Anything

Sejarah Politik dan Hubungan Internasional : Sebuah Opini tentang Teori Post-modernisme

Post-modernisme lahir sebagai impact dari aspek-aspek lingkungan dan social yang ada di masyarakat. Beberapa aspek tersebut yaitu globalisasi, kapitalisme, urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan masyarakat jaringan. Lebih utamanya lagi, post-modernisme lahir setelah zaman modernitas berakhir. Jadi, post-modernisme merupakan zaman baru setelah adanya modernitas. Seperti yang dikemukakan Pip Jones dalam bukunya yang berjudul Pengantar Teori-teori Sosial dari Teori Fungsionalisme hingga Post-modernisme bahwasanya “…..modernitas sudah berakhir dan kini kita hidup dalam zaman baru, post-modernitas, dan kita membutuhkan cara-cara baru untuk menjadikan masuk akal dunia yang ditransformasi seperti ini.” (2009 : 216)

Adapun dari pernyataan Jones diatas, penulis dapat memahami bahwa ‘cara-cara baru’ tersebutlah yang melandasi lahirnya teori post-modernisme. Cara-cara baru tersebut sebagai jalan keluar dan atau refleksi pemikiran para ahli dalam menyikapi tantangan social masyarakat pada masa itu. Post-modernisme ini sendiri mulai muncul pada tahun 1967. Awal mula kemunculan post-modernisme ditahun tersebut ditandainya dengan terbitnya tulisan dari Frederic Jameson yang berjudul “Postmodernism, or the Cultural Logic of Late Capitalism. (2012 : 295). Tulisan Jameson itu sendiri hadir bersamaan dengan tulisan berjudul “On Grammatology” milik Jacques Derrida yang menandai munculnya post-strukturalisme.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa Post-modernisme merupakan suatu  pandangan bahwa eksistensi kontemporer ditandai oleh hilangnya keyakinan pada kemungkinan, begitu sentral bagi ideal-ideal pencerahan, bahwa manusia dapat mencapai kebenaran objektif atau pengetahuan tertentu. Pip Jones juga berpendapat bahwa post-modernisme adalah semua pengetahuan manusia tak terelakkan adalah ciptaan kebudayaan. Karena manusia tak pernah berada di luar pengaruh kebudayaan yang membentuk mereka menjadi siapa mereka, pengetahuan manusia akan selalu merupakan produk waktu dan tempat. (2009 :  280)

Sumber :

Jones, Pip. 2009. Pengantar Teori-Teori Sosial, Dari Teori Fungsionalisme hingga Post-modernisme. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Sindung Haryanto. 2012. Spektrum Teori Sosial dari Klasik hingga Postmodern. Yogyakarta : Ar-ruzz Media.

http://amazine.co/22336/perbedaan-antara-modernisme-dan-postmodernisme/ (diakses pada 20 September 2015 pukul 14.00 WIB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s