorongan kepada sejarawan muda untuk ikut meneliti sejarah maritim. Sejarawan Indonesia pertama yang mencoba untuk ikut meneliti yakni F.A. Sutjipto. Beliau ini telah mengkaji kawasan di sekitar Selat Madura.

k)      Selain sejarawan muda asli Indonesia, ada juga sejarawan muda asing (dari Eropa) yang ikut meneliti mengenai sejarah maritime Indonesia. Beberapa diantaranya adalah James F. Warren dan A.B. Lapian. Studi mereka yakni mengenai sejarah maritime di kawasan Laut Sulu dan hubungan komunitas dagang dengan bangsa Inggris serta Cina. Laut Sulawesi juga tidak lepas dari penelitian mereka, khususnya berkaitan dengan fenomena perompakan.

l)        Selain dua sejarawan tersebut, ada juga sejarawan lain yang mengkaji kawasan di Nusa Tenggara, pantai Barat Sumatera, dan jaringan Laut Jawa. Penelitian di kawasan-kawasan tersebut dilakukan oleh I Gede Parimartha, Gusti Asnan, dan Singgih Tri Sulistiyono.

m)    Sejarah maritime Indonesia dapat berkembang menjadi lebih baik lagi serta memiliki karakteristik yang kuat (Indonesiasentris) jika generasi penerus bangsa ini mempunyai ‘bekal’ yang cukup dalam mengkaji suatu aspek geografis maritime Indonesia. Karena, seperti yang telah kita ketahui bersama, untuk membangun suatu Negara bahari yang besar seperti zaman kerajaan Sriwijaya, tidaklah mudah. Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dengan beragam kompleksitas cultural tentunya bukan hal mudah untuk dapat dikaji secara menyeluruh. Akan tetapi juga bukan hal mustahil untuk dapat dilakukan. Harapannya, untuk kedepannya nanti Indonesia akan memiliki blue print mengenai sejarah maritime yang lengkap, sehingga dapat memperkaya khazanah budaya dan sejarah Indonesia sendiri.

n)      Indonesia memiliki catatan menarik mengenai perubahan politik dalam beberapa tahun terakhir ini. Contoh kecilnya yaitu mengenai desentralisasi kekuasaan yang menghasilkan adanya otonomi daerah. Akibat dari perubahan politik tersebut memunculkan keinginan untuk meneliti keadaan sejarah local secara geografis dan cultural dalam kajiannya mengenai historiografi sejarah Indonesiasentris.

o)      Berkaitan dengan hal tersebut, penulisan sejarah local menghasilkan adanya historiografi tradisional. Keberadaan historiografi tradisional tersebut memiliki fungsi untuk membangun basis legitimasi historis, cultural, dan sekaligus intelektual atas kekuasaan politik kedaerahan, terutama kepentingan praktis masing-masing etnik dominan yang ada didalamnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s