My Idols

Review Novel The Trials of Apollo : The Hidden Oracle (Book One) 

​Good afternoon, fellas! How’s your March going? I hope it’s been great! This time I wanna share something different in my WordPress. Yup, I used to write a review about movie. But for writing a book’s (particularly : novel) review it’s kinda difficult. At least, I still wanna try my best! 

Sebelum gue mereview novel terbaru karya om Rick Riordan ini, please let me tell you about my experiences during be a fandom of Demigod’s World. 

Gue kenal karya-karya Rick Riordan ini secara ga sengaja. Dulu pas hape gue masih Leno*o dan sempet iseng browsing novel-novel terjemahan gitu. Tau-tau, boom! Nyasar deh di salah satu situs yang si empunya ngefans banget sama Percy Jackson. Dari situlah gue mulai kepo and from that moment I started reading Percy Jackson series. 

Mengingat di jaman itu gue masih hectic jadi mahasiswa kebanyakan ngeprint tugas, gue SAMA SEKALI ga pernah baca versi cetak novelnya. Iya, gue menamatkan SEMUA koleksi via eBook dan dibaca lewat hp. Itu berlanjut sampe koleksi The Heroes of Olympus juga loh. Yup. I didn’t only read PJO’s (re : Percy Jackson and The Olympians) series via eBook, but also THO’s (re : The Heroes of Olympus) series. Till the end! (Errr although sometimes I did read through my laptop too.) 

Sejujurnya, gue merasa antara ‘bangga’ dan ‘ngenes’ sih. :”)

‘Perjuangan’ gue itu baru mulai sedikit terobati ketika magang. Kadang, pas lagi ga ada jadwal ngajar, gue main ke perpus sekolah dan voila : ada koleksi PJO dan THO walaupun belum lengkap! Plus, juga ketika lagi iseng main ke salah satu rental DVD dan buku di daerah kampus tetangga, gue juga nemu koleksi PJO dan THO. 

Gue masih inget banget tuh. Versi cetak novelnya om Rick yang pertama gue baca adalah seri terakhir THO : The Blood of Olympus. Itu hasil minjem di perpus sekolah tempat gue magang. Terus di rentalan buku itu gue dapet seri ketiga PJO : The Titan’s Curse, The Demigod Diaries, dan The Demigod Files. 

Waktu itu rasanya kaya dapet angpao berupa cek kosong. Totally was a joyful moment for me! 😍😁

As a book nerd, gue bener-bener speechless banget ketika akhirnya bisa megang dan baca novelnya si om! Duh, Mz. Besok kalo mau ngelamar gue seserahannya cukup dengan set lengkap novelnya si om Rick ya! :3 that’s enough, babe. *plak

Alhamdulillah… Domo arigatou buat Togamas Yogyakarta cabang Affandi dan Kotabaru yang udah menyelenggarakan #Ngayogbook dengan diskon gede sehingga gue bisa beli novel teranyar si om! *nyalain konfeti* 

Pssstt, gue bisa dapet The Trials of Apollo ini cuma seharga 55ribu dari harga awal 79ribu. Lumayan banget kan???? 😻

Seandainya gue ga inget kalo masih punya tanggungan skripsi, gue juga bakal beli seri Magnus Chase (iya, doi masih kerabatnya Annabeth) deh. Untunggg ga lupa daratan. Selamat deh dompet gue. 😌

Yasudah, Magnus Chase bisa menunggu.  Toh lagian gue emang prefer ke Greek-myth daripada lainnya. Right. I haven’t read the series of Kane Chronicles either. 

Duhhh gue kebanyakan pamer ya?? Sorry, demigods! 🙇 Okay… I’ll start my review!

Setelah kejadian melawan para raksasa dan Gaea di THO, dan para pahlawan baik dari Perkemahan Blasteran maupun Perkemahan Jupiter sudah kembali ke kehidupan masing-masing, terjadilah kejadian yang tidak disangka-sangka : Zeus mengutuk Apollo menjadi manusia fana. Seakan itu belum cukup, Apollo ‘didepak’ dari Olympus dan berkewajiban menjadi pesuruh seorang demigod. 

