Anything

Politik Pendidikan di Indonesia Bulan Juli-September 1967

Uraian Kronik Berita

  1. Kedaulatan Rakjat : Rabu Paing, 19 Djuli 1967 (11 B. Mulud – Alip 1899)

Kelas Masjarakat Dihidupkan di S.D.2 se- D.I.J.

KEPALA Inspeksi Pendidikan Dasar Dinas PD di K DIJ Des Sinto Ariwibowo mengatakan bahwa guna turut ambil bagian dalam mensukseskan Keputusan MPRS terutama keputusan no. XXVII/66, kini inspeksi SD DIJ tsb telah menanggapi isi dan ajakan briefing Dridjen Pensakal Drs. M. Setiadji Kertahadikusuma baru2 ini di Jogjakarta, jg isinja : 1. Pendidikan untuk hasilkan “manpower” jang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah Masjarakat, bangsa dan Negara, diatas falsafah Pantjasila dan UUD 45, dengan banting setir, menudju sekolah2 kedjurusan.

Inspeksi Pendidikan Dasar diatas PD dan K/DIJ telah mengadakan wawantjara langsung dengan Kepala2 SD se DIJ jang memiliki alat2 peladjaran praktis.

Berkat wawantjara itu, didapat kebulatan tekad, dengan alat2 peladjaran serta kemampuan jg ada, sanggup merintis kembali hidupnja. “Kelas Masyarakat” di tiap2 Kabupaten/Aspen Wilajah, melalui peladjaran2 praktis di Sekolah Dasar, selaran dengan pembangunan Daerah/Bangsa/Negara, diatas landasan idiil Pantjasila, dan landasan struktural UUD 1945.

Pimpinan2 masjarakat diharap bantu.

Untuk itu diharapkan semua pemimpin2 masjarakat, Lurah/Tritunggal/Panitia tunggal bersama aparat Dinas PDK/DIJ nivenu turut aktip mengambil bagian Pemerintah agar memberikan kendaraan dinas khusus Inspeksi Pendidikan Dasar Dinas PDK/DIJ, agar dapat memberikan bimbinganja setjara langsung/dari dekat kepada SD2.

Perlu diketahui hingga kini Kepala Inspeksi Pendidikan Dasar beserta stafnja, setiap meninjau wilajah hampir selalu dijemput oleh guru2 setempat jg mengharapkan kedatangannja, agar dengan berdikari.

Demikianlah kebulatan tekad Inspeksi dan para Kepala2 SD Dinas PDK/DIJ. —(KR).

 

  1. Kedaulatan Rakjat : Senin Paing,

 

PENGGUNAAN BUKU “CIVICS” TERLARANG

Direktur Djenderal Pendidikan Dasar , Kolonel Drs. Setiadi, tetap melarang penggunaan buku “Civics” karangan Supardjo cs dan Sumardjo cs, demikian isi pengumuman Humas Dirdjen Pendidikan Dasar kepada pers.

Diterangkan, bahwa sebagai pegangan para guru dalam hal peladjaran Kewarganegaraan Negara, ialah Pantjasila, UUD RI 1945, Ketetapan MPRS 1966 dan 1967, dan Pengetahuan Umum mengenai PBB. —Ant.

 

KAMI C.T. Dewan Mahasiswa U.G.M. Keluar dari Bakersama

KAMI CT Dewan Mahasiswa UGM mengeluarkan pernjataan jg maksudnja : 1) Tidak mengakui Bakersama (Badan Kerdjasama Dewan2/Senat2 Mahasiswa) sebagai badan tertinggi dari Dewan2 Senat2 Mahasiswa. 2), KAMI CT Dewan Mahasiswa UGM keluar dari keanggotaan Bakersama.

Konsideran dari pernjataan itu dikemukakan sbb :

KAMI CT Dewan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, setelah memperhatikan :

  1. Sidang2 KAMI/CT, Dewan Mahasiswa UGM mengenai Bakersama.
  2. Tidak adanya urgensi daripada Bakersama selain sebagai kerdjasama jang insidentil pada projek2 yang insidentil.

