Anything

Notulen Diskusi Sejarah Indonesia Masa Islam : Teori Mengenai Waktu dan Asal Masuknya Islam ke Indonesia (copyright by 1st Group—risda, imah, syahrul, yoki, farish, kholip)

SESI 1 :

  1. Dwi Widyowati –> “Seperti apa bunyi tiap teori dan apa bukti-bukti pendukungnya?.” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Kholip Kurniawan Thoyib : tiap-tiap teori secara detail belum ada literature yang menjelaskan bunyinya. Hanya saja, teori-teori tersebut yang merupakan buah pemikiran dari para ahli menyatakan seperti itu. Misalkan saja untuk Teori India, ahli Belanda yang bernama Snouck Hurgronje menyatakan bahwa Islam Nusantara bukan berasal dari Arab, karena sedikitnya fakta yang menyebutkan peranan bangsa Arab dalam penyebaran agama Islam ke Nusantara. Ia berpendapat bahwa Islam Nusantara berasal dari India, karena sudah lama terjalin hubungan perdagangan dan adanya inskripsi tertua tentang Islam yang terdapat di Sumatra mengindikasikan adanya hubungan antara Sumatra dengan Gujarat.

Untuk bukti-bukti pendukung diantaranya sebagai berikut :

  • Teori India dibuktikan dengan adanya persamaan mazhab Syafi’i antara di Anak Benua India dengan Indonesia. Orang Arab yang bermazhab Syafi;i bermigrasi dan menetap di Gujarat dan Malabar kemudian membawa Islam ke Nusantara (penjelasan dari sejarawan Pijnappel) ; adanya tiga batu nisan muslim dari paruh abad ke-15 M yang ditemukan di distrik Pasai. Ketiga batu nisan itu mempunyai persamaan dengan batu nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang meninggal pada tahun 1419 M. (penjelasan Hurgronje) ; ada persamaan antara gaya batu nisan yang ada di Pasai, Sumatra Utara, khususnya yang bertanggal 27 September 1428 M dan di Gresik, yakni makam Maulana Malik Ibrahim (1419 M) dengan batu nisan yang ada di Cambay, Gujarat. Batu nisan itu berasal dari abad ke-15 dan sesudahnya. Jadi ada hubungan antara Indonesia dengan Gujarat pada periode tertentu (penjelasan Moquette)
  • Teori Arab bukti-bukti pendukungnya adalah : Raja-raja Pasai menggunakan gelar Al-Malik dan bukan gelar Sah atau Khan seperti tradisi gelar di Iran (Persia) dan India. Al- Malik adalah gelar keturunan raja-raja Mesir setelahh Salahuddin ; Mazhab Syafi’i adalah mazhab pertama di Indonesia. Mazhab inilah yang dianut rakyat umum di Mekah dan dianut masyarakat Mesir sesudah Sultan Slahuddin ; Malabar atau Muktabar bukan sumber asal kedatangan agama Islam ke Indonesia, tetapi hanya semata-mata negeri tempat singgah di Malabar itu pun adalah orang-orang Arab, bukan orang-orang India Islam. Malabar atau Muktabar artinya pantai yang digunakan untuk menyeberang.
  • Teori Persia bukti-buki pendukungnya yaitu : Adanya peringatai 10 Muharram atau Asyura yang merupakan tradisi yang berkembang dalam masyarakat Syiah untuk memperingati hari kematian Husaindi Karbelara. ; Adanya persamaan antara ajaran al-Hallaj, tokoh sufi Iran dengan ajaran Syeikh Siti Jenar ; Persamaan sistem mengeja Huruf Arab bagi pengajian al-Qur’an tingkat awal.
  • Teori Cina bukti-bukti pendukungnya antara lain : adanya bukti- bukti artefak, yakni adanya unsur-unsur Cina dalam arsitektur masjid Jawa Kuno, seperti tampak pada atap masjid Banten, mustaka yang berbentuk ola dunia yang menyerupai stupa dengan dikelilingi empat ular hanpir selalu ada di masjid kuno di Jawa sebelum arsitektur Timut Tengah memasuki wilayah ini, motif hiasan di Masjid Sendang Duwur Paciran Lamongan, dan lain-lain ; adanya pengungsi Cina ke Jawa pada abad ke-9 M, pada abad ke-8-11 M sudah ada pemukiman Arab Muslim di Cina dan di Campa.
  • Teori Maroko bukti pendukungnya yakni : Pada abad ke-13 sezaman dengan Ibn Battutah telah ada dua ulama dari Jawa yang mengajarkan Tasawuf di Mekah dengan gelar Al-Jawi.

