Ringkasan Materi Sejarah Wajib Kelas XI Tingkat SMA Sederajat : Proklamasi dan Terbentuknya Pemerintahan Indonesia

  • PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai adalah badan yang dibentuk Jepang sebagai ganti BPUPKI yang telah dibubarkan. PPKI dibentuk sebagai realisasi dari janji Jepang untuk memerdekakan Indonesia. Diketuai oleh Ir. Soekarno, PPKI memiliki tugas utama untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
  • Namun, belum sempat hal tersebut terlaksana, Jepang keburu menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945 di kapal USS Missouri. Mendengar hal tersebut, dorongan untuk secepatnya memproklamirkan kemerdekaan Indonesia semakin kuat.
  • Tanggal 15 Agustus 1945 para tokoh dari golongan muda rapat di Gedung Mikrobiologi yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur no.13. Rapat tersebut membahas persoalan kemerdekaan Indonesia untuk disampaikan kepada golongan tua.
  • Hasil rapat dari golongan muda tidak diindahkan golongan tua, karena dirasa terlalu tergesa-gesa. Kecewa, golongan muda pun melakukan aksi penculikan yang dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok.
  • Peristiwa Rengasdengklok (sekarang menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat) terjadi tanggal 16 Agustus 1945 pada dini hari, kurang lebih saat subuh. Langkah ini terpaksa dilakukan oleh golongan muda agar Soekarno dan Hatta terlepas dari pengaruh Jepang dan mau mengabulkan tuntutan mereka soal proklamasi kemerdekaan.
  • Mengetahui adanya “pemberontakan” yang dilakukan golongan muda, Achmad Soebardjo menjamin keamanan Soekarno dan Hatta serta meyakinkan golongan muda bahwa aspirasi mereka akan dilaksanakan secepatnya.
  • Setelah berhasil memulangkan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, Achmad Soebardjo dan para tokoh lainnya langsung menyusun naskah proklamasi dengan bantuan dari Laksamana Muda Tadashi Maeda di rumahnya, yang terletak di Jalan Imam Bonjol no.1.
  • Proses penyusunan naskah proklamasi yang berlangsung hampir semalaman itu pun berjalan lancar. Dengan bantuan Sayuti Melik, Fatmawati, serta tim pengibar bendera Suhud, Latief, dan Trimurti, proklamasi kemerdekaan siap untuk dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945.
  • Kabar proklamasi kemerdekaan ini pun langsung disambut suka cita oleh rakyat. Para pejuang dibantu dengan tokoh-tokoh juga langsung menyebarluaskan berita mengenai proklamasi. Adapun media penyebaran berita proklamasi diantaranya melalui :
  • Radio
  • Telegram
  • Surat kabar (terutama kantor berita Domei dan harian Soeara Asia)
  • Berita dari mulut ke mulut
  • Selebaran, poster, dan brosur
  • Pengeras suara di tempat-tempat publik (masjid, gereja, dll.)
  • Proklamasi kemerdekaan memiliki arti penting bagi Indonesia, diantaranya :
  1. Titik perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan
  2. Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan
  3. Lahirnya NKRI
  • Pasca proklamasi kemerdekaan, dibawah naungan PPKI langsung menyusun langkah-langkah untuk pemerintahan Indonesia. Dan untuk melaksanakan tujuan tersebut, PPKI menyelenggarakan rapat-rapat yakni pada tanggal :
  1. 18 Agustus 1945, dengan hasil keputusan rapat adalah Pengesahan UUD 1945 sebagai kepala negara dan pemilihan presiden serta wakil presiden pertama Indonesia
  2. 19 Agustus 1945, dengan hasil keputusan rapat adalah pembentukan kementerian baru dan pembagian wilayah Indonesia
  3. 22 Agustus 1945, dengan hasil keputusan rapat adalah pembentukan tiga organisasi baru, yakni KNIP, BKR, dan PNI.
  • Dari hasil keputusan sidang-sidang PPKI, terutama sidang kedua, sistem pemerintahan awal Indonesia menganut sistem presidensiil, dengan kabinet awal Presidensiil 1 yang dipimpin oleh Moh. Hatta. Usia kabinet ini pun hanya satu tahun, sebab sejak tanggal 14 November 1945, sistem pemerintahan Indonesia berubah menjadi parlementer.
