Anything

Sejarah Politik dan Hubungan Internasional : Sebuah Opini tentang ASEAN

Tidak ada negara yang bisa hidup secara individualistis. Sebuah negara tentunya harus memiliki hubungan yang terjalin dengan beberapa negara guna memenuhi kebutuhan rakyatmya. Negara-negara di benua Asia yang notebene masih dalam tahap berkembang pun menjalin hubungan bilateral dengan negara lainnya. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan negara-negara benua Asia lainnya. Bahkan, secara geopolitik dan geoekonomi kawasan Asia Tenggara memiliki nilai yang sangat strategis. (2007 : 1). Kestrategisan tersebut jugalah yang menjadikan Asia Tenggara sebagai negara rebutan bangsa-bangsa Barat.

ASEAN (Association of South East-Asia Nations) didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Pada awal pembentukannya ASEAN hanya terdiri dari lima negara : Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. (2010 : 13). Walaupun baru resmi berdiri tahun 1967, sebenarnya ASEAN sudah pernah dirintis pembentuknya melalui organisasi bilateral bernama ASA (Association of Southeast Asia) dan MAPHILINDO pada tahun 1961. Akan tetapi kedua organisasi tersebut bubar dikarenakan terjadinya konfrontasi antar negara-negara anggotanya.

Pondasi awal dibentuknya ASEAN selain karena memiliki latar historis yang sama, juga karena adanya rasa untuk membangun suatu kebersamaan dan kerjasama dengan dilandasi oleh rasa saling percaya. Bubarnya ASA dan MAPHILINDO setidaknya memberikan pelajaran bagi negara-negara Asia Tenggara bahwa penting adanya memupuk hubungan yang baik antar negara tetangga. Sehingga, lambat laun ASEAN pun semakin kokoh berdiri. Setahap demi setahap, setelah Piagam Deklarasi ASEAN ditandatangani, keanggotaan ASEAN pun semakin bertambah. Hingga saat ini, kesepuluh negara di kawasan Asia Tenggara sudah resmi tergabung dalam keanggotaan ASEAN.

Guna membangun kerjasama yang baik dan kokoh, ASEAN memiliki beberapa visi dan misi yang tercantum dalam Piagam ASEAN. Adapun implementasi visi dan misi tersebut diwujudkan melalui tujuan, prinsip, hingga program kerjasama di negara-negara ASEAN. Secara garis besar, ASEAN ingin mewujudkan perdamaian, persatuan, kesatuan, dan kebersamaan yang kokoh bagi negara-negara anggotanya. Maka dari itulah, ASEAN juga rutin menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) setiap tahunnya.

 

Sumber :

Bambang Cipto. 2010. Hubungan Internasional di Asia Tenggara Teropong terhadap Dinamika, Realitas, dan Masa Depan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. (9-15)

Tim Penyusun Buku “ASEAN Selayang Pandang” Edisi ke-17. 2007. ASEAN Selayang Pandang. Jakarta : Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. (1-4)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s