Anything

Rangkuman Materi Antropologi Semester 3

MATERI 1 :  Antropologi sebagai ilmu dapat didefinisikan sebagai suatu kajian mengenai manusia. Topik-topik kajian dalam antropologi secara luas meliputi hal-hal terkait manusia sebagai makhluk hidup mulai dari asal-usul manusia, bahasa yang digunakan manusia, perkembangan manusia, kebudayaan manusia, ciri tubuh manusia dan bermacam-macam hal mengenai manusia. Meskipun objek utama dalam antroplogi adalah manusia, antropologi juga meneliti hal-hal di luar manusia seperti kehidupan kera dimana objek penelitian masih terkait dengan asal-usul manusia.

Sebagaimana ilmu pengetahuan pada umumnya, antropologi juga memiliki tahap-tahap atau fase perkembangan. Perkembangan antropologi bermula pada abad ke-18 sebagai fase pertama, dilanjutkan sekitar pertengahan abad 19 sebagai fase kedua, kemudian pada permulaan abad 20 sebagai fase ketiga, dan lalu yang terakhir sesudah tahun 1930-an sebagai fase keempat perkembangan antropologi.

Antropologi sebagai suatu ilmu pengetahuan juga memiliki ilmu-ilmu bantu yang dapat menunjang peran dan fungsi dari antropologi dalam memecahkan masalah yang menjadi pokok kajian. Ilmu-ilmu bantu dalam antropologi meliputi paleo-antropologi, antropologi fisik, etnolinguistik, prehistory dan etnologi.

MATERI 2 :  Melalui pendekatan Multidisipliner dan Interdispliner dalam ilmu antropologi pendekatan pemecahan masalah yang menggunakan dua ilmu atau lebih. Kita dapat memecahkan permasalahan yang terjadi di kebudayan masyarakat. Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat lebih tepat dipecahkan dengan menggunakan pendekatan interdisipliner atau multidisipliner dibanding dengan menggunakan pendektan monodisipliner. Karena masalah-masalah yang timbul merupakan masalah yang kompleks sehingga untuk memecahkan masalah yang kompleks tersebut tidak bisa hanya memakai pendekatan monodisipliner, tetapi dengan menggunakan pendekatan ilmu serumpun yang lain. Pada pendekatan interdisipliner dan multidisipliner, menggunakan sudut pandang dari berbagai macam ilmu sehingga didapat pemecahan yang terbaik dan sesuai dengan yang diharapkan.

MATERI 3 :  Hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan. Kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya. Beberapa anggapan dasar kebudayaan yaitu : bahwa kebudayaan dapat disesuaikan, merupakan suatu integrasi, dan selalu berubah.

Secara umum manusia dan kebudayaan sangat terikat hubungan diantara keduanya. Karena budaya tercipta berkat usaha manusia. Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hubungan dengan manusia yang lain sehingga munculah sebuah karya atau kebudayaan.

MATERI 4 : Etnografi berarti melukis atau menggambar; sehingga etnografi berarti melukiskan atau menggambarkan kehidupan suatu masyarakat atau bangsa. Oleh karena itu etnografi merupakan strategi penelitian antropologi dalam mendiskripsikan dan menganalisis kebudayaan, guna memahami padangan (pengetahuan) dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari untuk mengetahui karakteristik dari suatu masyarakat yang diteliti.

Lebih lanjut lagi, aplikasi kajian etnografi ada pada suatu studi kasus berkaitan dengan fenomena antropologi, misalnya saja pembahasan tentang suku Madura di propinsi Jawa Timur. Para antropolog yang menggunakan kajian etnografi ini akan mengkaji suku Madura dari beberapa aspek, contohnya demografi, bahasa, religi, mata pencaharian, dan teknologinya.

Karya etnografi dapat dibagi dalam beberapa tipe, yaitu meliputi etnografi: deskriptif/positivisme, historis, simbolik/interpretif, struktural, dan kini/ kontemporer. Tipe-tipe karya etnografi biasanya ditulis berdasarkan atau berkaitan dengan paradigma dan teori yang dianut oleh antropolog dalam penelitian etnografinya.

MATERI 5 :  Kebudayaan mempunyai wawasan yang sangat luas. Untuk lebih memahami apa itu kebudayaan, maka kita harus terlebih dahulu memahami tentang kerangka kebudayaan, yang meliputi konsep kebudayaan, wujud kebudayaan, unsur kebudayaan, sistem budaya, sistem sosial dan pengertian lainnya.

Konsep kebudayaan sejatinya mempunyai dimensi-dimensi tersendiri untuk menganalisisnya. Dimensi tersebur berupa dimensi wujud dan isi. Hasilnya diantara lain, Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia : Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala manusia yang menganutnya. Kompleks aktivitas, berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat konkret, dapat diamati atau di observasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Wujud sebagai benda. Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

Unsur-unsur kebudayaan universal menunjukkan bahwa unsur-unsur tadi bersifat universal, jadi unsure-unsur tadi ada dan bisa di dapatkan di dalam semua kebudayaan dari semua bangsa dimanapun di dunia. Unsure-unsur tersebut meliputi Bahasa, Sistem teknologi, Sistem mata pencaharian, Organisasi social, Sistem pengetahuan, Religi, dan Kesenian.

Sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang diartikan pula adat istiadat. System ini memiliki cirri-ciri diantaranya : fungsi, satuan, batasan, bentuk, lingkungan, hubungan, proses, masukan, keluaran, pertukaran. Semua cirri tersebut nantinya akan membentuk suatu perspektif. Adat istiadat mencakup sistem nilai budaya, sistem norma, norma menurut pranata di dalam masyarakat termasuk norma agama. Konsep sistem sosial merupakan alat analisis realitas sosial sehingga sistem sosial sehingga sistem sosial menjadi suatu model analisis terhadap perilaku sosial.

MATERI 6 :  Kebudayaan: keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Dinamika kebudayaan: perkembangan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat.

Faktor penyebab dinamika kebudayaan:

  1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah secara lebih cepat.

Faktor pendorong perubahan kebudayaan:

  1. Faktor – faktor dari dalam kebudayaan masyarakat itu sendiri (faktor – faktor intern) yaitu discovery dan inovation.
  2. Faktor – faktor dari luar kebudayaan masyarakat tersebut (faktor – faktor ekstern) yaitu difusi kebudayaan, akulturasi dan asimilasi.

Proses perubahan kebudayaan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain sebagai berikut:

  1. Adanya kontak dengan kebudayaan lain atau diffusi yaitu merupakan penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu ke individu lain atau dari satu masyarakat ke satu masyarakat yang lain.
  2. Sistem pendidikan formal yang maju. Pendidikan memberikan suatu nilai-nilai tertentu bagi manusia, untuk menguasai berbagai ilmu dan pengetahuan, juga mengajarkan bagaimana manusia bisa berfikir secara oyektif, sehingga mampu menilai kebudayaan masyarakatnya apakah dapat memenuhi kebutuhan sesuai perkembangan zaman atau tidak.
  3. Sikap menghargai hasil karya seseorang serta keinginan-keinginan untuk maju.
  4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan menyimpang (deviasi) tetapi bukan yang bersifat kriminal.
  5. Stratifikasi sosial masyarakat yang bersifat terbuka, sehingga nenberikan kesempatan kepada seseorang untuk maju dan mendapatkan kedudukan sosial yang lebih tinggi.
  6. Penduduk yang heterogen. Masyarakat-masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda akan mempermudah terjadinya kegoncangan budaya, dan selajutnya menjadi pendorong bagi terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat.
  7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
  8. Orientasi ke masa depan dan adanya nilai-nilai bahwa manusia harus senantiasa memperbaiki kulitas hidup.

Bentuk dinamika kebudayaan:

  1. Cultural lag: cultural lag adalah perbedaan antara taraf kemajuan berbagai bagian dalam kebudayaan suatu masyarakat.
  2. Cultural survival: cultural survival adalah suatu konsep yang lain dalam arti bahwa konsep ini dipakai untuk menggambarkan suatu praktek yang telah kehilangan fungsi pentingnya seratus persen, yang tetap hidup dan berlaku semata-mata hanya di atas landasan adat istiadat semata mata.
  3. Cultural conflict: cultural confict ini disebut juga dengan pertentangan kebudayaan. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik kebudayaan adalah keyakinan-keyakinan yang berbeda sehubungan dengan berbgaia masalah aktivitas berbudaya
  4. Cultural Shock: kecemasan dalam masyarakat saat munculnya kebudayaan baru secara tiba-tiba.

 

Dampak (+) Dampak (-)
1.      Mengenal budaya lain lebih jauh lagi,

2.      Menambah pengetahuan

3.      Komunikasi berjalan lancar,

4.      Munculnya sikap selektif terhadap budaya yang masuk.

 

1.      Menjadi konsumtif

2.      Lupa akan budaya sendiri

3.      Mudahnya terpengaruh akan budaya lain

4.      Menjadi individualisme yang tinggi.

 

 

 

MATERI 7 : Metode adalah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Dalam antropologi terdapat beberapa pendekatan yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif (positivistik) dan kualitatif (naturalistik). Artinya dalam penelitian antropologi bisa dilakukan melalui pengkajian secara statistik-matematis baik dilakukan untuk mengukur pengaruh maupun korelasi antar variabel penelitian, maupun dilakukan secara kualitatif-naturalistik. Selain dikenal pendekatan positivistik dan naturalistik, menurut Kapplan dan Manners (1999: 6) dalam antropologi juga dikenal pendekatan relativistik dan komparatif. Pendekatan relativistik memandang bahwa setiap kebudayaan merupakan konfigurasi unik yang memiliki citarasa khas dan gaya serta kemampuan tersendiri. Sedangkan kaum komparativis berpendapat bahwa suatu institusi, proses, kompleks atau ihwal sesuatu hal, haruslah terlebih dahulu dicopot dari matriks budaya yang lebih besar dengan cara tertentu sehingga dapat dibandingkan dengan institusi, proses, kompleks,atau ikhwal-ikhwal dalam konteks sosiokultural lain.

