Anything

Review Film : Despicable Me 3 (That’s what families are for) 

The most sophisticated ‘villain’ is back! 

Well yup, itulah kesan pertama gue ketika tau akhirnyaaa Gru beserta pasukan kuning menggemaskannya kembali tayang. Antara girang sampe rasanya ga ikhlas karena gue lebih kepingin ada sekuel nya Minions dulu daripada ngelanjutin kisah Gru ini. But, it was okay for me. Lagian, dimana ada Gru, sure the Minions are with him. Cuma porsinya Kevin, Stuart, Mel, Jerry, Bob, dkk ga akan bisa sebanyak di film Minions. 

SPOILER ALERT!!!!
Sub title di postingan gue kali ini sengaja ambil tema tentang keluarga. Selain keluarga Gru sendiri, ternyata kita bakal dikenalin sama saudara kembar nya yang bernama Dru. Sugoii ne bahkan nama aja sampe cuma beda satu huruf! Udah males mikir kayaknya tuh ortu mereka 😂 

Selain postur dan nama yang nyaris serupa, Gru dan Dru ga punya persamaan lain. Tapi, seiring berjalannya waktu, mereka justru jadi partner yang paling kompak! 

Disisi lain, saat Gru dan Dru berusaha saling memahami (dan mengakrabkan diri), Lucy juga belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk The Girls : Margo, Edith, and Agnes. Si sulung Margo yang terkadang memberi kritik kepada Lucy agar tidak terlalu memanjakan kedua adiknya, kelakuan ‘barbar’ Edith yang tidak berubah sama sekali, serta kelewat naifnya (atau kelewat polos?) si bungsu Agnes, membuat Lucy sadar bahwa selama ini dia kurang benar-benar memperhatikan anak-anaknya. Dan sama seperti Gru, Lucy pun akhirnya sukses menuai pujian (dan cinta) dari The Girls. 

And how’s about The Minions?

Yah… Ga lama setelah Gru dan Lucy ‘didepak’ dari AVL, para pasukan Gru ini memutuskan untuk ‘resign’. Really??!! All of them?!?! Frankly, no. Not all of them. Demo ne gue lupa siapa 2 minion yang tersisa menjadi ‘pasukan’ Gru. 😳 The rest of the Minions follow their ‘boss’, which is Mel, yang awalnya menuntut agar Gru bekerja menjadi penjahat lagi aja daripada nganggur, tapi karena Gru menolak, Mel ngomporin temen-temen nya buat ikutan ‘ciao’. 

Were Gru really abandoned by The Minions? Of course, no! Yaaah walaupun di ‘tempat baru’ mereka (re : the Minions) bisa dianggap berkuasa, Mel dkk justru merasa kesepian dan kehilangan. Ga ada bos yang cerewet tapi perhatian kaya Gru. Intinya, mereka nyesel karena udah ninggalin Gru justru disaat dia terpuruk. 

In my opinion, Pierre Coffin berhasil mengulang kesuksesan DM-3 seperti film-film pendahulunya. Masing-masing karakter dapet porsi yang pas : bahkan karakter baru yang menjadi villain DM-3 bernama Balthazar Balt juga berhasil mencuri perhatian dengan tingkah dia yang sangat-sangat ‘wow’. Porsi antara adegan drama, komedi, sampe action di film ini pun berimbang. Pokoknya worth to watch banget lah, apalagi rumornya ini merupakan last performance from Steve Carrel (Gru’s dubber). Hiks, ga ikhlas sih gue sebenernya 😢  

Overall : 9/10.

PS : the soundtracks are good, too. 👍

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s