Cerita Hati

Jangan

Ketika sudah memutuskan buat menjalin hubungan (serius) dengan seseorang, itu artinya kamu sudah satu langkah hidup bersama (selamanya) dia. Apalagi ketika kalian sudah sama-sama dewasa, perkara ‘menikah’ tentu bukan hal tabu lagi untuk dibahas, kan? Tapi… Walaupun (katanya) cinta itu buta, yo mbok nalarmu ora di ilangke.





Entah kenapa gue suka gemes sendiri liat pasangan yang seakan ‘menyepelekan’ salah satu pihaknya. Biasanya sih ya, (inget loh : BIASANYA) ini ada di pihak cowo. And please guys, jangan ngamuk atau protes dulu. Kelarin dulu ‘analisa’ sederhana gue ini. 

Mungkin, banyak cewe diluar sana yang mengeluhkan : 

1. Kok pacar gue ga seromantis dulu sih?

2. Ih si dia ngeselin deh. Udah jadi pacar malah ga perhatian kaya dulu.

3. Kenapa kamu pas udah jadi pacarku ga se-sweet pas pdkt sih? 

4. De el el yang kalo ditulis semua bakal nyaingin ketebalan babad tanah jawi. 

Duh, girls. Kalian boleh aja ngeluh, tapi percuma kalo keluhan kalian dianggap ‘angin lalu’ doang sama pacar. Inget, cowo itu makhluk kompetitif. Dia akan berambisi banget untuk meraih APAPUN yang dia inginkan. Termasuk kalian. Iya, kalian para cewe yang jadi incerannya. And when his goal accomplished, yaudah… Mereka ga akan ambisius lagi. Toh, tujuannya udah tercapai. Right? 

Itu ga salah. Ga sama sekali. Pun yang dirasakan kaum cewe sebagai keluhannya itu hanya murni perasaan mereka aja. Kenapa? Karena mereka diawal udah ‘dibanjiri’ perhatian melimpah nan manis dari gebetannya. And when it officially announced as relationship, ya rasa ‘greget’ itu perlahan ilang. Kan kalian udah terbiasa, girls. Aslinya sih cowo kalian tetep care kok. 😊

Permasalahan baru muncul ketika si cowo ‘jenuh’ dan mulai agak ‘liar’. Pertanyaan sesepele : “Sayang, kamu seharian ini kemana aja sih? Kok ga ngabarin aku?” Dari ceweknya pun cuma dianggap apa-sih-ni-cewe-berisik-amat dan kalian kemudian ogah-ogahan balesin itu chat. Yaampun guys, kalo kelakuan kalian masih kaya gitu, sementara pacarannya baru berjalan bulanan, percaya deh, cewek sesabar apapun bakal kecewa kalo digituin. 

Iya, sekarang udah pada ngerti kan gue bahas apa? How communication does really matter to your relationship. 




Pesen gue sih ga banyak ya… Tapi tolong, bagi kalian para cowo yang entah gimana bisa baca post gue ini, gue SAMA SEKALI ga nyalahin kalian. Not at all. Gue hanya berusaha kasih ‘pencerahan’ tentang apa yang sebetulnya dirasain cewe kalian ketika Adam-nya ‘lenyap’ ditelan bumi. *iya, gue hiperbola dikit 😛*

Jangan sengaja ‘memantik api’ kalau kalian tidak ingin terbakar. Sebab wanita yang sedang cemburu bisa kehilangan akal sehatnya. Kalau kalian beneran sayang, kalian ga akan tega sengaja bikin cewe kalian ‘terbakar’ dengan api itu. 

Jangan sengaja menggores jika tidak ingin berdarah. Sebab wanitamu selalu pandai menyembunyikan fakta bahwa dia akan selalu “Aku gapapa, kok.” mode on andalannya ketika hatinya terluka. Kalian bukan cenayang, ga bakal ngerti kalo ga tanya beneran. Jadi plis, berhati-hatilah karena ucapan bisa lebih tajam dari pisau. 

Terakhir.

.

.

.

Jangan sengaja untuk alpa akan kabar pasangan kalau tidak ingin kehilangan wanita yang tulus memperhatikan (dan menyayangi) kamu. Karena belum tentu diluar sana ada cewe yang kebawelannya akan bisa-ga-sih-seenggaknya-kamu-ngabarin-aku-jangan-seenaknya-ilang-gini-dong menyamai cewek kamu sekarang, dude! 

Just remember, regret is always come late. Because if it’s comes earlier, it’s called registration. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s