Cerita Hati

Tentang Sesuatu yang Membanggakan versus Mereka yang ‘Usil’ (Day 6 @KampusFiksi Writing Challenge)

Sebagai manusia, terkadang kita tidak lepas dari sifat ingin ‘eksis’. Pengakuan mengenai sesuatu yang telah dicapai, sayangnya, tidak selalu berjalan mulus. Sebab, sebagaimana dua sisi mata uang, tetap saja kita akan menemui orang-orang ‘usil’ selama menjalani hidup. 

Perasaan akan eksistensi ini juga saya rasakan, apalagi jika pencapaian tersebut –bagi saya– sangat membanggakan. Namun, sekali lagi. Haters are gonna hate, hate, hate~~ *sambil nyanyi ala mbak Taylor* 

Masa ketika saya berhasil mencapai hal yang membanggakan selama duduk di bangku SMA, yakni mengikuti lomba KTI Kesejarahan, sempat ‘diusili’ mulut-mulut kurang kerjaan. Kala itu sejarah memang masih dianggap pelajaran yang ‘suram’, karena mind set orang kebanyakan bahwa sejarah identik dengan menghafal dan orang gagal move on. 

Ya, ketika itu saya masih kelas XI dan masih ‘rawan’ balas dendam. Saya benci mereka yang menjelek-jelekkan pelajaran favorite saya dari jaman SD. Saya benci mereka yang merendahkan keberhasilan saya tembus 50 besar Lomba KTI Kesejarahan Nasional. And fyi : lomba saat itu bisa dibilang bergengsi karena dari RATUSAN karya yang masuk HANYA lima puluh siswa yang diundang ke Solo untuk mempresentasikan karyanya. Although I couldn’t be a winner, at least I was so proud I’ve had a chance to be a delegate (and the only one) from my school. 

Beruntungnya, meski banyak yang ‘usil’ (termasuk teman-teman sekolah yang underestimate terhadap sejarah) saya memiliki kepala sekolah dan guru pendamping berhati ‘malaikat’. Not to mention my family, yet my principal and my history teacher was so kind to me. Saya juga berterimakasih kepada teman-teman baru, dewan juri, dan semua pihak selama penyelenggaraan Lomba KTI Kesejarahan Nasional atas ilmu yang sangat berharga. 

Sepulangnya dari lomba, saya pun belajar sesuatu yang lain ; 

We can’t live to pleasing everybody. We live to pleasing ourselves. Be happy, be brave, be who you (truly) wannabe. 😉 -Risda Amanda

Advertisements

11 thoughts on “Tentang Sesuatu yang Membanggakan versus Mereka yang ‘Usil’ (Day 6 @KampusFiksi Writing Challenge)

  1. Dan gue baru sadar belakangan ini, itu cuma sekedar omongan aja. Begitu kita kerjain sesuatu yang mau serendah apapun menurut mereka, tapi berhasil. Boom! Mereka rontok macam cat murahan di tembok.

    1. Yup, agreed. Emang kadang bikin gue berasa mau nonjokin atu-atu deh yang mulutnya pada kurang kerjaan gitu. Eh, nonjokin di dunia maya ga kena UU ITE kan? 😋

      1. Bukan Ris, itu si Arin Rissaid gue sambil komenan sama dia juga. Maafkeun gue yang otaknya suka gagal diajak multi tasking.

        Btw nama doi itu Ind— bukan indonesia ya. :’)

      2. Santet apa peleeeet niiih, kan mesti pake foto tuh klo mau pelet. Jangan pake profile picture wp gue Ris, pecah gambarnya. Line aja nanti gue kirim file aslinya biar tepat peletnya.

        Kata Risda: “Laah gila ini anak” hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s