My Favorites

[FULL] Review Novel The Kane Chronicles

Greek-myth, Nordic-myth, and now it’s time to exploring Egypt-myth!

Finally guys, setelah mengubek-ubek berbagai online shop (percayalah, seri novel ini udah nyaris punah di toko buku manapun!) gue berhasil juga dapet The Kane Chronicles ini. Ohya, sekarang udah tahun baru nih. Happy New Year, friends! Hopefully 2018 will be a great year for all of us. Aamiin! 😇

The Kane Chronicles merupakan karya om Rick yang menceritakan tentang Dewa-Dewi Mesir dan para Penyihir Dewan Kehidupan terdiri dari 3 buku :

1. The Red Pyramid (Piramida Merah)

2. The Throne of Fire (Singgasana Api)

3. The Serpent’s Shadow (Bayangan Ular)

Honestly, I’ve finished read this book in the last week of December. However, last week in December means holiday and yeah, I’m too lazy to make the review 🙈😂 And anyway guys, before I tell you further about this series, gue mau curhat dikit hehehe. 

Last year, if I recall correctly, udah ratusan ribu keluar demi menuntaskan jiwa “book-worm” gue ini. Daaaan itu pun masih ada yang ga kebeli karena, walaupun udah nabung dan sengaja ngeborong pas hari-hari diskon, teteup aja ada beberapa buku yang belum gue bawa pulang 😢 Eits, perjuangan gue belum selesai. Drama mencari seri TKC inilah yang bisa dibilang paling greget! Dari total 3 novel dalam seri TKC ini, satu novel, tepatnya novel pertama, gue terpaksa beli preloved alias buku bekas karena udah gaada yang nyetok original. Pengirimannya jauh pula. Sungguhlah perjuangan!

Heuheuu sepertinya cukup sampai disini saja curhat gue sebelum kalian pada bosen dan ngelemparin terompet ke gue. 

SPOILER ALERT!!!!

The Red Pyramid. 





Awal kisah dimulai dari kakak-beradik bernama Carter Kane dan Sadie Kane. Mereka lahir dari orangtua yang bisa dibilang merupakan kaum cendekiawan. Gak cuma mempelajari sejarah dan segala tetek-bengek Mesir, orangtua Carter dan Sadie juga merupakan penyihir. 

Premis dari buku pertama ini adalah perjuangan Carter dan Sadie dalam menghadapi kenyataan bahwa mereka merupakan keturunan dari Firaun. Itulah sebabnya ibu mereka meninggal, dan ayah mereka menjadi tubuh bagi salah satu dewa terkuat Mesir. 

Di tengah kekalutan bahwa kehidupan mereka telah berubah, Carter dan Sadie juga dihadapkan oleh tugas besar untuk menyelamatkan dunia dari dewa jahat.

The Throne of Fire.

Sekuel ini menceritakan petualangan Carter dan Sadie yang harus kembali berurusan dengan dewa-dewi Mesir. Sialnya (atau untungnya?) Carter dan Sadie sudah “legowo” menerima kenyataan bahwa mereka keturunan adikodrati penguasa Mesir dan mulai belajar untuk menjadi a good magicians. 

Misi mereka kali ini pun tidak kalah menyebalkan : menemukan kembali pemimpin para dewa, Ra yang Agung, sang dewa matahari. Padahal, Ra sudah berabad-abad ‘lengser’ karena dimakan usia. Yes, he’s just too old till Carter and Sadie gets annoyed. I feel sorry for them. 😂

Oh iyaaa, mulai sekuel ini juga that lovey-dovey thing between Sadie-Walt, Sadie-Anubis, and Carter-Zia bikin kita sebagai pembaca ikut galau (dan gemezh). Pssstt.. this book is my favorite. I don’t know why, but i just love it. 😆

The Serpent’s Shadow.

Petualangan Kane bersaudara ini pun mencapai klimaksnya! Keribetan menjadi kaki-tangan para dewa-dewi yang hobi seenak udelnya sendiri, intrik di dalam Dewan Kehidupan yang makin memanas, serta tak ketinggalan persaudaraan Carter-Sadie plus percintaan mereka dengan pasangan masing-masing. 

Buku pamungkas ini akan sangat menguras emosi Carter dan Sadie. Mereka harus melawan rasa takut karena harus menghadapi Sang Penguasa Kekacauan : Apophis. Kerjasama mereka sebagai kakak adik yang sempat lama terpisah, plus kenyataan bahwa mereka adalah dua penyihir dengan spesialisasi berbeda, harus bekerja ekstra mengalahkan si ular raksasa tersebut. And yes, they can’t lose because the whole world is depending on them! 

Okay, itu tadi sekilas ‘prologue’ sebelum gue bener-bener review TKC ini. Honestly, I wasn’t really familiar with Egypt-myth besides the fact that its have a great history. 

Dan sekali lagi, gue kembali merasa terpuaskan dengan karya lawasnya Uncle Rick ini. 👍

Cerita, konflik, hingga ending TKC ini sangat smooth. Alurnya walaupun sempet maju-mundur, sama sekali ga bikin pusing kok. Intinya sih, TKC ini bener-bener seirama dengan PJO. Keunikan dari TKC ini adalah cara penulisan Uncle Rick yang menurut gue, out of the box. 

Yup, gitu itulah contoh yang bikin gue cengengesan sendiri 😅

Diceritakan bahwa Carter dan Sadie ini merekam BY VOICE semua pengalaman mereka sebagai keturunan Firaun. Nah, Uncle Rick ini adalah orang yang dipercaya Kane bersaudara untuk menyampaikan betapa sebenarnya bahwa dunia ini sangat heterogen. Yet, the gods really does exist. Gue sukaaaa banget kalimat-kalimat dalam kurung sebagai penjelas cerita. Bikin ketawa-ketiwi pokoknya! 

Cover juga eye-catching. Disertai pula dengan blurb yang oke. (Tapi sampai detik ini blurb terbaik dari karyanya Om Rick masih dipegang oleh Magnus Chase’s novels, imho). Sayangnya, lagi-lagi, this series are lack of illustration. 😔 Frankly, these books still have the page-list, footnotes and glossaries​ about hierogliph and Egypt’ gods and goddesses. 

Hmmmm kayaknya udah ya, yang mesti gue review. Overall score buat seri ini adalah 8/10. Sungguh sangat worth it buat total keseluruhan 1427 halaman!  

Kuy silakan yang belum baca, bisa loh TKC ini dimasukkin ke reading list kalian. *wink*  See you soon in my next post. Jaa ne, minna! 🤗

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s