Anything

Review Film “Doctor Strange” : Sekelumit Kisah Pahlawan ‘Mistik’

            Konbanwa, minna! And hello, for Marvel Fans around the world !! ^0^ udah lama banget ya, gue gak nge-review film-filmnya Marvel. Dan ya, bertepatan dengan hari perdana perilisan film Doctor Strange di Indonesia (yang dimana kita mendapat kehormatan LAGI menjadi negara-negara awal untuk waktu perilisan), gue bakal ngasih review film yang di bintangi actor kawakan Benedict Cumberbatch ini. But, as usual, somehow I just can’t write review without the spoilers. *lol* and yeah, I’m a newbie as Marvel Fans. So, if you find something wrong in my review, kindly remind me to correcting it. 😉

 

 

 

images
poster taken from Wikipedia

 

 

 

****************

                            Kisah dalam film ini dibuka dengan opening scene yang menurut gue bikin kaget banget. Kaecilius (diperankan oleh Mads Mikkelsen) bersama murid-muridnya menyatroni Kamar-Taj, sebuah perpustakaan pribadi di kuil The Ancient One (diperankan oleh Tilda Swinton) untuk mencuri sebuah mantra rahasia yang ada dalam buku The Book of Caligrostos. Demi mendapatkan itu juga, pustakawan yang bertugas menjaga Kamar-Taj sampai dibunuh DENGAN SADIS oleh Kaecilius. Untungnya, kejadian tersebut ketahuan oleh The Ancient One yang langsung memburu mereka. Nah, kalau kalian udah kesengsem berat pas liat CGI’s effect di trailernya Doctor Strange, di opening scene ini bahkan mata kalian udah ‘dimanjakan’ sama adegan pertempuran The Ancient One versus Kaecilius dan murid-muridnya. Sayangnya, Kaecilius berhasil kabur dengan sedikit muridnya. Sementara pengikutnya yang lain tewas ditangan The Ancient One.

Di tempat yang berbeda, Stephen Strange (diperankan Benedict Cumberbatch), seorang dokter bedah kenamaan sedang menjalani sebuah operasi bedah bersama rekannya (sekaligus pacar), Chritine Palmer (diperankan oleh Rachel McAdams). Walaupun dikenal sebagai dokter bedah hebat, nyatanya kelakuan dan kepribadian Stephen Strange berbanding terbalik dengan kemampuannya. And yup, that’s the point in this movie.

 

Ketika hendak menghadiri acara konferensi, Stephen yang mengendarai mobil pribadinya secara serampangan, apalagi di tengah hujan lebat, mengalami kecelakaan akibat terlalu serius bertelepon-ria dengan Billy, (diperankan oleh Adam Pelta) seorang suster laki-laki kepercayaannya. Kecelakaan fatal tersebut meruntuhkan dunia Strange. Meskipun nyawanya tertolong, Strange kehilangan kemampuan syaraf tangannya. Karir di dunia bedah yang dia rintis sekian lama pun musnah.

 

Strange yang merasa terpuruk seperti tidak mempedulikan resiko ‘kegilaan’ atas ambisinya untuk memperbaiki tangannya. Ia bahkan tega mengusir Palmer yang notebene merupakan orang yang paling peduli terhadap kondisinya. Merasa kesal dan kecewa atas sikap Strange tersebut, Palmer pun meninggalkannya. Pada puncak keputusasaannya itulah, Strange kemudian mendapat kiriman file pasien yang seharusnya menderita kelumpuhan permanen tapi berhasil sembuh seperti sediakala.

Pertemuannya dengan si pasien, Jonathan Pangborn (diperankan oleh Benjamin Bratt) akhirnya membawa Strange mencari Kamar-Taj dan juga Ancient One guna menyembuhkan tangannya. Perjalanan ke Kathmandu, Nepal tersebut juga nyaris merenggut nyawa Strange karena ketidakberdayaannya melawan geng berandal setempat. Hingga kemudian, tanpa disadari Baron Mordo (diperankan oleh Chiwetel Ejiofor) sudah mengikuti Strange sejak ia sampai di Kathmandu. Mordo pun membawanya kepada Ancient One.