 

  1. Abdi Raga –> ”Menurut kelompok Anda, teori mana yang paling kuat?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Farish Rasyadan. Menurut kelompok kami, teori yang paling kuat yakni Teori Cina. Karena seperti yang telah diuraikan sebelumnya oleh Kholip untuk menjawab pertanyaan Dwi, bukti-bukti pendukung dari Cina lebih meyakinkan dan valid.
  2. Oky Ardiansyah Nur Hidayah –> “Apa kaitannya antara Teori Cina dengan Walisongo yang diduga ada juga yang berasal dari Cina?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Risda Amanda. Sejauh dari materi yang penulis dapatkan, baik dari buku atau internet, korelasi antara Teori Cina dengan Walisongo yang (diduga) ada yang berasal dari Cina. Memang banyak opini-opini yang beredar dalam perkembangan Islam mengenai hal tersebut, tapi sejauh yang kami tahu, belum ada bukti atau penjelasan yang cukup kuat dan valid untuk menjawab rumor tersebut. Yang bisa kami jelaskan adalah bahwasanya dari bukti pendukung Teori Cina, memang setelah terjadinya migrasi kaum Muslim dari Cina ke Jawa, muncullah perkampungan-perkampungan baru dengan pernikahan campuran antara orang Jawa asli (pribumi) dengan orang-orang muslim Cina tersebut (pendatang).

 

SESI 2 :

  1. Juan Krisna Akhiru –> “Dinasti Tang itu berdiri pada abad berapa? Dan mengapa Nurcholis Madjid berpendapat lebih setuju dengan Teori Cina?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Yoki Agung Septiawan. Dinasti Tang didirikan pada abad 7 masehi, yakni sekitar 618 masehi. Nurcholis Madjid merupakan sejarawan hebat Indonesia selain Prof. Hamka. Jika Prof. Hamka lebih condong ke Teori Arab, lain halnya dengan Nurcholid Madjid yang lebih ke Teori Cina. Madjid berpendapat bahwa bukti bahwa Islam tidak berasal dari Arab adalah adanya kata-kata dari bahasa Arab tidak murni menurut lafal aslinya, tetapi justru sesuai dengan lafal bahasa kedua yang lebih dulu meminjamnya sebelum bahasa-bahasa Nusantara. Misalnya shalat-un ~ salah ~ salat dan zakat-un ~ zakah ~ zakat. Dengan demikian kata itu tidak langsung dipinjam dari bahasa Arab melainkan dari bangsa-bangsa muslim kawasan pengaruh budaya muslim Persi. Sedangkan kaitannya dengan mazhab, muslim Cina bermazhab Suni Syafi’i, yakni mazhab yang secara umum dianut bangsan muslim sepanjang jalur sutra (silk road)
  2. Fajar Wisnu Wijayanto –> “Teori Maroko apa ada bukti pendukungnya? Jika ada, tolong sebutkan” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Syahrul Jihad. Bukti teori yang berasal dari catatan perjalanan seorang musafir Maroko bernama Ibnu Batutah misalnya adalah Pada abad ke-13 sezaman dengan Ibn Battutah telah ada dua ulama dari Jawa yang mengajarkan Tasawuf di Mekah dengan gelar Al-Jawi.
  3. Endah Puspita Sari –> “Faktor apa saja yang mempengaruhi proses islamisasi di Indonesia serta cara-cara apa yang ditempuh?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Maslakhatun Akmalia. Factor yang memperngaruhi misalnya hubungan kerjasama yang baik antara pedagang atau pelaut Indonesia dengan para pelaut Arab, Persia, dan Gujarat sehingga interaksi antar kedua belah pihak lebih kompleks dan mendalam. Pun didalamnya termasuk penyebaran islam yang dibawa oleh para pendatang tersebut. Sementara cara-cara yang ditempuh antara lain melalui media seni dan dakwah, pernikahan campuran, serta pendidikan pesantren.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s