Sekilas tadi merupakan blurb versi gue. Nanti di akhir post akan gue lampirkan juga foto cover dan blurb aslinya. Just in case you’re too damn curious. *lol* 

Sebagai penulis best seller New York Times, Rick Riordan memang tidak akan pernah mengecewakan penggemarnya. Masih dengan dunia fantasi, dan juga berkaitan dengan Percy Jackson dkk. Kita tetap akan terpana melihat kepiawaian om Rick menyulam kata demi kata menjadi bacaan yang ringan, lucu, dan tentunya sarat pesan moral. 

Konflik demi konflik yang dialami Apollo —which is the ‘over-confident’ God ever– digambarkan dengan sangat baik. Depresi karena kehilangan kekuatan dewatanya, kekesalannya terhadap sang ‘majikan’ yang usianya malah lebih muda, ketakutannya terhadap musuh lama, memunculkan suatu interaksi unik yang selama ini kita pikir “Yaelah enak amat ya jadi dewa-dewi cuma tinggal nyuruh para pahlawan aja” justru terbalik. Ya, disini Apollo akan membuktikan bahwa para manusia fana (and the demigods, of course) bisa membuka mata, otak, dan terutama hatinya. 

Dengan ketebalan 458 halaman, kita tidak akan merasa jenuh sedikit pun. Banyolan khas om Rick dalam karya-karya sebelumnya masih dapat ditemui di novel ini. Bahkan, mengingat Apollo adalah dewa musik dan puisi, di tiap bab akan ada haiku yang menjadi ciri khas sang dewa. Ohhh dan jangan harap gue bakal ngasih bocoran haiku nya. Nanti spoiler lagi. Plus, biar kalian bisa ketawa sendiri kek gue pas baca haiku nya Apollo yang entah kenapa walaupun kadang garing abis tapi tetep aja kocak! Oh iya. Apollo pun berbaik hati memberi glosarium istilah-istilah Yunani di bagian akhir buku. Rada ribet sih karena ga sepraktis footnote. But it’s better than nothing, right? 🤓 *takut dikutuk Apollo* 

Segi bahasa pun gue acungi jempol buat penerjemahnya. 95% enak banget dan masuk di konteks kalimat. Beneran digarap serius. Gue berharap kekurangan 5% nya itu bisa diperbaiki lewat foot note buat menjelaskan kata yang memang tidak seharusnya di terjemahkan. For example, when Leo calls Calypso ‘mamacita’. To be honest, I have no idea what the heck is that mean! (Yesss that’s true. We’ll see Leo-Calypso in this series along with Nico-Will. Just a pity that Percy couldn’t be with Annabeth 😢) *upsss keceplosan spoiler 🙊

Cover, kertas, dan font gue sih ga ada problem sama sekali. It’s great! Bahkan om Rick berbaik hati juga ngasih ilustrasi Perkemahan Blasteran di awal novel loh. Tuh kan. Rick Riordan is the best deh! 👍👌👏 Gue pun sukses menyelesaikan novel ini dalam waktu dua hari. Start dari 2 jam setelah gue beli ini, dan selesai besoknya pas 15 menit sebelum azan zuhur waktu sholat bagian Yogyakarta dan sekitarnya 😄 

oy, minna berikut adalah sedikit ‘oleh-oleh’ yang bisa gue kasih. 

Diskon!! 🤑
Cover
Blurb

Closing statement? 

Gue udah ga sabar nunggu seri kedua rilis : The Dark Prophecy! *siap nabung* 

See you, demigods! Feeling free if you wanna share your opinion here. My comment section is soooo wide open for you. 😉

PS : special thanks for LINE’s Demigod Diaries Official Account. This review is written special for you since the admins were very nice to me and because let me sent my article. 🤗 (Kindly add them as your LINE’s friend, guys. They’re sharing so many things about Demigod’s World!) 

OA’s identity. Dont forget the ‘@’ 😘

 

Advertisements

2 thoughts on “Review Novel The Trials of Apollo : The Hidden Oracle (Book One) 

  1. Gue saranin baca aja Magnus Chase, seru dan lucu yang pasti nanti bakalan duet dengan sodaranya si Magnus, Annabeth sama si Percy..
    Kalo Kane sih jujur aja emang agak bosen bacanya tapi ada juga kaitannya dengan si Percy
    He he he

    1. Magnus baru baca yg versi asli. Belom sanggup beli terjemahan. Kalo versi asli kan ada eBook nya hehehe. ToA keren juga loh.. salut sih sama Rick Riordan soalnya konsisten bikin novel fantasy-adventure yang tetap menyisipkan moral values dengan cara humor 👌 btw, thanks yaa sudah mampir 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s