Anything

Ulasan Film “Taken 3” a.k.a #TAK3N !

Konbanwa, minna-san ! ketemu lagi sama gue nih ^_^ kali ini gue mau kasih ulasan dari salah satu film teranyar di tahun 2015 ini. Yup, its Taken 3’s movie or #TAK3N ! B-) lets check this out, minna ! 😉

Taken-3-Movie-Poster

***************

Film ini ternyata rilis lebih awal dari yang diberitakan loh, guys! Di media massa disebutkan bahwa seri terakhir dari petualangan Bryan Mills ini baru akan rilis. Tapi ternyata di bioskop-bioskop Indonesia sudah resmi rilis kemarin lusa alias tanggal 7 Januari.

Sama seperti seri Taken sebelumnya, yaitu Taken 1 (rilis 2009) dan Taken 2 (2012), film Taken 3 ini masih dibintangi oleh orang-orang yang sama : Liam Neeson (sebagai Bryan Mills), Famke Janssens (sebagai Lenore “Lenny” St. John yang merupakan mantan istri Mills, ibu dari Kim, dan istri Stuart St. John), dan Maggie Grace (sebagai Kim Mills, putri tunggal Bryan dan Lenore, serta anak tiri Stuart). Sutradaranya juga sama, yaitu Oliver Megaton, yang telah sukses mengantarkan Taken 2 menjadi box office.

Taken 3 mengisahkan tentang kelanjutan hidup Bryan Mills setelah berhasil menyelamatkan hidup Kim, Lenore, juga dirinya. Memulai hidup baru dengan tinggal di sebuah apartemen yang cukup berkelas, Mills kembali menjadi sosok ayah yang baik bagi Kim dan teman curhat untuk mantan istrinya Lenore, yang masih bersitegang dengan suaminya, Stuart St. John (diperankan oleh Dougray Scott).

Kim yang sudah beranjak dewasa dan hidup terpisah dengan orangtuanya karena harus kuliah, ternyata hamil. Dalam kebingungan, ia mendapatkan surprise dari ayahnya yang datang ke apartemen pacarnya dengan membawa boneka panda raksasa serta sampanye sebagai kado ulang tahunnya. (duh daddy Liam Neeson sayang, mending pandanya buat gue deh! :3 )

Mills yang menyadari bahwa putri kecilnya telah dewasa, membawa pulang boneka panda raksasa itu kembali ke apartemennya. Saat itulah Lenore, yang mulai kembali akrab dengan Mills, yang notebene adalah mantan suaminya, mengunjungi Mills dan bercerita bahwa kehidupan rumah tangganya dengan Stuart sudah tidak bisa diharapkan. Tanpa sadar Lenore mengakui bahwa ia ingin kembali pada Mills. Walaupun jauh di lubuk hatinya Mills juga merasakan hal yang sama, ia menegaskan bahwa ia tidak bisa melakukan apapun sampai hubungan antara Lenore dan Stuart jelas. (ya iyalah, kalo gue jadi Mills, ogah banget kalo dibilang perusak rumah tangga orang! >_< )

Keesokan harinya, Mills yang mendapat SMS dari Lenore untuk bertemu di apartemen Mills, mendapati bahwa mantan istrinya itu sudah tergeletak tak bernyawa di kamar tidurnya. Shock, bingung, serta sedih yang teramat, membulatkan tekad Mills untuk menemukan pembunuh istrinya dan membuktikan bahwa dia tidak bersalah. (gue nangis loh, minna, pas adegan ini T_T sedih banget sumpah! Lo bayangin aja deh, wanita yang masih sangat lo cinta, yang semalemnya baru ngaku kalo cerai dari Mills adalah hal terbodoh yang dilakukan dan meminta untuk kembali bersama, eh tau-tau paginya udah meninggal! Kan nyeseeekk banget 😥 )

Dengan segera Mills menjadi buronan polisi yang dipimpin oleh inspektur (yang menurut gue) gembul, doyan makan, dan untungnya cerdas bernama Inspektur Frank Dotzler (diperankan oleh Forest Whittaker). Kejar-mengejar antara Mills dengan kepolisian berlangsung seru! Adegan pas Mills ditangkep pertama kali di apartemennya dan berhasil lolos dengan kabur lewat saluran air, kebut-kebutan di jalan raya, sampai bikin rusuh di kampusnya Kim!