Pertemuan Strange dengan Ancient One awalnya memang tidak berjalan mulus, karena sifat Strange yang sangat ‘menyebalkan’. Ia bahkan sampai diusir sampai kemudian berkat bujukan Mordo, Ancient One mau menerima Strange sebagai muridnya. Setelahnya, Strange pun mulai mempelajari ilmu mistis di kuil Ancient One.

Kamar-Taj, yang ternyata merupakan perpustakaan Ancient One menyimpan banyak catatan mistis dan ritual penting yang berguna untuk menjaga perdamaian bumi. Strange pun menyadari bahwa pustakawan sekarang, Wong (diperankan oleh Benedict Wong) sangat ketat dalam ‘peminjaman’ koleksi buku karena tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali. Akan tetapi, karena sifat keingintahuannya yang sangat besar, pada suatu malam Strange nekat masuk ke Kamar-Taj dan berhasil mempraktikan mantra The Eye of Agamoto. Keberhasilan tersebut juga membuat Strange paham bahwa mantra yang dicuri Kaecilius adalah mantra untuk memanggil dimensi gelap yang dikuasai Dormammu. Beruntung, Mordo dan Wong segera mengetahui tindakan sembrono Strange dan langsung menceramahinya.

Mengetahui bahwa Strange belajar lebih cepat, Wong dan Mordo pun memutuskan untuk menjelaskan segalanya pada Strange. Termasuk bahwa pembagian peran antara The Avengers dan Sorcerer Supreme. Di tempat yang berbeda, Kaecilius telah berhasil memecahkan mantra pemanggil Dormammu dan membuatnya menjadi penyihir hitam yang kuat. Dia pun langsung bergerak untuk menyerang kuil-kuil Sorcerer Supreme.

Konflik pun terjadi mulai scene ini. Kaecilius yang berhasil masuk di kuil pertama, London, nyaris memporak-porandakan kehidupan nyata. Strange yang ikut ‘terseret’ pertempuran harus mati-matian menyelamatkan dirinya sendiri dari serbuan Kaeciliun dan murid-muridnya. Di tengah pertempuran, Strange mendapat bantuan dari jubah ajaib yang merupakan salah satu pusaka Sorcerer Supreme, Cloak of Levitation. Meski berhasil ‘mengurung’ Kaecilius, Strange juga nyaris tewas akibat tikaman mendadak dari murid Kaecilius. Beruntung, jubah melindunginya dan memberi Strange sedikit waktu untuk menyembuhkan diri hingga tanpa sadar ia sudah berada di rumah sakit tempat ia sebelumnya bekerja.

Penuh luka, Strange mencari Palmer dan meminta segera dioperasi secara private hingga membuat Palmer kebingungan. Strange pun berusaha menjelaskan keadaannya sekarang sekaligus meminta maaf atas perlakuannya selama ini. Palmer yang masih keheranan hanya berusaha memahami walaupun logikanya menolak. Sayang, ketika berhasil sembuh, Strange mendapati kuil London sudah kosong dan Kaecilius pun kabur.

Saat tersebutlah Ancient One dan Mordo muncul. Strange pun menjelaskan semuanya kepada mereka, termasuk fakta yang diberikan Kaecilius bahwa Ancient One sendiri sebetulnya adalah ‘bawahan’ Dormammu. Mordo yang sangat menghormati Ancient One merasa tidak terima atas perlakuan Strange terlebih karena kemudian Ancient One kecewa dan sangat marah hingga meninggalkan mereka berdua begitu saja. Tetapi Strange juga bersikeras bahwa Kaecilius mengatakan yang sebenarnya.

Kaecilius yang merasa tidak puas, kembali menyerang kuil. Pertempuran pun tidak bisa dielakkan. Mordo dan Strange sama-sama terjebak. Ketika nyaris kalah ditangan Kaecilius, Ancient One datang dan terkuaklah rahasia bahwa memang benar Ancient One menyerap energy Dormammu karena dia memiliki tanda merah yang sama seperti milik Kaecilius. Mordo menjadi yang paling shock atas kenyataan tersebut. Terlebih saat Ancient One terbunuh ditangan Kaecilius.

