Buah Pena

Malam Panjang

Terkadang… sepi itu menyenangkan
Apalagi ketika malam datang.
Rasanya hangat.

Terkadang… sendiri itu menenangkan.
Apalagi saat malam tiba begitu saja.
Seakan memori berlomba menari di pikiran.

Terkadang juga, aku mensyukuri malam panjang…
Malam ketika bulan terlihat bulat sempurna…
Malam ketika langit bertabur kejora kecil berkelip indah…
Malam ketika hujan rintik-rintik membasahi bumi…
Atau,
Ketika malam kuhabiskan begitu saja duduk berdua bersama mu.
Bercengkrama tak tentu arah dengan segelas kopi milikmu dan teh kepunyaanku.

Rasanya bahagia, sayang.
Ketika malam hanya bersama kita.
Walaupun itu terasa panjang bagi sebagian mereka.
Tapi itu menyenangkan.
Sebab aku bisa berderai tawa mendengar lelucon anehmu.
Malam panjang juga menenangkan.
Sebab aku bisa mengingat dengan baik segala aral yang telah kita urai bersama.
Segala cerita yang kita tulis berdua.
Serta segala asa yang kita rajut bersisian.

Denganmu, malam panjang selalu aku syukuri.
Karena setidaknya, kau telah mengajari ku bersabar…
Bersabar untuk menghabiskan sisa hidup walau mungkin hanya ditemani secangkir kopi dan teh hangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s