Anything

Percakapan Diam-diam — sebuah review kumpulan puisi Lelaki Budiman

Halooooooo, semuanyaaaaa!!! Gue balik lagi nih 😀 kali ini gue mau share tentang hobi lama gue. Yups! Ga banyak yang tau kalo selain suka nulis puisi, gue juga suka baca puisi. Terutama puisi-puisi romantic :-* naaaahhh……. kali ini gue mau kasih sedikit review tentang buku puisi yang ga sengaja gue temuin di perpustakaan fakultas. FYI, gue nemu buku ini pas lagi ngerjain laporan KKL! 😀

1

ada beberapa poin yang gue suka dari buku ini. dan gue rasa lo juga bakal tertarik buat baca buku meskipun lo ga suka puisi. yup! tampilan atau desain cover buku ini menurut gue udah sip banget! desainnya mewakili ‘jiwa’ dari buku yang diberi judul ‘Percakapan Diam-diam’, mengambil salah satu dari isi puisinya. selain kesan yang ‘kuat’ pada covernya, gue juga suka pemilihan warna covernya. simple but cute and so romantic! 🙂

 

untuk poin kedua, gue juga suka banget sama ilustrasi-ilustrasi dalam buku tersebut. tiap puisi seakan menjadi lebih ‘hidup’ berkat goresan-goresan dari Koskow. dan seperti yang udah gue bilang tadi, warna dari ilustrasi dalam juga ga neko-neko. sama kayak covernya. sederhana. ^_^

 

the last, yang paling gue suka dari buku ini adalah kesinambungan antar puisi yang bikin pembacanya seperti sedang ‘menjelajahi’ mesin waktu! dan yaaahh… mesin waktu yang gue maksud disini adalah ‘mesin waktu’ dari curahan hati sang penulis sendiri. dari semua ‘curahan hati’ Lelaki Budiman, yang paling gue suka adalah puisinya yang berjudul ‘Surat Pendek untuk Calon Istriku’. dibawah ini gue kasih snapshot asli puisinya.

 

2

 

as you can see, puisi diatas memiliki ilustrasi yang unik dan sederhana. tapi juga memiliki kekuatan makna yang ga dangkal. Koskow bener-bener seorang ilustrator yang brilian! (y) pas gue baca puisi ini, gue bisa ngebayangin gimana syahdu dan romantisnya perasaan Lelaki Budiman, yang dengan sepenuh hati berharap untuk bisa menikah dengan wanita idamannya. and to be honest, gue juga merasakan hal yang sama! FYI, pas gue kasih liat puisi ini ke Anas, dia juga merasakan hal yang sama dan sependapat sama gue. bahwa Lelaki Budiman sukses ‘menyihir’ kita ke dalam romansanya. 🙂

 

ah ya! mungkin snapshot gue kurang jelas. jadi, gue akan ketik ulang puisi itu buat kalian. pesen gue, kalo kalian emang hobi dan cinta banget sama puisi, ga bakal rugi deh baca buku ini. gue jamin! bahkan buat lo yang ga suka puisi sekalipun, gue bisa jamin hati lo bakal tersentuh pas baca ‘cerita-cerita’ Lelaki Budiman ini. ^_<

 

Surat Pendek untuk Calon Istriku

Selamat malam kekasih rahasia Tuhan.

Bidadari tak bersayap denganmu agama menggenap.

Kelak, suatu waktu kita berbagi sajadah rindu.

Menebus rindu kepada sang Maha rindu.

Engkau, makmum pertamaku dalam jamaah qalbu.

2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s