  • Sistem parlementer ini terjadi karena saat sidang pertama KNIP, ada petisi dari Sutan Sjahrir dkk yang berisi desakan perubahan sistem pemerintahan. Sjahrir lebih menginginkan parlementer karena jika menganut presidensiil kekuasaan presiden terlalu besar.
  • Anti klimaks dari petisi tersebut, KNIP kemudian mengangkat Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri sementara sambil menunggu pemilu yang direncanakan pada bulan Januari 1946. Dengan demikian, kekuasaan eksekutif resmi berada di tangan Perdana Menteri, kekuasaan legislative berada di tangan KNIP, sedangkan presiden berkedudukan sebagai kepala negara yang bertanggung jawab kepada KNIP.
  • Terbentuknya Kabinet Sjahrir yang bercorak parlementer merupakan suatu bentuk penyimpangan pertama pemerintah terhadap ketentuan UUD 1945. Sebab, dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “pemerintahan harus dijalankan menurut sistem kabinet presidensiil, dimana Menteri adalah pembantu presiden.” Sedangkan dalam pelaksanaannya Menteri (kabinet) bertanggung jawab langsung pada parlemen (KNIP)
  • Oleh sebab itu, karena menggunakan sistem parlementer, kabinet dan parlemen (KNIP) selalu bersaing untuk memperebutkan pengaruh dan kedudukan. Akibatnya, sering terjadi pergantian kabinet karena dijatuhkan oleh parlemen (KNIP). Itulah alasannya ada kabinet Sjahrir I, II, dan III. Kabinet ini juga menjadi yang paling kuat karena didukung partai besar seperti Masyumi dan PNI. Berikut daftar kabinet Indonesia pada masa awal kemerdekaan :
  • Kabinet Presidensiil 1, berlangsung pada 2 Sept – 14 Nov 1945
  • Kabinet Sjahrir 1, berlangsung pada 14 Nov – 12 Maret 1946
  • Kabinet Sjahrir II, berlangsung pada 12 Maret – 20 Okt 1946
  • Kabinet Sjahrir III, berlangsung pada 20 Okt 1946 – 27 Juni 1947
  • Kabinet Amir I, berlangsung pada 3 Juli 1947 – 11 Nov 1947
  • Kabinet Amir II, berlangsung pada 11 Nov 1947 – 29 Jan 1948
  • Kabinet Hatta I, berlangsung pada 29 Jan – 4 Agustus 1948
  • Kabinet Darurat, berlangsung pada 19 Des 1948 – 13 Juli 1949
  • Kabinet Hatta II, berlangsung pada 4 Agustus – 20 Agustus 1949
  • Reaksi rakyat terhadap proklamasi diwujudkan dengan berbagai cara. Meski demikian, intinya sama : meluapkan kebahagiaan karena Indonesia akhirnya terbebas dari belenggu penjajahan. Aksi spontan terjadi di berbagai daerah dan dilakukan oleh banyak pihak, diantaranya sebagai berikut :
  1. Komite Aksi. –> didukung oleh gabungan laskar perjuangan, yaitu API (Angkatan Pemuda Indonesia), BARA (Barisan Rakyat Indonesia) dan BBI (Barisan Buruh Indonesia) dengan dukungannya yang diwujudkan dalam Manifesto Suara Rakyat Nomor 1.
  2. Dukungan Pemimpin Karesidenan. –> merumahkan (memberhentikan) para pegawai Jepang dan melarang mereka memasuki kantor-kantor.
  3. Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. –> terjadi tanggal 9 September 1945 yang intinya adalah : Negara Ngayogyakarta Hadiningrat adalah kerajaan yang berstatus daerah istimewa dengan kepala daerahnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia.
  4. Lapangan IKADA, Jakarta. –> tanggal 19 September 1945 rakyat yang diorganisir oleh Komisi Aksi Menteng 31 melakukan rapat akbar agar bisa bertemu dengan pemimpin Indonesia.
  5. Perlucutan senjata dan pengambilalihan aset-aset Jepang yang terjadi di Kota Surabaya (Insiden Perobekan Bendera di Hotel Yamato). Kota Yogyakarta (insiden Otsuka Butai di Kecamatan Kotabaru), dan Kota Semarang (pertempuran lima hari di Semarang).
Advertisements

One thought on “Ringkasan Materi Sejarah Wajib Kelas XI Tingkat SMA Sederajat : Proklamasi dan Terbentuknya Pemerintahan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s