My Idols

Review Novel Magnus Chase from Rick Riordan : Book One (The Sword of Summer) and Book Two (The Hammer of Thor)

Rick Riordan-sensei is back, minna!!!! *teriak pake toa masjid*

 

Akhirnyaaa, setelah membobol tabungan hasil ‘ngemis’ THR di lebaran kemaren, gue kesampean juga beli series terbarunya si Om kece ini. Setelah sebelumnya sukses mengulik mitologi Yunani dan Mesir, Rick Riordan kembali memanjakan para penggemarnya dengan kisah dan petualangan baru yang gak kalah menegangkan, seru, dan tentunya tetap bisa bikin kita mewek sekaligus ketawa sendiri berkat kepiawaiannya mengolah kata.

 

 

Novel Magnus Chase ini aslinya terbit lebih dulu dibandingkan The Trials of Apollo cumannn karena gue sempet maju-mundur, akhirnya malah beli novel petualangannya sang Dewa Puisi nan Narsis itu dulu deh. *lol* Iya, gue sempet ragu pake banget malah pas mau memindahkan novel tersebut dari rak Togamas ke rak buku gue. Abisan gimana ya? Gue ga terlalu familiar sama mitologi Nordik sih. Ya cuman sekedar tau doang, karena ketampanan Chris Hemsworth sebagai Thor, of course itupun setelah jadi fansnya Marvel!

 

 

Dan pas akhirnya kesampean beli series novel ini, gue langsung OMAIGATTTT KENAPA GA DARI KEMAREN NABUNG BUAT BELI INI SIH??!! Hohohoho speechless pake banget deh setelah gue selesai baca novel ini. Om Rick bener-bener novelis yang kece pisan, euy! Sugoii~ *sambil standing applause* plusnya lagi nih, gue juga baru tau belum lama ini kalo selain diskon 10% tiap harinya, Togamas juga naikin diskon jadi 25% tiap hari selasa untuk pembelian novel dan hari rabu untuk komik! OEMJI OEMJIIII GUE NYESEL PARAH KARENA TELAT TAU INFO INI :(((

 

 

IMG_20170804_093601IMG_20170804_093610

 

 

Novel pertama, The Sword of Summer gue beli (setelah dipotong diskon 10%) seharga 81.600. Novel kedua, dimana gue akhirnya dapet info kalo tiap selasa itu diskonnya naik, The Hammer of Thor berhasil gue bawa pulang dengan harga yang JAUH lebih murah : 66.750 aja loh sodara-sodaraaaa! Hiks… rada nyesel sumpah. Tapi yaudah deh, what’s done is done. Toh ujung-ujungnya gue tetep puas bisa memiliki kalian, wahai ‘racunnya’ Om Rick. Mwehehehe

 

 

Hmmm kayaknya gue kebanyakan ngelantur nih. Oke oke gaes, maapkeun daku yang masih suka ga konsisten kalo posting lewat laptop : BELUM BISA to the point sebab kalo ngetik post di laptop kan nyaman tuh, jadi yaaa mbleber tekan nandi-nandi wkwkwk.

 

 

The Sword of Summer memiliki gaya khas sebagai novel pembuka dari Rick Riordan : lugas, tapi tetap berkelas. Novel keduanya pun demikian. Oh ya, kalo kalian udah baca series Percy Jackson, kalian kurang lebih akan merasa de javu, nih. Selain penggunaan sudut pandang orang pertama, karakter Magnus Chase (iya, doi masih ada hubungan dengan Annabeth Chase) juga mirip-mirip dengan Percy : urakan, mandiri, spontan, and yeah… he’s just totally a REAL demigod. Heck yeah, of course ALL of characters in Rick Riordan’s novel are real demigod. I mean is, Magnus ini bikin kita merasa kalau dia bukan cuman istimewa karena terlahir sebagai seorang blasteran, tapi juga karena masih menyimpan sisi manusianya. And that’s what I called as REAL since he’s not only being a God’s child. Oh fyi, Magnus Chase is Frey’s child.

 

 

Novel pertama ini akan membawa kita dengan kehidupan demigod setelah mereka tewas. Juga, sedikit demi sedikit mengetahui lika-liku dewa-dewi Nordik yang 12 : 12 dengan keadaan dewa-dewi Yunani dan mungkin juga Mesir. Magnus Chase, remaja yang hidup menggelandang setelah kematian ibunya secara misterius, dihadapkan dengan dilemma terberat sebelum dia tewas : mempercayai pamannya, atau terus hidup tak tentu arah. Hingga kemudian dirinya tewas, Magnus masih sukar memahami realita yang terjadi : dia sudah mati, namun dia juga masih sangat hidup.

 

 

Perlahan, Magnus mau tidak mau harus menerima kenyataan baru yang terpampang di hadapannya : bahwa ia bukan seorang remaja laki-laki biasa. Dia adalah keturunan dari salah satu dewa Nordik, Frey, dewa penguasa Alfheim. Magnus juga harus menerima bahwa hidupnya kali ini tidak akan sama, karena kiamat bagi bangsa Nordik akan segera dimulai, tepat ketika Pedang Musim Panas berhasil diambilnya.

