Buah Pena

Bingkisan Kecil untuk Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia

​Impian bebas terpatri di tiap jiwa dan raga rakyatnya Nafas, keringat, dan darah menjadi bagian pengorbanan Demi semua mimpi yang diaminkan bersama Oh Tuhan, bantulah kami memerangi segala dengki, benci, dan segala yang menghancurkan ibu pertiwi Negeri ini masih rapuh, Tuhan Empati seakan lenyap, tertutup kabut permusuhan Semua menjadi carut-marut tak karuan rasanya Ironis dikala… Continue reading Bingkisan Kecil untuk Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia

Buah Pena

Exhausted

​Lelahku tak berujung, Kesal, penat, sesak Semua ingin ku ledakkan keluar. Aku tak mengerti apa yang salah Yang kutahu hanya satu :  Aku lelah merindu.  Kesal menggerogoti pikiran Perihal kenangan yang terus merayap, Menyesaki dada, Membuat jiwa raga penat, Sekaligus hati yang semakin sesak.  Jika bisa… Aku ingin menangis saja Memuaskan butir air mata jatuh… Continue reading Exhausted

Buah Pena

H+36

Waktu tidak akan beristirahat, Dia akan terus berputar,  Tak peduli apa yang sedang kamu rasakan. Dan setelah berjuang mati-matian, Secuil bahkan tak dia hiraukan, Tentang bagaimana kamu terseok-seok hingga perih terasa, Tentang bagaimana kenangan kamu dan lelaki yang (pernah) menempati setiap sudut hatimu terus merongrong, Tentang bagaimana kamu (masih) berusaha merelakan seseorang tersebut, Juga… Tentang… Continue reading H+36

Buah Pena

Hilang

Langkah tersaruk mengikuti angin, Di jalan selibat yang sepi, Gemerisik nyanyian malam membangkitkan luka, Berusaha keras untuk maju, Namun pedih mengiris nurani.  Tidak,  Jangan lepaskan! Tolonglah, Aku tersesat! Dalam remang sinar purnama, Aku terus mencari ; Apa yang setelahnya kusebut cinta. Hilang. Tak kunjung ketemukan. Lenyap. Sebab kau telah membakarnya hangus, Meninggalkan debunya ditiup sang… Continue reading Hilang

Buah Pena

Pekat*

​tanya rembulan, mengapa ia hanya hadir saat kelam jawabnya ; sebab aku dibuat untuk menghadirkan senyap, menguarkan pekat, kemudian bergemuruh agar lepas. sulit merelakan, tapi itu harus. seakan terang tak bisa hadir, maka akulah yang mengganti ; rembulan kelam dengan sejuta pesona kerinduan. *Puisi ini adalah postingan pertama gue di 2017. Jadi maaf ya kalo… Continue reading Pekat*

Cerita Hati

Disudut Koridor (Day 9 @KampusFiksi Writing Challenge)

Teruntuk laki-laki yang berhasil menyembuhkan patahku dengan segala kelakuan ‘ajaibnya’… Semua ini awalnya berat. kamu yang tak terbiasa menjalani hubungan berjarak, dan aku yang tak berpengalaman menghadapi pria ‘muda’.  Tapi kemudian kita berkompromi ; jarak semestinya ditengahi, bukan dimusuhi. kita menyepakati satu hal : hubungan ini harus kuat, jangan justru menjadi sekat.  Dari awal aku… Continue reading Disudut Koridor (Day 9 @KampusFiksi Writing Challenge)

Cerita Hati

November : Akhir Sebuah Kerinduan 

Kalau rindu, katanya harus mengusahakan untuk bertemu.  Tapi bagiku, merindukanmu saja tidak cukup dengan hanya bertemu. Cintaku sederhana, sayang.  Hanya saja rindu ini tidak pernah selalu sederhana. Oh sungguh, seluruh dunia seakan harus tau ; aku terlalu egois pun serakah.  Dan aku hanya ingin berteriak pada semesta :  Tolong sampaikan pada pria bermata coklat yang… Continue reading November : Akhir Sebuah Kerinduan