Anything

Contoh RPP Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sejarah SMA Kelas X

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

Sekolah                         : SMA Negeri 1 Bangsa

Mata Pelajaran              : Sejarah Indonesia

Kelas/Semester              : X/Ganjil

Materi Pokok                : Kehidupan masyarakat zaman pra aksara

Alokasi Waktu              :15 Menit

 

  1. Kompetensi Inti (KI)

KI  1          :  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI  2         : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI  3         : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan  rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI  4          : Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dan yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator
No Kompetensi Dasar Indikator
2.3 Berlaku jujur dan bertanggung-jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah. 2.3.1        Kesediaan melakukan tugas sejarah sesuai kesepakatan kelompok

2.3.2        Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan

2.3.3        Aktif dalam kerja kelompok

2.3.4        Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok

2.3.5        Tidak mendahulukan kepentingan pribadi

2.3.6        Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain

2.3.7        Mendorong orang lain untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama

2.3.8        Tidak melakukan plagiasi dan menyertakan sumber sebagai pertanggung jawaban.

3.2 Memahami corak kehidupan masyarakat pada zaman pra aksara.

 

3.2.1. Menjelaskan pengertian pra aksara

3.2.2. Menjelaskan proses alam terjadinya kepulauan Indonesia.

 

 

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Siswa dapat berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tigas dari pembelajaran sejarah.
  3. Siswa dapat menjelaskan pengertian pra aksara.
  4. Siswa dapat menjelaskan proses alam terjadinya kepulauan Indonesia.

MATERI PEMBELAJARAN 

  1. Pengertian Pra Aksara

Praaksara berasal dari dua kata, yakni pra yang berarti sebelum dan aksara yang berarti tulisan. Dengan demikian zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Ada istilah yang mirip dengan istilah praaksara, yakni istilah nirleka. Nir berarti tanpa dan leka berarti tulisan. Karena belum ada tulisan maka untuk mengetahui sejarah dan hasil-hasil kebudayaan manusia adalah dengan melihat beberapa sisa peninggalan yang dapat kita temukan. Kapan waktu dimulainya zaman praaksara? Kapan zaman praaksara itu berakhir?

Zaman praaksara dimulai sudah tentu sejak manusia ada, itulah titik dimulainya masa praaksara. Zaman praaksara berakhir setelah manusianya mulai mengenal tulisan. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab adalah kapan tepatnya manusia itu mulai ada di bumi ini sebagai pertanda dimulainya zaman praaksara. Sampai sekarang para ahli belum dapat secara pasti menunjuk waktu kapan mulai ada manusia di muka bumi ini. Tetapi yang jelas untuk menjawab pertanyaan itu kamu perlu memahami kronologi perjalanan kehidupan di permukaan bumi yang rentang waktunya sangat panjang. Bumi yang kita huni sekarang diperkirakan mulai terjadi sekitar 2.500 juta tahun yang lalu.

  1. Proses Alam Terjadinya Kepulauan Indonesia

Ada banyak teori dan penjelasan tentang penciptaan bumi, mulai dari mitos sampai kepada penjelasan agama dan ilmu pengetahuan. Kali ini kamu belajar sejarah sebagai cabang keilmuan, pembahasannya adalah pendekatan ilmu pengetahuan, yakni asumsi-asumsi ilmiah, yang kiranya juga tidak perlu bertentangan dengan ajaran agama. Salah satu di antara teori ilmiah tentang terbentuknya bumi adalah Teori  “Dentuman Besar” (Big Bang), seperti dikemukaan oleh sejumlah ilmuwan dan yang mutakhir seperti ilmuwan besar Inggris, Stephen Hawking.

Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya. Jika digunakan teleskop besar Mount Wilson untuk mengamatinya akan terlihat ruang jagad raya itu luasnya mencapai radius 500.000.000 tahun cahaya. Gumpalan gas itu suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah itu, materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron dan elektron, yang bertebaran ke seluruh arah. Ledakan dahsyat itu menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi-galaksi bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit.  Bumi kita hanyalah salah satu titik kecil saja di antara tata surya yang mengisi jagad semesta. Di samping itu banyak planet lain termasuk bintang-bintang yang menghiasi langit yang tak terhitung jumlahnya. Boleh jadi ukurannya jauh lebih besar dari planet bumi. Bintang-bintang berkumpul dalam suatu gugusan, meskipun antarbintang berjauhan letaknya di angkasa.