Menimbang : 1. Dewan Mahasiswa sebagai salah satu badan daripada tritunggal Universitas, yaitu : Corps Mahaguru Dosen, Corps Pegawai dan Corps Mahasiswa dengan Dewan Mahasiswa hanja bertanggung djawab kepada Rektor. 2. Pembicaraan dalam RAKER KAMI Konsulni Jogjakarta tanggal 12 s/d 13 Djuli 1967 yang belum mengakui KAMI CT Dewan Mahasiswa UGM sebagai anggota KAMI Konsulat Jogjakarta. 3. Perlu dikeluarkannja sikap KAMI CT Dewan Mahasiswa UGM terhadap Bakersama.

Mengingat : Kemurnian perdjuangan Orde Baru chususnja, KAMI jang selalu berpegang pada prinsip2 perdjuangan : berani mengoreksi dan dikoreksi demi keadilan dan kebenaran serta menentang setiap bentuk dualisme.

 

  1. Kedaulatan Rakjat : Selasa Paing

Perbaiki pendidikan science mathematik di-sekolah2

Hasil Seminar Nasional di UGM

SEMINAR Nasional Pendidikan Science dan Mathematik jg berlangsung selama dua hari di Fakultas Ilmu Pasti dan Alam UGM telah ditutup oleh Ketua Presidium UGM Drs. Soepojo Padmodipoetro MA. Dalam sidang penutupan jang dihadiri oleh segenap peserta dan penindjau telah didengar laporan seksi2 mathematik, biologi, kimia, fisika, dan elementary school science. Nampak hadir Sesepuh UGM Prof. Dr. Sardjito dan consulaat regional centre untuk Pendidikan Science dan Mathematik di Penang, Mr. Sianery.

Seminar berpendapat bahwa keadaan pendidikan science dan mathematik di sekolah2 Dasar dan Landjutan di Indonesia masih mengetjewakan. Diantara rentjana penting jang diusulkan perubahan kurikulum : solving method, pemberian fasilitas penggunaan alat2 peraga, perpustakaan sekolah dll; kwalifikasi utk guru2 jang mengajar science dan mathematik. Diusulkan pula agar pendidikan science dan mathematik dimulai dari Sekolah Dasar, dan chusus mengenai mathematika introduksinya diusulkan agar dilakukan tahap demi tahap.

Selandjutnja seksi2 telah pula mengemukakan usul rentjananja agar diadakan forum jang tetap untuk membicarakan masalah2 pendidikan science dan mathematik jang terdiri dari 3 unsur, jaitu unsur pemerintah, unsur ahli science dan mathematik, dan unsur guru. Demikian antara lain laporan seksi2 jang dikemukakan oleh ketuanja jaitu Prof. Ir. RMJT Soehakso untuk mathematik, Ir. Soerjo untuk biologi, Ir. Sajid untuk kimia, Soepono, M.Sc untuk fisika, dan Drs. Soemadji untuk elementary school science.

Perlu ditambahkan bahwa seminar nasional tsb telah diikuti oleh 61 orang peserta dan 13 orang penindjau dari IKIP Jogja, Bandung, Surabaja, Semarang, Malang, LBN Bogor, LPPP Bandung, ITB Bandung, Dep P dan K Djakarta, Inspeksi SMA Djateng, Perwakilan P dan K DLI dan sedjumlah sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas negeri dan swasta di Jogjakarta dan dari UGM sendiri.

Dalam waktu dekat wakil2 seminar tsb akan disampaikan pada Regional Centre Education in Science and Mathematic di Penang dan Pemerintah Departemen Pendidikan Kebudajaan. —(KR)

 

  1. Kedaulatan Rakjat : Sabtu Kliwon

Universiade : 28 Negara Sudah Datang 8 Negara hari ini di tunggu

Penjelenggaraan universiade Tokyo setelah terpukul oleh boikotnja jang dilantjarkan oleh Negara sosialis Korsel, mengatakan bahwa sedjumlah 36 negara telah terdaftar sebagai peserta dalam Pertemuan Olahraga Mahasiswa Sedunia jang akan dibuka Sabtu ini.

