Review Novel Magnus Chase and The Gods of Asgard #3 : The Ship of The Dead

Hello, guys! Gue balik lagi nih buat nge-review salah satu seri pamungkasnya Om Rick di tahun 2017. Yup, The Ship of The Dead adalah puncak dari perjalanan Magnus buat menghentikan terjadinya Ragnarok.

 

 

IMG_20171214_093955

cover depan. Magnus punya gaya rambut baru nih, gaes. tetep tjakep sih. walaupun gue lebih suka versi awalnya (novel pertama) yang gondrong gituuu :3

 

 

Minna, kayaknya kali ini gue ga bakal nge-review keseluruhan aspek deh. Why? Ya soalnya Om Rick ini salah satu novelis yang termasuk konsisten dalam penulisan karya-karyanya. Jadi, aspek gaya bahasa ga bakal gue review sebab bener-bener ga berubah dari awal Om Rick ini menulis novel dengan genre fantasy. Still fabulous and so entertaining!

Kocaknya, segarnya, tapi juga bisa menyentuh dengan pesan-pesan implisit dana tau eksplisit tersampaikan secara baik. Kalian ga akan deh yang namanya bosen ngikutin petualangan Magnus dkk ini. Apalagi kalo sebelum-sebelumnya kalian udah jadi PJO Fandom kek gue. Beuhhh ga akan nyesel ngeluarin uang sekitar 80ribu demi membawa pulang novel ini. GUE JAMIN!

 

 

IMG_20171214_094011

ini Blurb-nyaaa

 

 

Dari segi cerita, gue juga mengacungkan jempol karena Om Rick berhasil mengolah alur yang sedemikian rupa sehingga walaupun terkadang ada beberapa adegan flashback (terutama ketika Magnus menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan orang lain) kita ga akan bingung sama sekali. Plusnya, beberapa catatan kaki dan penjelasan di dalam kurung justru membuat kita ‘dimanjakan’ dengan tambahan info.

Pokok cerita novel ketiga Magnus Chase and The Gods of Asgard ini berpusat pada klimaks perjuangan Magnus dan penghuni lantai 19 : Mallory Keen, Halfborn Gunderson, Thomas Jefferson, Jr. Alex Fierro, dan tak ketinggalan 3 sahabatnya dari awal kehidupan (dan kematian) Magnus, Blitzen, Hearthstone, serta Samirah Al-Abbas mencegah Loki untuk melayarkan Kapal Kaum Mati dan menyulut terjadinya Ragnarok.

The Ship of The Dead ini juga menjadi pamungkas pencarian jati diri Magnus yang walaupun doi udah koit, tapi masih belum bisa sepenuhnya menerima eksistensinya sebagai kaum einherji. Pengembangan karakter lain yang di 2 novel sebelumnya belum terlalu terlihat, maka disini mereka akan semakin menunjukkan pesonanya. Pssstt… bakal ada ‘lovey-dovey’ thing loh. And I’m pretty sure you’ll shocked. *grinned*

Nevertheless, nobody’s perfect, including Uncle Rick. Meskipun secara penyampaian dan cerita yang dikemas secara apik, gue masih agak “Yah, kok action sama endingnya begini aja sih?” pas selesai menamatkan 501 halaman buku ini. Gak jelek sih sebenernya. Bagus tetep, cuman yaaa mungkin dari guenya yang terbiasa sama pola di PJO dan THO, gue expect tinggi sama Magnus Chase ketiga ini bakal ada adegan yang ‘a little bit gore’. Tapi setelah gue inget-inget, novel pertama dan keduanya juga nyaris serupa sih. Dan ya, kalau bisa disimpulkan, karena Magnus ini taunya telat bahwa doi seorang ‘setengah manusia’ menjadikan doi ga secakap Percy Jackson dalam hal fighting.

YES, BABY. THE SON OF POSEIDON IS BACK!!! :*

Hahaha sumpah ya setelah gue selesai baca novel kedua dan di ending diceritain bahwa Annabeth menjanjikan Magnus bahwa dia akan mempertemukan mereka, gue udah mupeng berat! Finally, when this novel released two months ago, I was so exciting!

 

 

IMG_20171214_095054

baru bab satu dan gue udah cekikian sendiri XD

 

Kehadiran Percy (either Annabeth) di novel ketiga ini memberikan tambahan ‘kesegaran’ karena berbagai tingkah laku dan percakapan yang mereka lakukan. Tau sendiri kan ya, Percy itu tengil banget. Yet, he could be so intimidated in same time. Magnus sampe kecapean karena harus ‘mati’ berkali-kali demi ‘belajar’ dari ahli laut kecintaan jagad PJO Fandom tersebut! Annabeth? Yeah we can’t say much about her since… You know? She’s the wisest. *lol*

 

 

Pokoknya… dari halaman pertama gue baca, gue udah dibikin ngakak sama interaksi mereka! Oh yes, you guys will also be shocked again since you gotta get new IMPORTANT info about Percy!