Ada juga ilmuwan astronomi yang mengibaratkan galaksi bintang-bintang itu tak ubahnya seperti sekumpulan anak ayam,  yang tak mungkin dipisahkan dari induknya. Jadi di mana ada anak ayam di situ pasti ada induknya. Seperti halnya dengan anak-anak ayam, bintang-bintang di angkasa tak mungkin gemerlap sendirian tanpa disandingi dengan bintang lainnya. Sistem alam semesta dengan semua benda langit sudah tersusun secara menakjubkan dan masing-masing beredar secara teratur dan rapi pada sumbunya masing-masing.

Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan waktu kosmologis yang sangat lama sampai beribu-ribu juta tahun. Terjadinya evolusi bumi sampai adanya kehidupan memakan waktu yang sangat panjang. Ilmu palaentologi membaginya dalam enam tahap waktu geologis. Masing-masing ditandai oleh peristiwa alam yang menonjol, seperti munculnya gunung-gunung, benua dan makhluk hidup yang paling sederhana. Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut.

  1. Azoicum (Yunani: a = tidak; zoon = hewan), yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi. Waktunya lebih dari satu milyar tahun lalu.
  2. Palaezoicum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira 350.000.000 tahun.
  3. Mesozoikum, yaitu zaman purba tengah. Pada masa ini hewan mamalia (menyusui), hewan amfibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. Lamanya kira-kira 140.000.000 tahun.
  4. Neozoicum, yaitu zaman purba baru, yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu. Zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (Tersier dan Quarter), zaman es mulai menyusut dan makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

Merujuk pada tarikh bumi di atas, sejarah di Kepulauan Indonesia terbentuk melalui proses yang panjang dan rumit. Sebelum bumi didiami manusia, kepulauan ini hanya diisi tumbuhan flora dan fauna yang masih sangat kecil dan sederhana. Alam juga harus menjalani evolusi terus menerus untuk menemukan keseimbangan agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi alam dan iklim, sehingga makhluk hidup dapat bertahan dan berkembang biak mengikuti seleksi alam.

Gugusan kepulauan ataupun wilayah maritim seperti yang kita temukan sekarang ini terletak di antara dua benua dan dua samudera, antara Benua Asia di utara dan Australia di selatan, antara Samudera Hindia di barat dan Samudera Pasifik di belahan timur. Faktor letak ini memainkan peran strategis sejak zaman kuno sampai sekarang. Namun sebelum itu marilah kita sebentar berkenalan dengan kondisi alamnya, terutama unsur-unsur geologi atau unsur- unsur geodinamika yang sangat berperan dalam pembentukan Kepulauan Indonesia.

Menurut para ahli bumi, posisi pulau-pulau di Kepulauan Indonesia terletak di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi. Inti perut bumi tersebut berupa lava cair bersuhu sangat tinggi. Makin ke dalam tekanan dan suhunya semakin tinggi. Pada suhu yang tinggi itu material-material akan meleleh sehingga material di bagian dalam bumi selalu berbentuk cairan panas. Suhu tinggi ini terus menerus bergejolak mempertahankan cairan sejak jutaan tahun lalu. Ketika ada celah lubang keluar, cairan tersebut keluar berbentuk lava cair. Ketika lava mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih dingin dari ribuan derajat menjadi hanya bersuhu normal sekitar 30 derajat. Pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku atau kerak. Keberadaan kerak benua (daratan) dan kerak samudera selalu bergerak secara dinamis akibat tekanan magma dari perut bumi. Pergerakan unsur-unsur geodinamika ini dikenal sebagai kegiatan tektonis.