Komite Organisasi Universiade Tokyo dalam pada itu menjatakan bahwa negara2 Uni Sovjet, Rumania, Bulgaria, dan Korut tetap dimasukan dalam daftar peserta karena sampai sekarang belum diterima pernjataan resmi pemboikotan dari mereka. Komite ini mengatakan bahwa sedemikian djauh baru 28 negara dengan 926 orang atlit dan official jang telah masuk dalam perkumpulan atlit universiade itu.

Komite itu djuga mengumumkan susunan negara2 peserta dalam pawai pembukaan di stadion utama pada hari sabtu nanti.

Susunannja adalah sebagai berikut : Israel, Bulgariam Djerman Barat, Perantjis, Swiss, Austria, Indonesia, Inggeris, Kanada, Italia, Brazilia, Peru, Mexico, Belgia, Kenya, Hongkong, Portugis, India, Pakistan, Korea Selatan, Vietnam Selatan, Negeri Belanda, Selandia Baru, Australia, Pantai Gading, Spandjol, Uni Sovjet, Finlandia, Swedia, Turki, Filipina, Rumania, Amerika Serikat, Jugoslavia, Muangthai, dan tuan rumah Djepang.

Komite ini djuga mengatakan bahwa delegasi2 Filipina, Sepanjol, Finlandia, dan rombongan kedua delegasi AS diharapkan tiba hari Kamis ini. —Rtr.

 

  1. Analisis Kronik Berita

Analisis pertama, mengenai berita tentang penghidupan kembali kelas-kelas masyarakat di seluruh SD di DIY. Berita tersebut mengatakan bahwa guna mencapai pembangunan masyarakat daerah dan ikut mensukseskan keputusan MPRS, dinas PD dan K DIY akan membuka kembali kelas masyarakat. Pembukaan kembali kelas masyarakat tersebut searah dengan upaya untuk merintis sekolah kejuruan yang sesuai dengan ‘manpower’ bagi kebutuhan pembangunan.

Analisis kedua, mengenai pelarangan penggunaan buku ‘civics’ dalam mata pelajaran Kewarganegaraan. Berita tersebut tidak menyampaikan secara spesifik mengenai larangan itu. Hanya disebut bahwa pemerintah melalui dirjen pendidikan dasar melarang sekolah-sekolah untuk menggunakan buku civics karangan Supardjo dan Sumardjo cs. Guru hanya diperkenankan memakai Pancasila, UUD 1945, TAP MPRS 1966 dan 1967 serta pengetahuan umum PBB untuk pembelajaran. Tentunya keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya, mengenai alasan pelarangan tersebut. Sayangnya, saya tidak bisa menemukan kelanjutan keputusan tersebut di berita-berita selanjutnya.

Analisis ketiga, berita mengenai KAMI CT Dewan Mahasiswa UGM yang memtuskan keluar dari keanggotaan Bakersama. Dari berita ini hal yang saya bisa analisis adalah politik organisasi kampus sudah ada dari dahulu. Terbukti dengan adanya pernyataan KAMI CT UGM yang mengklaim bahwa mereka ada badan tunggal dan tidak mengakui Bakersama. Hal yang mungkin kurang jelas dari berita ini adalah tidak menjelaskan apa itu Bakersama dan bagaimana lingkup organisasi itu.

Analisis keempat, membahas tentang hasil seminar nasional tentang pendidikan science-mathematic di sekolah-sekolah yang diselenggarakan di UGM. Seminar tersebut memberikan hasil bahwa pendidikan science-mathematic masih mengecewakan. Hal ini karena kurangnya peningkatan beberapa aspek, seperti kualitas guru, kurikulum, hingga fasilitas pengajaran. Saya cukup kaget ketika membaca berita ini karena ternyata mata pelajaran eksakta sudah mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Ironisnya, dari berita-berita yang saya baca, pada rentang waktu tersebut tidak ada kebijakan maupun peristiwa penting yang berkaitan dengan mata pelajaran sosial. Dalam hal ini yang saya maksud adalah sejarah. Entahlah, mungkin pemerintah kala itu memiliki alasan yang cukup bijak telah menganakemaskan mata pelajaran eksakta.