Ancient One yang ditikam oleh Kaecilius memang sempat diselamatkan oleh Strange dan Palmer. Sayang, ketika roh Ancient One dan Strange ‘bertemu’ untuk menjelaskan alasannya karena telah melanggar hukum alam dengan menyerap energy Dormammu, Ancient One memutuskan untuk menyudahi tanggung jawabnya. Dia pun meninggal dan memaksa Strange untuk bisa meyakinkan Mordo dan Wong untuk melindungi kuil terakhir, kuil di Hong Kong.

Pada pertempuran di kuil Hong Kong ini, anti klimaks terjadi. Strange yang berhasil menggunakan mantra Eye of Agamoto dan Cloak of Levitation sukses mengalahkan Kaecilius dan Dormammu. Keberhasilan para penyihir tersebut sayangnya tidak disyukuri oleh salah satu dari mereka. Mordo, yang merasa bahwa apa yang mereka lakukan melanggar hukum alam, memutuskan berpisah dna mencari jalannya sendiri.

 

*************************

               Yaaaa itulah tadi sekelumit kisah tentang penyihir Marvel kita. Now, time to the review! Dibanding semua superhero kepunyaan Marvel, keputusan buat mengangkat kisah Doctor Strange ke layar kaca ini cukup riskan. Selama ini public terlanjur ‘lengket’ dengan citra superhero akibat kegagalan saintifik dan alasan ilmiah lain, maka dari itu, kisah Strange yang kemudian dikenal sebagai penyihir belum tentu bisa diterima oleh para pecinta superhero.

Meski memiliki line up yang berbeda dari superhero Marvel lainnya, toh film arahan Scott  Derickson ini ditunggu-tunggu juga. Sepertinya keputusan Marvel Studios untuk mengangkat kisah Strange ini justru tepat. Pecinta film sepertinya sudah ‘agak’ bosan dengan citra pahlawan yang intelek. Sehingga kehadiran Doctor Strange sebagai pahlawan mistis dianggap sebagai penyegaran untuk timeline Marvel Studios.

Para pemeran di film ini menurut gue udah two thumbs up banget deh pokoknya! Emang sih, dari semua pemeran gue cuman familiar (dan udah pernah nonton) sama aktingnya Tilda Swinton dan Rachel McAdams. Especially for Mrs. Swinton because her role as White Witch in The Chronicles of Narnia series were so awesome! Ehhh siapa sangka awalnya dia diremehkan karena The Ancient One aslinya merupakan karakter laki-laki juga bisa diperankan secara apik sama dia. (Ya iyalahhh secara dia kan udah pengalaman jadi penyihir. Wkwkwk) chemistry Benedict Cumberbatch – Rachel McAdams juga natural banget. Termasuk pas adegan romantic mereka di rumah sakit. But honestly, kalo gue disuruh milih siapa yang berhasil dengan suskes memerankan para karakternya (except for Doctor Strange, of course! :v) gue cintaaa banget sama aktingnya Mads Mikkelsen! Entah kenapa dia berhasil membawa jiwa jahat-tapi-juga-pernah-menderita menjadi perpaduan yang unik dan keluar dengan smooth banget di karakter Kaecilius ini. Pokoknya the best deh buat si Om! ❤

Selain efek CGI yang udah tentu kita semua khatam kalo Marvel Studios ga mungkin ‘ecek-ecek’, gue sejujurnya rada puyeng liat scene film ini. Pusing-ngeri gimana gitu pas liat gedungnya pada kebolak-balik. Iya emang sih, itu bagian dari ‘dunia cermin’ dan dunia aslinya ga bisa terpengaruh. But still, somehow it just makes me dizzy -___- and of course, jokes ala Marvel bisa kita temukan nyaris sepanjang scene film ini. Plus, ga ketinggalan juga sang cameo legendaris, Kakek tercinta kita, Stan Lee! 😀

Well guys, gue saranin kalian SECAPATNYA nonton! Although you’re not a fan of Marvel, you can still enjoy this movie. Lagian, sayang banget kali ga nonton Benedict Cumberbatch sang Shelock Holmes jadi penyihir? 😛 oh ya, almost forgot! Since there’s two credit scenes (in the mid and the end), please make sure you don’t leave your seats until it totally ended. Cause the credit scenes are gonna be important connector to the next Marvel’s movies. Trust me! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s