Gaya bahasa udah,

Cerita udah,

Konflik udah juga. yaaa walaupun memang konflik di seri terakhir ini lebih kepada masalah personal tiap kru ‘Kuning Besar’ (seriously guys. I’m no joking. Magnus’s ship was given by his father and it’s sooo big and yellow like the Minions! *lmao*) namun kalian bakal tetep terpuaskan dan terbawa baper kok. It’s just too bad in this latest series The Ship of The Dead still have no illustration! UGH. 😦

Last but not least, hal lain yang bikin gue mengidolakan Om Rick and his books itu karena beliau sangat-sangat pluralisme! Sebenernya, dari awal seri Magnus Chase ini gue udah ngeh kalo seri ini bakal lebih kompleks dan lebih ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dari karya-karya beliau sebelumnya. Kemunculan seorang tokoh cewek bernama Samirah Al-Abbas yang memiliki ‘kerja’ sampingan sebagai ‘dayang’ Odin, bikin gue nebak-nebak personality Sam ─panggilan akrabnya─ dan juga pengaruhnya terhadap Magnus.

Kenapa Sam harus berpengaruh terhadap Magnus (dan mungkin juga teman-temannya) ???

Well, she’s unique because not only she’s Loki’s child but also she’s a Moeslem. Sam ini sangat taat terhadap Allah swt dan dia diceritakan juga berhijab. Plusnya lagi, hijab doi sangatlah ajaib karena bisa berkamuflase sesuai kebutuhan Sam. *terus gue mupeng*

Kerennya lagi, Sam ini selain taat dan punya toleransi yang baik, dia bener-bener sosok muslimah yang menurut gue sempurna. Pernah dengar pepatah : Orang baik maka jodohnya juga orang baik kan? Yup, itu sangat pas buat menggambarkan Sam and his fiancé : Amir Fadlan. Mereka ini menurut gue (since I’m a Moeslem too) adalah relationship goal abis!! Bayangin aja, Amir yang walaupun pada awalnya shock berat pas tau ‘kerjaan’ sang tunangan, justru berbalik mempercayainya dan mendukungnya. Amir percaya, memang ada ‘kehidupan’ lain yang bergerak sesuai tatanan kosmos dan itu juga adalah bagian dari ke-Maha Besar-an Tuhan-Nya. So, they’re getting well.

 

 

IMG_20171214_095115

they’re just too sweet :”))

 

 

Sebenernya yang bikin gue envy sama love-life nya Sam-Amir ini karena mereka bener-bener menaati hukum Islam. No cuddling. Not even touching! Bahkan mereka ga pernah berdua-duaan. Kalau harus ngomong private (termasuk ketika Sam ngasih pengertian bahwa dia udah nganggep Magnus kaya keluarganya) pasti selalu ada orang lain di sekitar mereka. Biasanya sih, yang ‘bertugas’ itu Sam’s demigod brother : Alex Fierro. Hihihi kadang kocak juga karena Amir walaupun udah ‘disembuhkan’ oleh Magnus, tetep suka kelabakan menghadapi hadirnya dewa-dewi Nordik di tengah-tengah Boston!

 

 

IMG_20171214_095015

Sam is the real MVP! ❤

 

 

Okay… gue kebablasan malah nyeritain Sam nih jadinya. Hehehe maapkeun yaaa. Tapi, kalian pasti jadi paham kan, kenapa gue bilang Om Rick ini sangat pluralis? Iya karena itu tadi : beliau sangat piawai menggambarkan dua sisi kontradiktif (Magnus itu sebenernya seorang atheis, FYI) dan menjadikannya pembelajaran yang baik. Bahwa, di dunia yang sangat beragam ini kita harus saling menghormati apapun prinsip dan keyakinan yang dianut seseorang. 🙂

Sebenernya sih, pluralisme nya Om Rick ini pernah sempat digambarkan di THO ketika akhirnya Nico mengakui bahwa orientasi seksualnya berbeda. Pun ketika di seri kedua Trials Of Apollo : The Dark Prophecy dimana dua orang mantan Pemburu Artemis memutuskan ikatannya dengan Sang Dewi agar bisa hidup bersama. Fiuh… jadi buat gue pribadi, ke-open minded-an Om Rick sangat-sangat bikin gue lega, sebab ketika dunia sedang ‘bergejolak’ akibat tuntutan untuk menghormati LGBT, tuduhan negara-negara Barat bahwa Islam itu teroris, dan lain sebagainya yang bikin orang gampang tersulut, novel terakhir Magnus Chase ini bisa ‘mendinginkan’ fenomena saat ini. Entahlah, tapi adem aja baca kata demi kata dalam pesan tersiratnya Om Rick agar kita selalu bertenggang rasa. ^_^

As conclusion, I hope one day I could meet Uncle Rick in person. I really adore him. I do wanna say thank you for his beautiful thought that he has shared through his books.

Final score? 9 stars from 10 stars! 😀

Advertisements

5 thoughts on “Review Novel Magnus Chase and The Gods of Asgard #3 : The Ship of The Dead

  1. Zenith says:

    Hai kak.. di buku ini diceritain Annabeth dan Magnus bicara lewat telepon, yg saat itu Annabeth dan Percy lagi di California. Mm.. kan kelihatannya Annabeth menemui masalah, cerita lebih detailnya ttg masalah itu ada di buku mana ya kak? Di Trials of Apollo? Yang buku kedua? Atau yang ketiga nanti kah?

    • Zenith says:

      Oh ya ini tgl 18 Maret..
      Happy birthday kak. . Wish the best for you.
      Semoga pertanyaanku cepat direspon. Terima kasih ^^

      • risrisda says:

        Halo juga, Zenith! Thanks for asking and visiting 😊

        Iya betul nanti setelah Magnus ketiga ini, Percy dan Annabeth akan menghadapi masalah mereka sendiri di buku ketiga ToA : The Burning Maze. Di US baru rilis mei ini, mungkin di Indonesia masuk sekitar bulan Juni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s