Buah Pena

Seberkas Luka

Selamat malam, hati yang rapuh…
Masih kuatkah kamu menjaganya? Menjaga kerapuhan hati itu… menjaganya agar tak semakin berkeping?

Karena aku disini sudah tak kuat…
Karena aku disini sudah tak sanggup…
Karena hati itu masih dan akan tetap rapuh selama seberkas perih itu tak kau hiraukan…
Karena akan selalu ada seberkas luka…
Seberkas luka yang akan selalu menganga, selebar yang dia inginkan…

Hati perempuan ini terlalu ringkih.
Karena tidak akan pernah sanggup menahan sedih, apalagi menahan perih.
Seberkas luka itu akan selalu ada, sayang…
Entah kapan bisa musnah…
Setidaknya, perempuan ini berusaha menjaganya…
Agar ia bisa sedikit meringankan bebanmu…
Beban yang mungkin tak kau sadari karena telah mengenalnya.
Mengenal perempuan dengan seberkas luka yang tak akan pernah kunjung sirna…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s