Buah Pena

Exhausted

​Lelahku tak berujung,

Kesal, penat, sesak

Semua ingin ku ledakkan keluar.

Aku tak mengerti apa yang salah

Yang kutahu hanya satu : 

Aku lelah merindu. 

Kesal menggerogoti pikiran

Perihal kenangan yang terus merayap,

Menyesaki dada,

Membuat jiwa raga penat,

Sekaligus hati yang semakin sesak. 

Jika bisa…

Aku ingin menangis saja

Memuaskan butir air mata jatuh

Dan sengguk payahku berbicara

Bahwa aku lelah.

Sangat! 

Karena merindukan kamu adalah hal yang terlarang, 

Karena aku sadar betul hatimu sudah tak ‘bernyawa’

Karena kita tetap tak akan kembali,

Dan semua itu membuatku remuk redam.

Tangis tak bisa keluar,

Seolah enggan membuatku semakin merana.

Sebab mungkin…

Jauh dalam lubuk hati,

Aku ingin kembali,

Sejenak melepas sesak,

Rebah di bahumu selalu menjadi alasanku pulang.

Namun,

Aku sudah sangat lelah.

‘Rumah’ itu tak akan pernah terbuka lagi.

Telanjur musnah,

Seperti kepercayaan yang dirusak,

Sehingga kita pun turut pergi,

Meninggalkan lubang yang menganga lebar dengan hati yang telah menjadi serpihan. 

Aku lelah merindu, sayang.

Tapi aku tak ingin beranjak

Sebab hanya luka ini yang tersisa

Dari kita yang sekarang sudah tiada

Dan menjelma menjadi kenangan menyiksa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s