 

 

Yaps, itu tadi sedikit gambaran yang bisa gue kasih. Foto cover diatas gue harap juga memuaskan benak kalian soal ‘prolog’ kehidupan mitologi Nordik. Novel ini memiliki ketebalan 623 halaman, yang dimana gue sama sekali ga berasa bosen ngikutin alurnya. Om Rick tetap jago menjaga harmoni kata demi kata. Akan ada saat dimana kita gemes banget sama Magnus dan tokoh lainnya, juga akan ada saat ketika kita jadi baper karena perjuangan mereka. :))

 

Cus, kita lanjut ke novel kedua! 😉

 

IMG_20170804_093533IMG_20170804_093542

 

 

 

 

The Hammer of Thor sebagai seri kedua masih akan melanjutkan kisah dari Magnus dan kawan-kawannya. Interaksi dan jati diri tiap karakter, termasuk para dewa Nordik juga semakin dibahas. Tidak terkecuali hubungan Magnus dengan sang sepupu, yang juga demigod : Annabeth Chase. Gregetnya lagi nih, di ending seri kedua ini Annabeth bakal mempertemukan Magnus dengan tak lain dan tak bukan……… *drum rolls* sang pakar laut yang sangat dicintai gadis berambut pirang tersebut, meet The Son of Poseidon : PERSEUS ‘PERCY’ JACKSON!!!! *terus abis ini ada teriakan fangirling di wp gue* XD

 

Oke, gue kebablasan spoiler. *ngumpet di balik hippocampus*

 

Yahhh sedikit kok ya gaes, gapapa lah yaaa heuheu toh seri ketiga novel ini bakal agak lama masuk Indonesia, (:3) sebab novel aslinya aja bakal baru dirilis di Amrik bulan November nanti. *terus fangirling pada kecewa sebab ga bisa cepet-cepet ketemu bebeb Percy*

 

 

Jujur aja ya, The Hammer of Thor ini menurut gue lebih cucok meong dari novel pertamanya. Bukan hanya karena interaksi dan pengembangan karakter yang makin solid, disini sekaligus membuktikan bahwa Om Rick bener-bener seorang novelis yang sangat-sangat open minded. Wanna know the reason, minna? *wink*

 

 

Samirah Al-Abbas, salah seorang karakter yang mendampingi Magnus ini ternyata seorang muslim yang taat. Di novel pertama emang udah digambarin kalo si Sam (panggilan akrab doi, fyi) adalah seorang muslim. Tapi gimana aslinya dia, termasuk kebiasaan yang dia lakukan ketika ga ‘on duty’ bakal terkuak di novel kedua ini. Seriously guys, I’ve never read any novels yang bener-bener gambarin gimana indahnya toleransi antar manusia. Gue ulangi : ANTAR MANUSIA. Is that clear enough? Yup. Bukan cuman antar umat beragama, tapi toleransi yang digambarkan Om Rick really beyond that. Yah well, gue kasih spoiler lagi deh : Magnus Chase sebenernya adalah seorang atheis. Jadi doi bukan penganut agama tertentu, tapi doi percaya ada kekuatan Maha Besar yang mengatur alam semesta. Dan doi juga ga pernah main-main soal toleransi, sebab kawan dekatnya, Sam, berhasil mengajarkan dia betapa indah perbedaan dalam melindungi sesama rekan. *iyah, gue lagi ngaku pas bagian ini gue baper sangat* :’’)

 

 

Nah, seperti yang udah gue lampirkan pada gambar diatas, selain pengembangan karakter yang makin kompleks, The Hammer of Thor juga membawa konflik seru bagi Magnus, dkk. Persaudaraan, persahabatan, kekeluargaan, kesetiaan, semuanya diuji disini. Walau misi mereka tidak bisa dikatakan terlalu sukses, karena si dewa biang keroknya berhasil lolos, at least in the end they got something more important. ^_^

 

 

Gue rasa, sampe di paragraph ini kalian bakal ngeh kalo review gue baru bahas sisi baiknya aja. Heuheu to be honest, I’m just can’t make sure that what I wrote is basically from objective perception. Yes, I do adore Rick Riordan. Yet, still he’s a few minor points in these novels.

  1. Footnote. *sigh* I really have no idea how could the publisher didn’t make footnote. They would rather put notes in last pages either footnote. As for me, this is kinda inefficient.
  2. Illustration. Unlike the previous novel series by Rick Riordan, this series was just so ‘simple’ on giving illustration. It would be nice if the publisher put more illustration like how Valhalla looks like, or the map of Yggdrasil, etc. I mean, the rune’s illustration was great, but it doesn’t enough for me. *grin*
  3. Last but not least : GUE BERHARAP SEMOGA PEMEGANG HAK TERJEMAHAN SEGERA MELAKUKAN ‘TUGASNYA’ BIAR GUE DAN FANS SETIANYA OM RICK BISA SEGERA BACA KELANJUTAN MAGNUS DALAM MENGHADAPI RAGNAROK! As soon as possible when the novel release in US, pihak penerbit dan tim penerjemah juga langsung ‘bekerja’. Ganbatte, ganbatte, ganbatte!!! *sorak-sorak ala wibu*

 

Jaa ne, fellas! See you on my next post! :-*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s