Buah Pena

Doa untuk Pekat 

​Ada yang mengintip dari sudut gelap, 

Kusebut dia pekat, sebuah rindu tak terjawab. 

Lalu hadirmu datang, menguak apa yang terlampau usang. 

Kemudian aku tersadar; 

pekat itu telah hilang. 

Rindu itu berganti sayang.

Lantas kamu menjelma pangeran, yang perlu diperjuangkan. 

Sebab aku terjaga; kamu membuat ku penting, membuatku berharga, membuatku terpana. 

Semoga, itu bisa selama. 

19.9.16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s