Sebagian wilayah di Kepulauan Indonesia merupakan titik temu di antara tiga lempeng, yaitu lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara dan Lempeng Pasifik di timur. Pergerakan lempeng- lempeng tersebut dapat berupa subduksi (pergerakan lempeng ke atas), obduksi (pergerakan lempeng ke bawah) dan kolisi (tumbukan lempeng). Pergerakan lain dapat berupa pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempeng- lempeng. Pergerakan mendatar berupa pergeseran lempeng- lempeng tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang. Perbenturan lempeng-lempeng tersebut menimbulkan dampak yang berbeda-beda. Namun semuanya telah menyebabkan wilayah Kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil hingga rawan gempa sepanjang waktu.

  1. Metode Pembelajaran
  • Pendekatan : Saintifik
  • Strategi / Model : Cooperative learning dan diskusi
  • Metode : Analisis, diskusi kelompok, Tanya jawab, penugasan.
  1. Media, alat, dan Sumber Pembelajaran
  2. Media : Slide presentasi power point
  3. Alat : LCD Proyektor, laptop
  4. Sumber :
  • Manusia dan Kebudayaan Indonesia
  • Habib Mustopo, dkk. Sejarah 1.
  • Sejarah Indonesia Kelas X.
  1. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
  2. Pertemuan ke 1
  • Kegiatan Pendahuluan (Max. 2 menit)
  • Salam
  • Doa
  • Presensi
  • Apersepsi, dilakukan dengan guru membuka pelajaran melalui satu pertanyaan yang dilemparkan ke murid seperti, “Apa yang kalian ketahui tentang kehidupan manusia pada zaman pra aksara ?”
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu, peserta didik mampu Menjelaskan pengertian pra aksara beserta terbentuknya kepulauan Indonesia.
  • Kegiatan Inti (10 menit)

Mengamati :

Membaca buku teks dan melihat slide presntasi tentang kehidupan manusia zaman pra aksara.

Menanya :

Menanya melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan klarifikasi tentang pengertian pra aksara dan penjelasan tentang terbentuknya kepulauan Indonesia

Mengeksplorasikan :

Mengumpulkan informasi terkait dengan pertanyaan mengenai kehidupan manusia zaman pra aksara dna kepulauan Indonesia melalui bacaan, pengamatan terhadap sumber-sumber  seperti peta, berita bencana alam,  atau  berdiskusi.

Mengasosiasikan :

Menganalisis informasi dan data-data yang didapat baik dari bacaan maupun dari  sumber-sumber  lain yang terkait untuk mendapatkan  kesimpulan tentang  pengertian pra aksara dan penjelasan tentang terbentuknya kepulauan Indonesia.

Mengkomunikasikan :

Hasil analisis kemudian disampaikan dalam bentuk laporan tertulis tentang pengertian pra aksara dan penjelasan tentang terbentuknya kepulauan Indonesia melalui bacaan, pengamatan terhadap sumber-sumber seperti peta kejadian alam yang terjadi di lingkungan terdekat.

Juknis Kegiatan Inti :

  1. Guru menyampaikan berbagai permasalahan yang harus dijawab oleh siswa melalui beberapa pertanyaan
  2. Siswa mencari, mengamati, mengeksplorasi, mempelajari tentang pengertian zaman pra aksaran dan proses terbentuknya kepulauan Indonesia.
  3. Hasil analisis didiskusikan bersama untuk memperdalam pemahaman siswa tentang materi.
  • Kegiatan Penutup (max. 3 menit)
  • Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  • Dari hasil diskusi guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
  • Mengadakan penilaian (Diambil dari tujuan)
  • Follow up atau tindak lanjut (pesan untuk pertemuan berikutnya).
  • Diakhiri dengan do’a dan salam

Penilaian

  1. Penilaian non test
No Nama Siswa Aspek yang Dinilai
1 2 3 4 5 6 Jml nilai
1 Lintang              
2 Raisha              
3 Zahra              
4 Dst…              

 

Aspek yang Dinilai Meliputi: 1. Keaktifan menggali sumber.

  1. Kemampuan bekerjasama
  2. Keaktifan bertanya
  3. Akurasi pertanyaan.
  4. Kemampuan memberikan kritik dan saran
  5. Kemampuan menanggapi pertanyaan.