Metode pendekatan dalam antropologi terdapat 3 tahapan yaitu metode ilmiah dan pengumpulan fakta atau data, penentuan ciri-ciri umum dan sistem, kemudian yang terakhir yaitu verifikasi. Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala cara yang digunakan dalam ilmu tersebut, untuk mencapai suatu kesatuan pengetahuan itu sendiri. Kesatuan pengetahuan dapat di capai melalui 3 tingkat, yaitu pengumpulan data, penentuan ciri-ciri umum dan sistem, dan yang terakhir yaitu verifikasi. Metode pengumpulan fakta digolongkan ke dalam 3 golongan yaitu penelitian di lapangan, penelitian di laboratorium, dan penelitian di perpustakaan.

MATERI 8 :  Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).

MATERI 9 :  Organisasi dan struktur masyarakat adalah sebuah wadah sekumpulan kelompok yang didalamnya menyebabkan terjadinya interaksi. Akibat interaksi ini, maka menimbulkan perubahan pada seorang individu. Mereka yang selalu menjalin komunikasi akan dianggap sebagai orang yang paham akan hidup bersosial. Sebaliknya mereka yang kurang mengikuti organisasi akan dicap sebagai orang yang kurang pergaulan. Struktural dalam organisasi biasanya diduduki oleh mereka yang memiliki persamaan rasa.

Keduannya memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positi yang ditimbulkan adalah Orang yang berada pada lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya, kemudian mengadakan mobilitas sosial ke tingkatan yang lebih tinggi. Segala hal didunia ini selalu ada dampak negatinya. Dampak negatif yang muncul yaitu dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan perasaan iri.

MATERI 10 :  Pranata sosial dan lembaga sosial merupakan satu kesatuan fungsi dan peran yang saling berkaitan satu sama lain, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Bedanya, pranata sosial adalah suatu sistem yang membahas norma dan aturan-aturan yang ada, sedangkan lembaga sosial adalah suatu sistem yang menjalankan norma dan aturan-aturan yang ada di masyarakat untuk memperoleh hasil yang baik di lingkungan umum. Pranata sosial dan lembaga sosial memiliki beberapa fungsi, ciri dan macam-macam jenis pranata dan lembaga sosial, hal itu dimaksudkan untuk memperoleh hasil yang maksimal di lingkungan masyarakat.

MATERI 11 : Khazanah kebudayaan Indonesia terbentuk dari keberagaman kebudayaan yang berbeda dari tiap-tiap daerah. Kebudayaan memiliki banyak arti, dan dari pendapat berbagai ahli, khususnya dalam bidang ilmu antropologi, kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Khazanah kebudayaan daerah yang ada di Indonesia diantaranya berwujud adat-istiadat atau pola perilaku yang bersifat konkret tetapi tidak dapat dipegang atau diraba, yaitu upacara tradisional. Khusus dalam bahasan ini yang diambil sebagai contoh kebudaayaan daerah yaitu upacara kematian dan upacara masa kehamilan.

Indonesia yang kaya akan beragam kebudayaan daerah ini memiliki beberapa kekhasan, keunikan, juga persamaan dan perbedaan antar upacara satu dengan yang lainnya. Misalnya saja yang telah diuraikan dalam makalah yaitu upacara kematian Ngaben di Bali, upacara Tiwah di Kalimantan, dan upacara Rambu Solo di Makassar. Upacara masa kehamilan pun juga demikian, yaitu upacara Menuak yang berasal dari tanah Sumatera, juga ada upacara Tingkeban dari Jawa.

Beragamnya kebudayaan daerah Indonesia ini tentunya harus dijaga dan dilestarikan dengan baik, agar tidak punah serta dapat dinikmati anak-cucu kita.

MATERI 12 :  Menurut istilah kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Kebudayaan menurut ilmu Antropologi adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Dari pernyataan tersebut berarti bahwa hampir seluruh tindakan manusia dalam kehidupan masyarakat adalah kebudayaan.

Karakteristik kebudayaan adalah milik bersama, kebudayaan adalah hasil belajar, kebudayaan didasarkan pada lambang, kebudayaan dapat disesuaikan, dapat berubah dan bersifat relatif. Kebudayaan nasional Indonesia terwujud dalam Bahasa (bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional), seni pakaian (batik, kebaya, songket, dll.), seni pertunjukan (tari-tarian, pencak silat, dsb.), dan prilaku masyarakat (masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang yang ramah, penuh kesantunan, serta suka bergotong-royong).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s