Buah Pena

H+36

Waktu tidak akan beristirahat,

Dia akan terus berputar, 

Tak peduli apa yang sedang kamu rasakan.

Dan setelah berjuang mati-matian,

Secuil bahkan tak dia hiraukan,

Tentang bagaimana kamu terseok-seok hingga perih terasa,

Tentang bagaimana kenangan kamu dan lelaki yang (pernah) menempati setiap sudut hatimu terus merongrong,

Tentang bagaimana kamu (masih) berusaha merelakan seseorang tersebut,

Juga…

Tentang bagaimana kamu harus berdarah-darah demi mengobati beratus sembilu pengkhianatan itu.

H+36 dan sang waktu tetap arogan.

Sementara kamu akhirnya (berjuang) abai terhadap serpihan rindu,

Yang masih menunggu untuk diungkapkan.

Namun…

 Jika boleh memilih,

Maka kamu lebih baik ditelan bumi daripada mengakuinya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s