Buah Pena

Malam Tentangmu

Ketika aku beranjak ke peraduan,
menyambut rembulan dalam rengkuhan tangan.
Tiap satu helaan nafas yang terhirup,
saat aku merengkuh rembulan itu,
entah mengapa nafasku melebur seperti milikmu.

Nyanyian kalbu bersenandung syahdu, mengingatkanku padamu. Ah~… rasa hangat dan nyaman itu kian merasuk. Dan jika Tuhan menunjukkan jalan-NYA,
Biarlah hati ini bersatu dengan mu.
Agar aku tak perlu merasakan rindu yang
teramat menusuk ini.
Agar aku dapat berada disisimu, bersandar di bahumu, dan merengkuhmu.
Selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s