Lentera

Malam merayap pelan,

Sembari rembulan yang merangkak naik,

Dan kemilau lintang bak sejuta permata,

Kita masih disini :

Saling memunggungi, 

Dengan ego yang tetap tinggi.

Jangan salahkan pijar kali ini,

Walau terangnya menakjubkan,

Hati kita tetaplah gulita ;

Kelam,

Juga pekat. 

Malam ini indah, sayang.

Tapi cahaya kita hilang,

Sebab lenteranya padam,

Hanya menyisakan bara dalam sekam. 

Lentera kita redup,

Tidak berpijar hangat seperti seharusnya,

Karena memang hanya hampa

Ketika kau memutuskan menyiramnya,

Dengan alasan,

Yang membuat perih tak terelakan.

Lentera kita padam,

Sejak kau beranjak lenyap

Tanpa suara,

Meninggalkan tangisku dalam senyap. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s