Dan terakhir, analisis mengenai berita pertemuan olahraga mahasiswa sedunia atau yang kala itu disebut Universiade. Penyelenggaraan universiade di Tokyo tersebut dikatakan sebagai ajang bergengsi bagi seluruh mahasiswa di dunia. Indonesia sendiri sudah tercatat sebagai salah satu dari 36 negara yang mengikuti Universiade Tokyo.

Secara keseluruhan, saya menganalisis bahwa politik pendidikan yang terjadi di Indonesia pada rentang waktu Juli dan Agustus 1967 (bulan September tidak bisa saya bahas karena tidak ada sumbernya) sangat bervariasi. Meskipun begitu, fokus utama pendidikan Indonesia kala itu masih seputar masalah perbaikan pendidikan yang sesuai dengan Keputusan MPRS dan juga program untuk membangun kerjasama pendidikan dengan negara lain.

 

  1. Catatan Harian Kronik :

Saya pertama kali mencari sumber tugas untuk kronik ini pada hari Kamis, 8 Oktober 2015. Sejujurnya saya cukup kesulitan untuk menemukan lokasi JLC (Jogja Library Center) dikarenakan tempatnya sendiri yang nyempil dan agak tertutup deretan kios-kios pedagang kaki lima di Malioboro. Ditambah lagi pencarian pertama ini saya bisa dibilang hanya modal nekat, karena berpatokan pada GPS dan tidak mengajak teman atau senior yang sama-sama di sejarah. Ketika itu saya mengajak pacar saya, karena kebetulan ketika itu kami juga hendak ke Gramedia Mall Malioboro. Dan seperti dugaan saya, pencarian pertama tersebut kurang memuaskan. Saya sempat shock karena ternyata Koran-koran yang saya cari sudah di digitalisasi oleh pihak JLC. Terlebih pihak JLC tidak mengizinkan pengunjungnya untuk mengkopi file-file yang sudah di digitalisasi tersebut. Jadilah saya terpaksa memotret manual dari computer JLC. Pencarian pertama tersebut menghabiskan waktu hanya sekitar 45 menit, karena mata dan tangan saya sudah pegal memotret file dari layar computer. Pencarian pertama ini membuahkan baru sekitar 50% file-file di bulan Juli 1967.

Pencarian kedua saya dilakukan pada hari Senin, 12 Oktober 2015. Tidak ingin mengulangi ‘sejarah’ yang sebelumnya, kali ini saya mengajak senior saya yang kebetulan satu kos dan dia juga ingin mencari tambahan sumber untuk skripsinya. Saya berjuang keras untuk menjaga mata tetap awas dalam memilah-milah file digitalisasi yang sangat berpotensi menambah kadar minus kacamata. Pencarian kedua ini saya tuntaskan selama kurang lebih 2 jam. Walaupun saya sudah menuntaskan pencarian, tapi saya agak kecewa karena ternyata JLC tidak memiliki arsip untuk bulan yang terakhir, September 1967. Saya juga sudah bertanya pada petugas dan memang ternyata mereka tidak memiliki koran untuk bulan September 1967. Saya ketika itu malah disuruh mencari di BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah) DIY. Sayangnya, setelah saya menuntaskan pencarian di JLC dan pergi ke BPAD DIY, disana malah tidak menerima peminjaman pustaka dalam bentuk apapun dikarenakan sedang mengadakan renovasi untuk pindah gedung awal tahun nanti. Akhirnya, saya memutuskan untuk benar-benar menyudahi pencarian, karena saya merasa cukup puas dengan sumber-sumber yang sudah saya dapat di JLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s