FYI, semua scene action pelariannya Mills kece badai. Apalagi pas disisipkan adegan Mills yang bertemu Kim di toilet wanita kampusnya. Pas disini gue nangis lagi —duh jadi ketauan deh kalo gue mewekan pas nonton film yang scene mengharukan— gegara Kim yang mati-matian berusaha tegar atas kematian ibunya, tapi pas ketemu sang ayah gak kuasa lagi buat nahan kesedihannya. Pas scene ini jugalah Kim akhirnya ngaku kalo dia lagi hamil. (duh Kim. Emang lo ga bisa liat sikon ya? kok ngasih kabar mengejutkan gitu pas bapak lo lagi jadi buronan sih??? -___- )

Dotzler yang (lagi-lagi) kehilangan jejak pas Mills dengan sengaja meledakkan granat sehingga alarm kebakaran kampus Kim menyala, menahan Kim untuk di interogasi. Dengan tegarnya, Kim bilang kalo bukan ayahnya yang membunuh, karena ayahnya sangat mencintai Lenore. Kim juga ga takut pas Dotzler bilang dia bisa aja di penjara dengan tuduhan menyembunyikan pelarian Mills.

Sementara itu, di tempat persembunyiannya, Mills berusaha mengidentifikasi bukti-bukti yang berhasil ia temukan. Disini lo bisa liat bukti langsung dari pepatah “That’s what friends are for”, guys! Yup. Lagi-lagi Mills dibantu oleh rekan-rekannya yang kita jumpai pas Taken 1 dan 2 : Sam (diperankan oleh Leland Orser), Casey (diperankan oleh Jon Gries), dan Bernie (diperankan oleh David Warshofsky). Terutama Sam, yang notebene paling deket sama Mills. Saking deketnya, dia orang yang rela mengorbankan diri pas Kim mau ditembak! Sam juga bisa dibilang orang terhandal setelah Mills. Dia juga yang paling diandalkan Mills untuk menganalisa data-data berbasis teknologi tinggi semacem pelacakan suara lewat telepon (Taken 1), penyadapan sinyal, sampe bikin kamera-video super mini berbentuk kancing yang dipake Sam pas dateng ke pemakaman Lenore biar Mills bisa ikut menyaksikan langsung. (beruntung banget ya, kalo gue bisa punya sahabat kaya Sam!)

Menuju klimaks, akhirnya terungkap bahwa pembunuh Lenore adalah Oleg Malankov (diperankan oleh Sam Spruell) yang merupakan bos sindikat kejahatan kelas kakap dari Rusia. Tapi yang aneh, si Malankov ini malah ga tau siapa Mills! Nah loh? Terus kok dia bisa-bisanya membunuh Lenore???

Terererettttt… ternyata oh ternyata! Malankov dan Mills udah di adu domba sama Stuart! (pas scene ini asli gue gemessss banget! Sialan banget tuh si Stuart! Dikasih ati malah minta jantung! Udah dibaik-baikin sama Mills, malah ngejebak dia. Kan kampret!) Stuart yang berada di dalam truk bersama Sam dan Kim, berusaha untuk kabur setelah Malankov mengaku bahwa ia disuruh membunuh Lenore oleh Stuart agar uang polis asuransi Lenore jatuh ke tangan Stuart. Dan yang lebih kurang ajar lagi, Stuart kabur sambil menyandera Kim setelah berhasil nembak Sam yang berusaha melindungi putrid sahabatnya itu.

Naaahh di anti klimaks inilah adegan action yang menurut gue paling bikin deg-deg serrr! Demi mengejar Kim yang diculik Stuart, Mills memacu mobil Porsche mewah sampai batas maksimal ! udah gitu pas pesawat pribadi Stuart mau take-off, dengan beraninya Mills menabrkan mobilnya ke ban depan pesawat! (rasain tuh Stuart monyong! Gagal kabur kan lo?? *ketawajahat*) 😀

Fiuuuhhh…… seperti seri Taken sebelumnya juga, Taken 3 ini memiliki happy ending! Yup. Di akhir cerita, Kim, pacarnya (jujur gue lupa nama pacarnya siapa, tapi yang memerankan itu Jonny Weston), dan Mills membahas mengenai kehamilan Kim di tempat yang sama dengan tempat saat Kim mengajak pacarnya untuk ikut merayakan keberhasilan Kim di ujian pembuatan kartu SIM.

Well, di penutup ini lagi-lagi gue dibikin trenyuh sama kebijaksanaan Mills dalam menyikapi masalah Kim dengan pacarnya. Gue juga tersentuh banget pas Kim sama pacarnya bilang kalo nama Lenore akan diabadikan pada anak mereka jika yang lahir perempuan. Sweet! 🙂

 

****************

Karena malam sudah beranjak semakin larut, kayaknya gue cukupkan disini deh, ulasan tentang Taken 3-nya! Kalo kalian mau tahu penilaian gue atas film ini, udah langsung gue share semalem pas kelar nonton ini di Empire XXI. Pesen gue sih ya, walaupun lo belom pernah nonton seri Taken sebelumnya, lo gak akan nyesel nonton Taken 3 ! gue jamin sejuta persen ! ^_<

Jaa ne, minna-san! Stay tune on my blog, ya! :-*

Advertisements

One thought on “Ulasan Film “Taken 3” a.k.a #TAK3N !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s