Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 13)

BAB 13 Pertemuan Tak Terduga   BANGUN, Digory, bangun, Fledge," terdengar suara Polly. "Permen yang kita tanam semalam sudah menjadi pohon toffee. Pagi ini juga indah sekali." Sinar rendah matahari pagi mengalir membanjiri hutan, rerumputan tampak kelabu karena embun, dan sarang labah-labah seperti perak. Tepat di sebelah mereka, berdiri pohon kecil berbatang cokelat tua sekali, kira-kira… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 13)

Advertisements
Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 12)

BAB 12 Petualangan Strawberry   DIGORY menutup mulutnya rapat-rapat. Perasaannya kian tidak nyaman. Dia berharap, apa pun yang terjadi, dia tidak akan ceroboh atau melakukan apa pun yang konyol. "Putra Adam," kata Aslan. "Apakah kau siap memperbaiki kesalahan yang telah kaulakukan pada negeri terindahku Narnia tepat di hari kelahirannya?" "Yah, aku tidak tahu apa yang… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 12)

Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 11)

BAB 11 Digory dan Pamannya Sama-sama dalam Kesulitan KAU mungkin berpikir hewan-hewan sangatlah bodoh karena tidak melihat Paman Andrew merupakan makhluk yang sejenis dengan kedua anak itu dan si kusir kereta. Tapi kau harus ingat para hewan belumlah tahu tentang pakaian. Mereka berpikir rok Polly, setelan Norfolk Digory, dan topi bulat si kusir kereta adalah… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 11)

Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 10)

BAB 10 Lelucon Pertama dan Hal-hal Lain TENTU saja itu suara sang singa. Kedua anak itu telah lama yakin dia bisa bicara, tapi tetap saja menjadi kejutan yang indah dan hebat ketika dia melakukannya. Keluar dari pepohonan, orang-orang liar berjalan maju, begitu juga para dewa dan dewi hutan. Bersama mereka datang juga faun, satyr (manusia… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 10)

Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 9)

BAB 9 Membangkitkan Narnia   SANG SINGA berderap maju dan mundur di daratan kosong itu sambil menyanyikan lagu barunya. Kali ini lebih halus dan bernada daripada lagu yang dia gunakan untuk memanggil bintang dan matahari. Musiknya lembut dan mengalir. Dan saat dia berjalan sambil bernyanyi, lembah menghijau karena rumput. Rumput mengalir dari si singa seperti… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 9)

Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 8)

BAB 8 Pertarungan di Lampu Tiang HO! Jadi kau Maharani, ya? Kita lihat saja nanti," kata sebuah suara. Kemudian suara lain berkata, "Tiga sorakan untuk Maharatu kota Colney Heath" dan sejumlah suara lain bergabung. Wajah sang penyihir menjadi cerah dan dia membungkuk sedikit. Tapi sorakan itu kemudian mereda dan berganti menjadi ledakan tawa. Sang penyihir… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 8)

Kata dari Mereka

Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 7)

BAB 7 Yang Terjadi di Pintu Depan   HEI, budak, berapa lama aku harus menunggu kereta kudaku?" bentak sang penyihir. Paman Andrew berjalan menjauhinya. Sekarang ketika wanita itu benar-benar hadir, segala pikiran konyol yang dimiliki Paman Andrew saat bercermin langsung mengalir keluar dari benaknya. Tapi Bibi Letty langsung berdiri dari berlututnya dan berjalan menuju bagian… Continue reading Keponakan Penyihir (Seri Pertama Novel Narnia—bab 7)