Catatan : Skala Penilaian 1-4

4 : Sangat Aktif.                                3 : Aktif

2 : Kurang Aktif                                 1 : Tidak aktif.

 

Kriteria Penilaian :           21-24 : A

17-20 : B

12-16 : C

6-11   : D

 

Penilaian Sikap Spiritual

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan

sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                   : ………………….

Kelas                                          : ………………….

Tanggal Pengamatan                  : …………………..

Materi Pokok                             : …………………..

 

No Aspek Pengamatan Skor
1 2 3 4
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu        
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan        
3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi        
4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan        
5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan        
Jumlah Skor        

Petunjuk Penskoran :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

 

 

 

Contoh :

Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :

 

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :

Sangat Baik   : apabila memperoleh skor : 3,33 < skor ≤ 4,00

Baik                : apabila memperoleh skor : 2,33 < skor ≤ 3,33

Cukup                        : apabila memperoleh skor : 1,33 < skor ≤ 2,33

Kurang           : apabila memperoleh skor : skor ≤ 1,33

 

Penilaian sikap jujur

Nama Peserta Didik                   : ………………….

Kelas                                          : ………………….

Tanggal Pengamatan                  : …………………..

Materi Pokok                             : …………………..

 

No Aspek Pengamatan Skor
1 2 3 4
1 Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas        
2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas        
3 Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya        
4 Melaporkan data atau informasi apa adanya        
5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki        
Jumlah Skor        

Petunjuk Penskoran :

Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual

 

 

Penilaian sikap tanggungjawab

  • Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan

sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                : ………………….

Kelas                                       : ………………….

Tanggal Pengamatan               : …………………..

Materi Pokok                          : …………………..

 

No Aspek Pengamatan Skor
1 2 3 4
1 Melaksanakan tugas individu dengan baik        
2 Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan        
3 Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat        
4 Mengembalikan barang yang dipinjam        
5 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan        
Jumlah Skor        

Petunjuk Penskoran

Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual

 

  1. Penilaian Test

Soal test :

  • Jelaskan pengertian pra aksara !
  • Jelaskan mengapa istilah pra aksara lebih tepat digunakan daripada istilag pra sejarah !
  • Jelaskan proses terbentuknya kepulauan Indonesia !
  • Jelaskan keuntungan kepulauan Indonesia yang berada di 3 posisi lempeng strategis dunia !
  • Hikmah apa yang bisa kalian ambil dari mempelajari kehidupan manusia zaman pra aksara dan terbentuknya kepulauan Indonesia?

Pedoman penskoran

  • Masing-masing soal skor bergerak 1 – 10.
  • Dengan kriteria: jawaban lengkap                     9 -10

Jawaban agak lengkap                        7 –  8

Jawaban cukup lengkap          5 – 6

Jawaban kurang lengkap         3 – 4

Jawaban tidak lengkap            1 –  2

  • Soal no 1,2,3,4,5 bobotnya 2
  • Rumus penilaian : skor yang diperoleh masing-masing jawaban soal dikalikan bobot, dijumlah, kemudian dikalikan 100, kemudian dibagi skor tertinggi,
  • Maka andaikan benar semua nilai yang diperoleh adalah sebagai berikut ;

(skor jawaban soal  no.1,2,3, 4, 5) = 2 x 5 = 10

Jumlah skor yang diperoleh 10. Dikalikan 100 = 10000 Dibagi 10 = 100

 

Format penilaian

 

Nama Siswa

Nomor soal, bobot skore masing masing soal dan nilai akhir
1

(2)

2

(2)

3

(2)

4

(2)

5

(2)

Nilai akhir

(jumlah skore

Kali bobot dikalikan 100 dibagi 100)

             
             
             
             
             
             
Dst ……            

 

 

 

Purbalingga, 4 Januari 2016

 

Mengetahui

Kepala SMA N 1 Bangsa                                                       Guru Mata Pelajaran Sejarah

 

 

 

Retno Asih Wulandari, M. Pd.                                               Risda Amanda, S.Pd

NIP.  199520142010031002                                                  NIP. 13406241007

 

 

 

 

BAHAN AJAR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s