Anything

Kerajaan-kerajaan Masa Islam

KERAJAAN PERLAK
Perkembangan Kerajaan
Kerajaan Perlak awalnya sebuah nagari atau negara yang bernama Kayei Peureulak. Sampai saat ini belum diketahui letak pastinya. Sejarawan memperkirakan setidaknya kerajaan ini berada di pesisir timur Sumatera.  Sumber sejarah kerajaan Perlak diantaranya adalah mata uang (kebanyakan terbuat dari emas, perak, dan kuningan), makam raja, stempel kerajaan, dan beberapa kitab salah satunya Kitab Idharul Haq.
Awal kemunculan kerajaan Perlak dimulai dari ramainya kegiatan perdagangan disekitar lingkungan Perlak. Kebanyakan para pedagang muslim (terutama berasal dari Arab dan Persia) menyebut daerah tersebut Bandar Perlak. Sebelum menjadi kerajaan (atau kesultanan) Perlak sudah memiliki pemerintahannya sendiri yang bergelar Meurah.
Kerajaan Perlak berkembang semakin pesat. Sector perdagangan dan pelayaran sebagai basis perekonomian juga ditingkatkan. Di sisi lain, dakwah mengenai Islam juga makin terrsebar luas. Pernikahan politik yang dilakukan antara putri Ganggang Sari (anak Sultan Muhammad Amin Syah) dengan Sultan Malik Al-Saleh kemudian membuat Perlak berada dibawah kerajaan Samudera Pasai. Meki demikian, sebelumnya keadaan kerajaan Perlak sudah cukup mengkhawatirkan karena terjadi pertikaian terus-menerus tentang mahzab Sunni dan Syiah sebagai mazhab utama kerajaan.
Kehidupan Masyarakat
Masyarakat kerajaan Perlak sudah hidup dalam keadaan makmur. Pengaruh Islam juga semakin dikenal luas. Hal tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari peran para pedagang. Masa kejayaan kerajaan Perlak dibawah pemerintahan Sultan Abdul Aziz Syah dan Sultan Muhammad Amin Syah. Sejalan dengan pengaruh konstelasi politik Mesir, kerajaan Perlak terbagi menjadi dua mazhab yakni Sunni dan Syiah.

KERAJAAN SAMUDERA PASAI
Perkembangan Kerajaan
Pesatnya kegiatan perdagangan dan pelayaran di Selat Malaka dan pesisir Sumatera memunculkan banyak pengaruh local. Samudera Pasai pun salah satunya. Dapat dikatakan bahwa saat Kerajaan Perlak runtuh, Samudera Pasai-lah yang kemudian menggantikan kedudukannya. Dibandingkan Perlak, kerajaan Samudera Pasai memang lebih strategis, karena selain berada di jalur perdagangan Selat Malaka, juga terletak di muara sungai Pasangan (Pasai). Sumber sejarah kerajaan ini diantaranya adalah berita dari Ibnu Batutah, makam Sultan Malik al-Saleh, dan hikayat raja-raja Samudera Pasai. Tumbuhnya kerajaan Samudera Pasai selain didukung oleh letaknya yang strategis, juga adanya hasil ekspor pertanian yang menjadi komoditas ekspor, yaitu lada. Hal ini menjadikan kerajaan Samudera Pasai maju dalam pelayaran dan perdagangan, serta tumbuh menjadi kerajaan mariitim. Samudera Pasai juga akhirnya berkembang menjadi pusat perdagangan dan agama.
Kehidupan Masyarakat
Sama seperti kerajaan Perlak, masyarakat di kerajaan Samudera Pasai juga sudah hidup makmur. Pemerintahannya berawal dari Marah Silu, atau Sultan Malik as-Saleh, mencapai kejayaan pada masa Sultan Malik at-Tahir dan berakhir pada masa Sultan Zainal Abidin. Pusat perekonomian berada di perdagangan dan pelayaran, terutama hasil bumi. Masyarakat juga sudah memiliki system sosial yang cukup baik. Akibat dari intensnya pengaruh Arab, masyarakat kerajaan Samudera Pasai juga memiliki banyak persamaan dengan Arab. Tidak mengherankan jika kemudian Samudera Pasai dikenal dengan nama Serambi Mekah.

KERAJAAN ACEH
Perkembangan Kerajaan
Kerajaan ini terletak di Aceh, sebelah utara pulau Sumatera. Sumber sejarah kerajaan Aceh diantaranya berupa catatan, yaitu catatan Lombard, kitab Bustanus Salatin karya Nurrudin ar-Raniri, masjid Raya Baiturrahman, dan cerita rakyat Aceh. Perkembangan kerajaan ini diawali setelah Malaka diduduki Portugis tahun 1511. Hal tersebut menjadikan banyak pedagang asing kemudian memindahkan aktifitas perdagangan ke Aceh. Selang kemudian aktifitas perdagangan dan perkembangan semakin maju, kerajaan Aceh menjadi kerajaan besar dan kuat. Akan tetapi kerajaan ini mengalami kemunduran terutama karena Perang Aceh yang memakan waktu dan korban yang tidak sedikit.
Kehidupan Masyarakat
Pemerintahan awal kerajaan dibentuk oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Kemudian kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda. Kehidupan ekonomi yang utama dari masyarakat di kerajaan Aceh berasal dari perdagangan dan pelayaran. Komoditas yang diperdagangkan terutama lada dan timah. Sementara itu di kehidupan sosial masyarakat juga sudah terstruktur rapi. Terdapat beberapa golongan yang membedakan peranannya di lingkungan masyarakat dan kerajaan, yaitu :
Golongan teuku yang merupakan golongan bangsawan
Golongan teungku yang merupakan golongan ulama
Golongan hulubalang atau ulebalang yang merupakan prajurit
Golongan rakyat biasa

KERAJAAN BANTEN
Perkembangan Kerajaan
Hampir sama dengan kerajaan Aceh, letak kerajaan Banten secara geografis adalah provinsi Banten saat ini. Sumber sejarah kerajaan ini berasal dari catatan Ten Dam, dan sebuah padrao atau tugu kuno pelabuhan Sunda Kelapa. Perkembangan awal dimulai ketika pelabuhan Sunda Kelapa menjadi bandar penting kegiatan perekonomian di Selat Sunda dan sekitar Laut Jawa. Posisi yang strategis menjadikan kerajaan Banten sangat kuat dan bahkan dianggap berbahaya oleh pemerintah colonial (VOC). Sayangnya, kerajaan ini kemudian runtuh setelah perang saudara antara ayah dan anak, yaitu Sultan Ageng Tirtayasa dengan putrnya, Sultan Haji akibat politik adu domba VOC.
Kehidupan Masyarakat
Awal pemerintahan kerajaan Banten dibentuk oleh Hasanuddin yang masih keturunan Fatahillah. Kerajaan Banten kemudian mencapai puncak keemasan ketika dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Masyarakat pun hidup makmur karena kegiatan perdagangan berjalan lancar. Selain berkembang menjadi pusat perdagangan, kerajaan Banten juga menjadi pusat penyebaran agama Islam. Peninggalan yang paling terkenal dari kerajaan ini adalah dibangunnya Masjid Agung Banten dan Gapura Kaibon. Bangunan tersebut  dibangun dengan arsitektur yang luar biasa karena tidak hanya menggabungkan unsure local dan Islam saja, tapi juga ada sentuhan Eropa karena arsiteknya adalah Hendrik dan Lukas Cardel. Mereka merupakan orang pelarian Belanda yang kemudian memeluk Islam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s