Buah Pena

Dalam Diam

Kadang aku sering menerka-nerka, sayang…
Apa yang sebenarnya kau pikirikan dalam diam mu itu?
Kadang aku sering bertanya, kasih…
Mengapa engkau begitu menyukai termenung dan diam?

Terkadang aku sering berharap…
Terlintaskah aku dalam diam benak dingin mu itu?
Tapi tak mengapa…
Sebab dalam diam kau begitu menakjubkan
Kau seperti tak pernah ragu tuk menampakkan beragam bisu

Tapi tak mengapa…
Sebab dalam diam kau begitu memukau, kekasih
Melihatmu bercengkrama dengan raga, jiwa, bahkan alam yang ikut berpadu untukmu
Dalam diam kau bagai patung dewa-dewi Yunani dalam singgasana Parthenon
Kau indah, tapi juga berbahaya…

Dalam diam mu itu aku iri, sayang
Karena aku tak bisa
Karena aku tak pernah sanggup membaca berjuta pikiranmu…
Bahkan aku takut
Karena dalam diam, kau seakan tak pernah merasa denganku
Ya…
Dalam diam aku kehilanganmu.

(Puisi pertama di tahun 2016. Ditujukan untuk kamu, yang mencintai diam dan tenggelam dalam sibukmu.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s